Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Wanita berwajah dua


__ADS_3

Mata Miki berkaca-kaca, perkataan dari orang tadi tidak ingin Miki percayai. Tapi sebuah pesan memasuki ponsel Miki, ia melihat foto antara Hiro dan Kariu yang sedang berpegangan tangan di dalam sebuah cafe.


Bibir Miki bergetar menahan tangisnya, ia tidak boleh apalagi di depan Hiro.


“ Miki, kamu baik-baik saja? “ Hiro ingin memegang wajah Miki tetapi Miki memalingkan dan berdiri sambil menjawab. “ Tenang saja “ ia berlari keluar dengan pelupuk mata yang sudah basah.


Kariu yang berjalan melewati Miki hanya tersenyum dengan kemenangannya, ia merasa bangga karena bisa menjauhi Miki dari Hiro.


Menurut Kariu, Miki adalah wanita yang tidak tahu malu. Sudah dibaikin Hiro yang sangat tampan, ia malah tidak ingin.


Lalu, tidak lama Rei memasuki kelas 2-1 dan melihat Hiro yang sedang berdiri dengan wajah kebinggungan.


Plak!


Satu tamparan keras mengenai wajah Hiro, untungnya di kelas tidak ada siapa-siapa sehingga tidak ada yang membicarakan tamparan Rei kepada Hiro.


“ Hiro, apa yang kamu lakukan lagi sih?! “ seru Rei tidak suka karena Hiro sudah beberapa kali menyakiti Miki. “ Kamu ini tarik-ulur atau gimana? Katakan kalau emang tidak suka dengan Miki, jangan beri dia harapan! “


“ Dasar cowok memangnya suka memberi harapan yang tidak jelas. “


“ Hei, apa maksudmu menampar Hiro? “ Kariu datang menghampiri dengan perasaan kesal. “ Jangan tampar orang tanpa alasan yang jelas! “


“ DIAM! “ bentak Rei kepada Kariu dengan tatapan tajam, dulu Rei adalah wanita penakut tapi sekarang ia harus berani demi sahabatnya sendiri. “ Kamu sendiri wanita yang tidak tahu malu, baru datang ke sekolah sudah merebut hampir seluruh pria disini. “


“ Apa urusan kamu Rei sampai menamparku? “ Hiro tidak mengerti, Rei mendesah kesal dan memberikan foto kebersamaan Hiro dengan Kariu. Seketika Hiro langsung melirik tajam Kariu. “ Lihat? Kamu menyakiti Miki lagi. “


“ Tidak, aku akan jelaskan kepada Miki. “ kata Hiro tidak ingin ada kesalah pahaman lagi, Rei melangkahkan kaki keluar dari kelas 2-1.


“ Kariu. “ Hiro mencengkram tangan Kariu degan sangat kencang. “ Itu kamu ya? “


Wajah Kariu memucat seketika, tubuhnya bergetar ketakutan. “ Bukan, bukan aku. “


“ Terus siapa? “


“ Aku juga tidak tahu. “ bohong Kariu yang padahal adalah dirinya.


“ Kalau sampai kamu yang membagikan, aku tidak akan memaafkan kamu! “ ancam Hiro kepada Kariu, Hiro ingin keluar tapi langkahnya terhenti saat Kariu berteriak. “ Sebenarnya seberapa berharganya Miki sampai kamu seperti ini? Dia sudah mengabaikan kamu. “


Tangan Hiro terkepal, ia baik kepada Kariu karena Kariu meminta tolongnya untuk mengenal sekolah dan ingin dekat dengan teman-teman lainnya tapi Kariu juga membuat hubungannya dengan Miki semakin merenggang tanpa tahu apa-apa.


Hiro membalikkan tubuh, dan berbisik tepat ditelinga Kariu. “ Dia sangat berharga jadi jangan bertingkah bodoh. “ Hiro melangkahkan kaki keluar dari kelas, dan mata Kariu sudah berkaca-kaca.


Apa cara ia salah lagi? Pikir Kariu.


Di atas atap, Miki memeluk lututnya dan melihat lapangan outdoor yang sudah dipenuhi banyak siswa-siswa yang bermain. Ada yang bermain basket, sepak bola dan ada yang berlari-larian kesana-kemari.

__ADS_1


Pikiran Miki kacau, ia tidak bisa mendengar perkataan banyak orang yang mengatakan Hiro berpacaran dengan Kariu. Miki ingin tidak percaya, tapi foto ini menunjukkan benar adanya.


Karena Hiro bukanlah tipe orang yang memegang tangan perempuan sembarangan, ia akan memegang tangan seorang perempuan yang sudah Hiro percayai dan sayangi.


Yang berarti Hiro sudah mempercayai Kariu, lalu apa Miki di hidupnya?


Apa hanya sebagai teman masa kecil yang sudah lama tidak bertemu?


Atau karena perjanjian semasa kecil?


Ini membuat kepala Miki pecah, perasaannya terus tumbuh seiring berjalannya waktu. Kenangan manis antara Hiro dan Miki membuat perasaan itu mekar, terus mekar. “ Sial. “ umpat Miki saat air matanya menuruni pipinya lagi.


Ia tidak bisa menjadi lemah terus, Miki berdiri dengan tegak menghapus air mata dan menepuk pipinya untuk kembali kesadaran lagi. Garis senyum Miki terlihat walau tampak terpaksa, bagaimana pun ia tidak bisa terus bersedih.


“ Oke, lupakan. “ Miki keluar dari atap dan menuruni anak tangga.


Ketika ia berjalan menuju kelas, langkah kakinya terhenti di depan Hiro. Matanya saling bertemu sesaat dan keheningan antara keduanya. Miki menghela nafas panjang, ia melangkahkan kaki melewati Hiro.


Tapi saat Hiro ingin menahan lengannya seketika Miki langsung menepisnya dan melihat wajah Hiro yang tampak seperti kecewa.


“ Miki ada yang ingin aku bicarakan. “ ucap Hiro.


“ Tidak perlu, aku tidak ingin menganggu hubungan orang lain. “ kata Miki acuh tak acuh.


Bukannya ia berjalan menuju kelas, tetapi Miki malah berjalan untuk ke belakang sekolah. Ia menyandarkan tubuhnya di dinding dengan tangan terkepal, Miki harus sebisa mungkin tampak biasa di depan Hiro.


“ AKU SUDAH TAHU WANITA BARU SEPERTIMU ITU BERWAJAH DUA. “


“ TIDAK PERLU KAMI BAIKI. “


Suara yang sangat tinggi membuat Miki mendekati suara tersebut dan melihat Akira, Mai, serta Nikki sedang memojokan Kariu. Kariu menundukkan pandangan tidak bisa berkata apa-apa karena takut dengan tatapan dari Akira.


Ketika Akira mencoba untuk meremas rambut Kariu, dengan cepat Miki mendekati Akira. “ Akira!! “


Tangan Akira terhenti saat melihat Miki, ia menuruni tangannya dan bertanya. “ Ada apa? “


“ Berhenti menganggu orang, oke? “ pinta Miki.


“ Miki, jangan bersikap terlalu baik! “ protes Mai.


“ Kamu ini terlalu baik, biar kami yang mengurusnya. “ Nikki tidak suka melihat wajah Kariu yang terlihat seperti orang baik padahal berhati busuk.


“ Sudahlah, bel sebentar lagi berbunyi. Kalian kembali ya? “ harap Miki karena tidak ingin terjadi pertengkaran.


Akira mendesah kesal. “ Ayo kembali. “ katanya berjalan diikuti Nikki serta Mai. Akira menepuk bahu Miki dan berbisik. “ Hati-hati. “

__ADS_1


Pelupuk mata Kariu basah, kakinya lemas ia menjatuhkan diri dengan tangisan yang pecah. Miki mencoba untuk menenangkan tapi Kariu tidak ingin, ia kembali berdiri dengan menatap sinis Miki.


“ Menjauh dariku, karenamu aku seperti ini! “ seru Kariu meninggalkan Miki.


Miki memegang dahinya ia merasa pusing dengan situasi seperti ini, jika Kariu memang berpacaran dengan Hiro, Miki harus mengikhlaskan dan tidak membuat pertengkaran terjadi apalagi sampai membawa teman-teman dari tim basket.


Kalau teman-teman dari tim basketnya terkena, club basket juga akan kena imbasnya. Nantinya, club basket tidak diperbolehkan menggunakan lapangan selama 1 bulan atau hukuman lainnya.


Itu akan menyulitkan yang lain yang tidak ikut-ikutan.


4:00 p.m


Waktu pulang sekolah, Miki menuju Kantin untuk melihat apakah masih ada roti atau tidak karena perutnya sangat lapar. Hari ini ia banyak memiliki masalah, terlebih Miki tidak membawa bekal.


Kriuk...


Suara perut bunyi Miki, ia memegang perutnya dan terlihat satu roti yang tersisa. “ Aku beli ini!! “ teriak Miki mengambil roti tidak ingin ada siapapun yang mengambilnya, Miki mengeluarkan uang dan memberikannya kepada Bibi penjual di Kantin.


Sambil menunggu Kenzi, Miki berjalan mengelilingi sekolah sambil matanya menglilingi gedung sekolah.


Tampak sangat bagus dan bersih, ia baru tahu kalau sekolah terlihat sangat bagus. Miki juga melihat foto lama dari club basket yang disana terdapat Ibu dan Ayahnya yang masih muda.


“ Mereka terlihat sangat cantik dan tampan. “ kagum Miki, jika ia datang lebih dahulu dan bukan anak dari keduanya mungkin Miki bisa jatuh cinta dengan Ayahnya.


Rambut hitam seperti dirinya, senyum manis dari Anna yang sama dengan Miki. Anna juga berambut pendek, tapi pendeknya tidak seperti dirinya yang terlihat seperti cowok.


Kepercayaan diri Miki menghilang, Ibunya yang sangat cantik membuat dia iri.


“ Ah menyebalkan. “ keluh Miki keluar dari gedung sekolah.


Namun, saat ia melewati lapangan sekolah. Ada lemparan basket liar yang hampir mengenai Miki, bukannya perduli dengan tubuh ia malah perduli dengan makanannya.


Miki memegang erat rotinya, tapi dengan cepat Hiro datang dan menepis bola tersebut sambil merangkul Miki.



“ Maafkan kami. “ kata seorang siswa kelas 1, mereka mengambil bolanya lagi.


“ Hati-hati kalau bermain! “ kritik Hiro, ia memutar badan Miki sampai menghadapinya. “ Kamu bodoh? Menyelamatkan makananmu daripada tubuhmu! “


“ Aku lapar. “ dingin Miki tanpa menatap Hiro.


“ Miki. “ ucap Hiro lembut dan berdiri setinggi Miki. “ Tatap aku. “ Miki menghela nafas berat dan menatap Hiro.


“ Apa mau kamu? “ tanya Miki tidak mengerti dengan sikap Hiro.

__ADS_1


“ Mari bicara, oke? “


__ADS_2