
Angin yang berhembus kencang dengan tangan Miki yang terkepal saat melihat satu-satunya rival dia berada di depannya saat ini. Apalagi anehnya, Akemi mengenal Hiro.
“ Oh, ada Miki juga. “ Akemi berjalan mendekati ketiganya.
“ Bukannya kamu sedang latihan? “ tanya Kenzi.
“ Ah, sekarang waktunya istirahat. “ jawab Akemi menatap Miki dan Hiro.
“ Ngomong-ngomong. “ Akemi mendekatkan tubuhnya kearah Miki. “ Kenapa kamu menolak untuk pelatihan disini? Ini membosankan bukan tanpa ada satu-satunya rival ku. “
Melihat tangan Miki bergetar, Hiro langsung memegang lengan Miki tanpa berbasa-basi
“ Hiro, kamu juga bisa memegang perempuan? “ kaget Akemi karena setahunya, Hiro sangat dingin.
“ Lepaskan tanganmu! “ tegas Kenzi. “ Tidak. “ tolak Hiro yang memegang erat tangan Miki.
“ Hiro? “ Miki kebinggungan karena tiba-tiba saja Hiro memegang tangannya.
“ Jawab pertanyaan ku Miki. “ Akemi sudah tidak memperdulikan lagi sikap Hiro.
“ Bagi kita yang penggila basket, jika menolak pelatihan ini pertama kamu sedang cedera, kedua kamu tidak ingin menjadi tim nasional dan ketiga cedera. Kamu sedang cedera benar bukan? “ duga Akemi melihat lutut Miki.
“ Miki, kamu cedera? “ Kenzi yang ikut mempertanyakan hal tersebut.
“ Tidak! “ seru Miki. “ Aku tidak ingin berhadapan denganmu sebelum Inter-high karena harapanku adalah mengalahkan mu dalam Inter-high, lihat saja nanti! “
“ Dasar bocah sombong. “ sindir Akemi yang tidak
suka melihat sikap percaya diri dari Miki.
Teng-
Sebuah pesan masuk dari ponsel Hiro, ia segera membaca pesan dari rumah sakit.
“ Maaf, aku harus pergi. “ Hiro melepaskan jemari tangannya di tangan Miki dan berlari tergesa-gesa.
“ Pasti soal Ibunya. “ kata Akemi.
“ Ibu? “ gumam Miki kebinggungan.
“ SEDANG APA KALIAN DI LUAR? CEPAT MASUK, LATIHAN SUDAH DIMULAI LAGI! “ teriak dari salah satu pelatih nasional kepada Kenzi dan Akemi.
“ Maaf, aku latihan dulu ya. “ Akemi memasuki lapangan.
“ Hati-hati di jalan Miki, aku akan ganti uangmu dan maaf tidak bisa mengantarmu pulang. “ ucap Kenzi melangkahkan kaki memasuki lapangan.
Perasaan Miki kembali merasa aneh, khawatir dan penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Hiro?
Dulu sewaktu kecil, Hiro pernah berkata tentang keluarganya yang berantakan.
“ Ah sudah jangan dipikirkan, itu masalah pribadi dia sendiri aku tidak boleh ikut campur. “ Miki menepuk pipinya dan berjalan menuju halte bus untuk pulang.
Keesokan harinya.
Camping sekolah dimulai, para siswa-siswi sudah memasuki bus masing-masing bersama dengan kelompoknya.
Kelompok 1 dengan kelompok 2, kelompok 3-4 dan seterusnya. Rei berada di kelompok 10 yang berarti, Miki bisa duduk bersama dengan Rei di dalam bus.
Tapi pikiran Miki kacau, selama pengumuman tadi pagi sebelum berangkat. Hiro selalu diam, ia bahkan tidak menyapa Miki sama sekali.
Sikapnya kembali berubah hanya dalam sehari, sama seperti 1 tahun sebelumnya waktu Miki ingin memberikan bekalnya kepada Hiro.
Saat itu Hiro benar-benar seperti orang yang dingin dan tidak berhati. Jika Miki mendekatinya, ia takut kalau sikap Hiro akan menyakitinya lagi.
Apalagi perasaan kecewa Miki masih terpendam, ia masih sangat terluka saat Hiro tiba-tiba saja meninggalkannya tanpa alasan yang jelas.
Memang Miki bukan siapa-siapa Hiro, tetapi saat itu mereka sudah membuat kenangan bahagia bersama bak seorang kekasih.
Perjalanan dari Tokyo menuju Danau Tanuki terbilang jauh dan selama perjalanan itu juga Miki hanya terus melamun dengan pikiran yang begitu kacau.
“ Kamu sakit Miki? “ tanya Rei karena daritadi Miki terus diam.
“ Tidak, aku tidak apa-apa. “ jawab Miki dengan mata yang melihat punggung belakang Hiro.
Sesampainya disana, seluruh siswa-siswi harus membangun tenda terlebih dahulu untuk tidur. Dan hanya Miki yang malah terdiam tanpa melakukan apapun, ia hanya memperhatikan Hiro tanpa berkedip.
“ Miki, apa yang kamu lakukan?! Cepat kerja dari tadi melamun saja! “ tegur Yura kepada Miki.
“ Maaf. “ Miki menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung membantu kelompoknya untuk membangun tenda.
Namun, Miki kembali melamun lagi saat tengah berada di acara penyampaian tentang camping untuk tiga hari ke depan.
“ Miki? “ panggil Yoshioka di depan seluruh murid.
Tetapi panggilan Yoshioka tidak didengar sama sekali oleh Miki, ia hanya terus memandang Hiro dengan bertopang dagu.
“ Miki? “ panggil Yoshioka sekali lagi.
“ Hei! “ kata Rei menyikut perut Miki membuat lamunan Miki buyar. “ Sakit. “ ringis Miki dengan sangat keras.
“ Kamu gil..? “ ucap Miki terhenti saat ia baru sadar bahwa seluruh siswa-siswi sedang memperhatikan kearahnya dengan sunyi.
“ Miki kamu berdiri di depan! “ seru Yoshioka kesal, Miki tidak punya pilihan selain mengikuti perkataan Yoshioka dan berdiri di depan siswa-siswi.
Sementara Hiro hanya menundukkan kepalanya tidak ingin menatap wajah Miki.
11:00 p.m
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 yang dimana sekarang adalah jam untuk beristirahat dan dilanjutkan kembali nanti pada pukul 4 pagi.
__ADS_1
Tring-tring
Telepon berbunyi dari ponsel Hiro, Hiro masih belum tertidur maka dari itu ia menjawab telepon tersebut yang berasal dari rumah sakit.
“ Kenapa? “ bisik Hiro menjawab sambil keluar dari tenda.
“ Ibu kamu sudah lumayan baik, jadi jangan khawatir lagi. “ kata Suster yang merupakan perawat dari Ibunya.
“ Syukurlah, terimakasih sudah merawat Ibuku. “
“ Hiro? “ panggil Miki kebinggungan karena melihat Hiro yang sedang menelepon seseorang. “ Aku tutup dulu. “ Hiro terburu-buru menutup panggilan
“ Sedang apa disini malam-malam? “ tanya Miki kebinggungan.
“ Belum bisa tertidur saja, lagipula kamu kenapa belum tidur? “ Hiro membalikkan pertanyaan.
“ Aku juga sama sepertimu, masih belum bisa tertidur. “ jawab Miki.
“ Kalau begitu, aku balik ke tenda dulu ya. “ Hiro mulai berjalan perlahan.
“ Kamu sebenarnya ada masalah apa? Aku penasaran. “
“ Kenapa kamu sembunyikan semua dari aku? “
“ Kenapa kamu tiba-tiba pergi? “
“ Kamu juga kenapa berbohong kalau kamu bukan seseorang yang pernah menolongku? “
“ Itu semua pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada kamu, tapi sepertinya kamu tidak akan menjawab. “ lanjut Miki yang membuat langkah kaki Hiro terhenti.
“ Hiro.. “ Miki melangkahkan kakinya menuju Hiro. “ Kamu baik-baik saja kan? “
Pertanyaan Miki yang tidak bisa Hiro jawab, tangan Hiro terkepal karena mulutnya tidak bisa berkata apa-apa di hadapan Miki.
Masalah yang dihadapi oleh Hiro tidak bisa ia ceritakan kepada siapapun, baginya ini adalah masalah yang harus diselesaikan sendiri tidak perlu ikut campur dari orang lain.
“ Tidak mau jawab? “
“ Tidak apa-apa, aku akan kembali ke tenda. “ Miki berjalan kembali menuju tendanya.
7:00 a.m
Perkataan Miki semalam membuat kecanggungan antara Hiro dengannya, apalagi pikiran Miki membuatnya semakin terus memikirkan pertanyaan yang berada di otaknya saat ini.
Setelah acara senam selesai, sarapan selesai, seluruh siswa-siswi sudah bersiap untuk mengikuti pelajaran menjajah dalam hutan.
Setiap kelompok akan dibagi menjadi dua tim, misalnya dalam satu kelompok terdapat 15 orang dan 15 orang itu akan dibagi lagi menjadi dua, kelompok pertama akan mengambil beberapa buah yang sudah disimpan di berbagai tempat tersembunyi dan kelompok kedua akan mengambil sejumlah makanan kecil.
Tim yang kalah dan tidak dapat apapun sampai kembali ke tenda akan tidak mendapatkan makan siang.
Permainan menjajah akan dimulai pada pukul 10:00 saat seluruh siswa-siswi siap.
Kemudian, siswa-siswi sudah bersiap untuk melakukan permainan menjajah. Dalam kelompok Miki, tim Hiro bersiap untuk mengambil beberapa buah sedangkan kelompok Miki mengambil sejumlah makanan kecil.
Berbeda dengan tim pencari buah yang mungkin harus mengambil dengan menaiki pohon tinggi, maka dari itu tim pencari makanan ringan akan lebih banyak perempuan dibandingkan tim pencari buah.
Dalam tim pencari makanan ringan terdapat, Miki, Anne, Yura, Cha, Aya, Bam dan Rak. Tim pencari buah yaitu, Ryota, Hiro, Khun, Sai, Saki, Hatz, Yoru dan Emi.
Kelompok 1 sudah berjalan dan dalam waktu 10 menit mereka berhasil menyelesaikan misi, kelompok 2 berjalan waktu yang diperlukan oleh kelompok 2 cukup lama sehingga beberapa guru mulai khawatir.
Tapi saat guru ingin mencari, kelompok 2 sudah kembali dengan tubuh yang dipenuhi kotoran.
Selanjutnya sampai akhirnya kelompok 9, kedua kelompok sudah terbagi lagi. Tim Hiro menuju kearah kanan, tim Miki menuju kearah kiri.
“ Miki. “ panggil Yura dari belakang. “ Kenapa? “ Miki kebinggungan.
“ Aku lihat kamu selalu menatap Hiro, kamu suka dengannya? “ tanya Anne tiba-tiba.
“ Bukannya kamu pacaran dengan Kenzi? “ Cha ikut-ikutan bertanya.
“ Pacaran? “ wajah Rak mulai mengerut. “ Kamu tidak tahu kalau mereka pacaran? Kemana-mana selalu berdua, dan terlihat mereka memang pacaran. “ bisik Bam kepada Rak.
“ Aku tidak pacaran dengan Kenzi, dia teman kecilku saja. “ jawab Miki yang berjalan perlahan mencari-cari makanan ringan.
“ Ah, tidak pacaran? Terus kenapa kalian selalu berdua? “ Aya mendekati Miki dan mulai memberi sinyal kepada 3 teman lainnya.
“ Rak, Bam! Itu ada makanan ringan disebelah sana tapi sepertinya berada di atas pohon, tidak mungkin perempuan yang mengambilnya bukan? “ Yura menunjuk kearah kiri.
“ Kalau begitu tunggu disini ya! “ kata Rak mulai berjalan meninggalkan 5 perempuan bersama Bam.
“ Kalian sebenarnya mau apa? “ Miki yang sudah tahu kemana arah pembicaraan dari 4 perempuan lainnya.
“ Jangan dekat dengan Kenzi! “ seru Anne mendekati Miki perlahan.
“ Jangan dekati Hiro! “ Cha mendorong bahu Miki.
“ Stop, aku dengan Kenzi hanya teman! “ desis Miki.
“ Kalau begitu, kamu dengan Hiro apa? Kemarin aku melihat kalian berdua. “ kata Aya menatap tajam kearah Miki.
“ Tidak, aku.. “ Miki memundurkan langkah kakinya tapi tiba-tiba ia terjatuh ke dalam sebuah lubang besar yang hitam dan tidak ada cahaya sedikit.
Tubuhnya tidak bisa bergerak, kepalanya yang terbentur membuat Miki kehilangan kesadaran.
“ Eh, ini apa? “ Aya kaget, niatnya bukan untuk menjatuhkan Miki.
“
Bagaimana ini? “ Anne panik.
__ADS_1
“ Tenang, sekarang kita bilang ke guru saja bahwa Miki terjatuh! “ ide Yura.
“ Tidak mungkin yang ada guru akan curiga dengan kita! “ bantah Cha
“ Kami sudah menemukan makanan ringannya! “ Bam dan Rak kembali membawa makanan ringan yang banyak. “ Ada apa dengan wajah kalian? “ Rak penasaran karena wajah Aya, Anne, Yura, dan Cha terlihat pucat.
“ Miki.. ter..jaatuuh.. “ ucap Yura.
“ Apa? “ kaget Rak menjatuhkan makanan ringan yang berada di tangannya, ia melihat kearah lubang besar tersebut dan Rak tidak bisa melihat dalam lubang itu.
“ MIKI! “ teriak Rak yang tidak dijawab oleh Miki.
“ Lebih baik kita panggil guru dan memintanya menyelamatkan Miki. “ ajak Bam yang mulai berjalan menuju tenda kembali.
Di tenda sudah terdapat kelompok pencari buah yang telah sampai, Bam perlahan berbicara kepada Yoshioka bahwa Miki terjatuh ke dalam sebuah lubang besar.
Mendengar perkataan Bam, Hiro yang sedang memegang tali tambang langsung berlari menuju Miki.
Ia tidak perduli meskipun Yoshioka memintanya tetap ditempat, apapun itu Hiro harus menolong Miki.
“ Tolong tetap bertahan! “ khawatir Hiro.
Melihat kerumunan antara Aya, Anne, Yura, Cha dan Rak. Hiro segera mencari sebuah pohon yang kuat dan letaknya tidak jauh dari lubang, ia segera mengikat dengan kencang tali tambang di pohon dan juga tubuhnya.
“ Hei dengar! Kalau aku suruh tarik, tarik mengerti? “ pinta Hiro kepada kelima orang yang berada di atas.
“ Kamu mau turun kebawah? Kamu bodoh? “ cegah Rak.
“ Tenang saja! “ kata Hiro menghela nafas panjang dan perlahan-lahan dengan membawa senter di mulutnya, ia menuruni lubang besar itu.
Sampai hampir dititik paling bawah Hiro berteriak “ Tarik! “
Teriakan Hiro membuat Aya, Anne, Yura, Cha, dan Rak segera menarik dengan kencang meski kesulitan dan sangat berat.
Untung saja mereka menarik saat yang pas, kalau tidak Hiro juga bisa terjatuh di dalam lubang tersebut.
Tepat di bawahnya terdapat Miki dengan tubuh tidak sadarkan diri, tangan Hiro terkepal seharusnya ia melindungi Miki.
“ Miki? “ panggil Hiro perlahan mencoba membangunkan Miki, kepala Miki sudah dipenuhi darah karena benturan tapi jantungnya masih berdetak.
“ Miki? “ Hiro terus membangunkan Miki tapi tetap saja tidak bangun.
Hiro tidak punya pilihan selain menggendong Miki di belakang punggungnya dan mengikatkan talinya ditubuh Hiro dan juga Miki.
“ Tarik! “ teriak Hiro yang terdengar sampai luar lubang.
Beberapa siswa-siswi yang datang mencoba menolong Hiro dan Miki, para guru juga mencoba untuk menarik keduanya sampai ke atas kembali.
Tidak butuh waktu lama, Hiro dan Miki sudah sampai di atas dengan selamat. Tapi Miki segera di bawa oleh tenaga medis ke dalam ruang kesehatan.
“ Miki! “ Rei mengikuti tenaga medis tersebut.
“ Ha... “ nafas Hiro terengah-engah begitu juga dengan siswa-siswi yang telah menolongnya.
9:00 p.m
“ A.. “ Miki perlahan membuka mata dengan kepala yang sangat berat.
Kepalanya sudah dipakaikan perban, untuk sementara ia harus istirahat terlebih dahulu karena ada cedera kepala ringan.
Namun, Miki tidak suka kalau ia sakit. Miki melepaskan perban yang berada di kepalanya dan mencoba untuk keluar dari ruang tenaga medis.
“ Kakiku tidak apa-apa kan? “ Miki mencoba menggerakan kakinya dan tidak terasa sakit sedikitpun.
Saat ia mencoba untuk membuka pintu, di hadapannya sudah terdapat Hiro dengan wajah dingin dan melotot.
“ Hiro? “ kaget Miki.
“ Kamu mau kemana? “ tanya sinis Hiro.
“ Keluar. “
“ Tidak, diam di tempat! “ Hiro menarik lengan Miki ke sebuah kursi.
“ Aku tidak suka, aku ingin keluar. “ tolak Miki.
“ Diam atau kita tidak usah berbicara lagi. “ ancam Hiro yang membuat Miki tidak bisa apa-apa.
“ Jahat. “ ucap Miki dengan nada rendah.
“ Maaf. “ Hiro mengeluarkan sebuah cotton buts dan betadine dari P3K. “ Lihat tangan kamu. “
“ Buat apa? Tidak ada luka. “ Miki mengulurkan tangannya dan Hiro melihat pergelangan Miki yang terdapat sebuah luka kecil.
“ Ini tidak perlu diobati, nanti juga sembuh. “ ujar Miki.
“ Tidak, semua luka harus diobati jika tidak akan berbekas. “ Hiro mulai mengusap cotton but dengan betadine di luka pergelangan tangan Miki.
“ Termakasih sudah menolongku. “ Miki malu-malu.
“ Kamu tahu kalau aku menolong kamu? “
“ Meski aku dalam keadaan tidak sadar, tapi aku mendengar suara kamu sedikit, terimakasih. “
“ Tidak. “ Hiro memberhentikan tangannya dan menatap Miki.
Lalu, ia perlahan mendekatkan wajahnya kearah wajah Miki. “ Aku tidak bisa menepati janji sewaktu kecil untuk melindungi kamu, jadi aku minta maaf. “
Perkataan yang membuat hati Miki berdetak kencang, ucapan Hiro dapat diartikan bahwa ia mengingat janji waktu kecil antara mereka berdua.
__ADS_1
“ Jangan ceroboh lagi. “ Hiro menjitak perlahan Miki.