Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
32. Dia kemana?


__ADS_3

16 Juni


Sudah 3 hari semenjak perkataan Akemi kepada Miki, ucapan “ Batas “ yang mungkin membuat Miki terus berpikir sebenarnya apa yang dimaksud dari Akemi.


Hari ini juga Hiro tidak masuk tanpa kabar sedikit pun, ia selalu begitu.


Datang, lalu menghilang.


Mau menghubungi Hiro saja sulit karena Miki tidak memiliki nomernya, bertanya kepada teman dekatnya juga tidak bisa karena Hiro tidak memiliki teman dekat di sekolah ini selain Miki.


“ Ah frustasi. “ Miki menjatuhkan kepalanya di atas meja karena frustasi.


“ Rei-senpai. “


“ Rei-senpai, dengarkan aku. “ suara berat yang terdengar sampai kelas 2-1


Para siswa-siswi mulai penasaran dengan seseorang yang memanggil Rei dengan sangat keras tersebut, mendengar suara orang yang memanggil Rei membuat Miki juga penasaran.


Seorang adik kelas sedang mengejar Rei, laki-laki tersebut adalah salah satu tim basket putra dari SMA Seido. Ia juga merupakan kandidat sebagai pemain ace selain dari Kenzi.


“ Berhenti mengikutiku! “ bentak Rei kepada Lauroe.


“ Dengarkan aku, aku ingin berbicara. “ paksa Lauroe.


Tapi tiba-tiba saja dari belakang Rei, Kenzi memperhatikan antara Rei dengan Lauroe.


“ Kenzi. “ sapa Miki yang melihat Kenzi, tetapi suara Miki tidak sampai kearah Kenzi.


“ Rei-senpai, dengarkan aku. “ Lauroe memegang lengan Rei dengan kencang membuat Rei kesakitan. “ Ah, sakit. “


“ Lepaskan! “ Kenzi memegang lengan Lauroe. “ Kenzi-senpai? “ kaget Lauroe.


“ Dia kesakitan, kamu tidak mendengar? “ sinis Kenzi.


“ Tapi ada yang ingin aku bicarakan dengan dia. “


“ Setidaknya lepaskan dulu! “ Kenzi membuka paksa tangan Lauroe dari lengan Rei.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel masuk berbunyi, seluruh siswa-siswi mulai memasuki kelas.


“ Sudah masuk, kembali ke kelasmu! “ perintah Kenzi yang langsung diikuti oleh Lauroe. “ Permisi. “ katanya sopan meninggalkan gedung kelas 2.


“ Kamu baik-baik saja? “ tanya Kenzi kepada Rei.


“ Jangan berpura-pura baik kepadaku dan jangan menolongku, itu membuatku berharap. Jadi lebih baik kamu tidak ikut campur urusanku! “ tegas Rei memasuki kelasnya.


Mendengar perkataan tegas dari Rei membuat tangan Kenzi terkepal, ia mulai melangkahkan kakinya untuk ke kelas 2-1.


“ Hai. “ sapa Miki yang daritadi menunggu susu coklat yang dibelikan oleh Kenzi.


“ Ini. “ Kenzi memberikan susu tersebut kepada Miki.


“ Kamu diacuhkan? Bagaimana rasanya? Sakit? Mangkannya jangan sok kegantengan! “ sindir Miki tepat ditelinga Kenzi yang membuat Kenzi hampir ingin menjitak nya tapi Miki sudah duduk di kursinya.


4:00 p.m


Latihan musim panas sudah dimulai, latihan


dimajukan lebih awal agar latihannya lebih lama dan kali ini pelatihan tim putri serta tim putra digabungkan selama 3 hari meski hari seterusnya tim putra akan pelatihan di Pantai.


Tim putri tidak punya pilihan lain selain menerima pelatihan gabungan itu karena mereka masih belum memiliki pelatih tetap, apalagi setiap latihan yang mengatur adalah Mayumi.


Pelatihan kali ini benar-benar 10kali lipat dari latihan biasa, tapi untuk Miki ini sulit karena lututnya sudah terasa sakit lagi meski baru sebentar.

__ADS_1


“ Miki kenapa kamu lelah?! “ tegur Coach karena melihat lari Miki melambat.


“ Tidak, maaf. “ Miki mulai menaikkan temponya lagi.


Setelah 4 jam berlatih, akhirnya pelatihan selesai.


Seluruh tim mulai menyandarkan tubuhnya di dinding karena pelatihan kali ini begitu lelah dan menyiksa.


“ Miki, bagaimana kabarmu? “ Mayumi mendekati Miki.


“ Baik, bagaimana denganmu senpai? Apakah pelatihannya sangat menyenangkan? “


“ Sebenarnya aku merasa tidak enak denganmu karena mengambil posisimu, tapi pelatihan nasional benar-benar sangat lelah dan menguras tenaga. “


“ Tapi bukankah itu sangat menyenangkan? “


“ Tentu saja dan aku melihat monster Akemi berkembang hanya dalam 1 Minggu, tadinya dalam 1 Minggu ia belum bisa melakukan penyerangan ke dalam tim u-22. Tapi dalam 1 Minggu ia berhasil, hanya dia satu orang. “


“ Benarkah? “ Miki mengepalkan tangannya.


“ Iya, jadi kita harus berlatih lebih keras lagi. “


“ Benar. “ senyum Miki mulai mengerut.


Bagaimana jadinya, jika Miki tidak dapat bermain baik di dalam Inter-high? Akankah akan membuat para senpai sakit hati atau kecewa? Miki tidak menginginkan itu, Inter-high terakhir mereka harus dengan sebuah senyuman dan piala.


Begitu dengan Miki yang ingin membalas kekalahan tahun kemarin, maka dari itu tidak perduli rintangan yang akan dijalani Miki.


Ia akan berlatih dan memenangkan Inter-high.


6 hari kemudian.


Selama 6 hari dan pelatihan sudah selesai dengan tubuh yang hampir saja tercabik-cabik karena dalam 3 hari terakhir, Miki meminta Okumura atau Ayah dari Kenzi untuk melatih tim putri.


Dan untungnya, selama 3 hari itu Okumura tidak menyadari tentang cedera Miki.


Itu membuat Miki sedikit lega.


Namun, ada yang membuat Miki terus memikirkan sampai detik ini yaitu perginya Hiro yang tanpa kabar sedikitpun.


6 hari ia tidak ada kabar dan kerja kelompok terus ditunda karena ketidak hadiran dari Hiro.


“ Sebenarnya kamu kemana? “ gumam Miki melihat bangku Hiro yang kosong.


Depan dan belakangnya kosong karena Kenzi pergi menuju pelatihan di pantai, semua terasa kosong.


“ Miki ke ruang guru ya, bantu saya. “ perintah Yoshioka kepada Miki karena ia memiliki urusan tentang sparing atau latihan bersama dengan SMA Okawa, SMA Miyami dan SMA Inuyashi.


Lebih dari 3 jam Yoshioka bersama dengan Miki dan Mayumi menonton pertandingan dari tim SMA Okawa, SMA Miyami dan SMA Inuyashi. Selama 3 jam itu juga seluruh siswa-siswi sudah mulai pulang sekolah dan yang tersisa hanyalah Miki, Yoshioka serta Mayumi.


Yoshioka meminta Miki dan Mayumi untuk menonton ini karena latihan bersama yang sebentar lagi akan dilaksanakan, bagaimana pun mereka harus mengubah taktik sebelum pertandingan Inter-high agar para tim lawan kebinggungan.


Apalagi untuk melawan SMA Inuyashi, Yoshioka tidak ingin memainkan tim inti karena takut merugikan mereka. Di Inter-high nanti kemungkinan 90% bahwa


Tim Seido akan bertemu dengan Tim Inuyashi di Final.


Selama 3 jam rapat untuk taktik, dan akhirnya selesai. Mayumi keluar untuk pulang karena ia masih merasakan rasa lelah sehabis pelatihan, sedangkan Miki masih berdiri di hadapan Yoshioka.


“ Kenapa? “ Yoshioka kebinggungan.


“ Maaf Sensei, boleh saya bertanya? “ sopan Miki.


“ Silahkan. “ Yoshioka merapihkan barang-barangnya untuk bersiap-siap pulang.


“ Ngomong-ngomong, Hiro belum masuk sekolah. Apa Sensei tahu alasannya? “

__ADS_1


“ Apa? Kamu tidak tahu?! “ Yoshioka tidak menyangka.


“ Kenapa? “


“ Dia ada pelatihan musim panas juga untuk Inter-high, jadi dia tidak sekolah untuk izin. “ jelas dari Yoshioka membuat hati Miki merasa sangat lega selama ini menunggu Hiro.


“ Pelatihan dimana? Bukan sama sekolah? “


“ Tidak, dia pelatihan bersama clubnya dan katanya pelatihannya sama dengan adik kamu. “


“ Hah!? “ Mulut Miki mengaga tidak percaya.


Mendengar perkataan tersebut, Miki segera menelepon Riyo yang sudah pulang dari latihannya.


“ Riyo, ada yang ingin Kakak bicarakan. “


“ Apa? “ kata Riyo dari sebrang.


“ Kamu latihan bersama dengan seorang lelaki bertubuh tinggi dari sekolah Kakak? “


“ Ah Kakak itu, tidak. Dia berlatih sendiri di kolam 2 meter, sedangkan aku di kolam 1 meter. “


“ Iya maksud Kakak, dia bersama kamu tiap hari? “


“ Iya. “


“ Kenapa kamu tidak bilang ke Kakak! “ kesal Miki.


“ Buat apa aku bilang, lagipula Kakak tidak bertanya. “


“ Sudah aku ingin berlatih, dah. “ lanjut Riyo.


“ Tunggu, apa sekarang dia ada? “ tahan Miki.


“ Tidak, hari ini dia sudah selesai. “ jawab Riyo yang ingin menutup tapi Miki cegah lagi. “ Tunggu. “


“ Apa lagi?! “


“ Bilang ke Ibu, hari ini aku tidak pulang lagi. “ kata Miki menutup telepon.


Selama 3 hari ia terus berlatih sampai malam di sekolah, Miki bahkan menginap di ruang club sehingga tidak pulang ke rumah.


“ Kamu ingin berlatih lagi? Hari ini kan sudah selesai. “ tegur Yoshioka yang mendengar perkataan Miki.


“ Tidak apa-apa, hari ini terakhir, besok aku bisa beristirahat penuh. “ ucap Miki.


“ Kalau begitu, jaga tubuhmu jangan sampai terluka. “ Yoshioka menepuk punggung Miki dan keluar dari ruang guru.


Mata Miki berkilat-kilat saat Yoshioka sudah keluar, betapa bahagianya ia bahwa selama ini Hiro tidak kemana-mana dan hanya berlatih.


“ YES! YES! YEAAYYYY. “ teriak Miki keluar dari ruang guru dengan wajah sumringah.


8:00 a.m


Setelah berlatih semalaman, Miki keluar dari ruang club dengan seragam sekolah ingin pulang.


“ Hoaam... “ Miki menguap dan rasa kantuknya masih terasa.



“ Miki? “ suara familiar yang terdengar oleh Miki membuat mata Miki langsung terbuka lebar.


Di hadapannya kali ini adalah seorang lelaki yang telah ia tunggu, Hiro.


Iya, dia berada di depan Miki saat ini.

__ADS_1


__ADS_2