Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Aku tidak akan pergi lagi


__ADS_3

Apartment Hiro.


Kedua teman dekat yang saling canggung karena menyukai orang yang sama, yaitu Miki. Apalagi Sora yang merasa sangat bersalah sebab ia mengetahui kalau orang yang dicintai Hiro adalah Miki, tetapi Sora tidak mengetahui kalau Miki yang orang disukainya adalah wanita yang paling dicintai Hiro.


“ Hei, maafkan aku. “ ujar Sora di sofa, Hiro yang tengah membereskan barang-barangnya menjawab “ Tidak apa-apa, lagipula kau berhak untuk menyukainya. “


“ Kenapa? Bukannya kamu sangat menyukainya? “


Mendengar Sora berkata seperti itu, Hiro memberhentikan tangannya yang menaruh buku di lemari. “ Iya, tapi dia tidak menyukaiku. “


“ Karena aku sudah menyakitinya. “ lanjut Hiro dengan pandangan tertunduk.


Sudah 7 tahun berlalu, tidak mungkin Miki menyukainya terlebih kelakuannya yang tiba-tiba saja meninggalkan Miki tanpa memberi alasan kepadanya untuk kedua kalinya.


Saat ini biarkan Hiro yang mencintai Miki sendiri tanpa diberi balasan apapun, dan Hiro ingin Miki bahagia.


Ia akan melakukan apa saja untuk Miki bahagia detik ini, menit ini dan seterusnya.


Teng-


Pesan masuk dari ponsel Hiro, Hiro membaca pesan dari Nobu. “ Kau sudah kembali? Datanglah ke rumah sakit sebentar. “


Melihat pesan dari Nobu, Hiro segera memakai jaket dan melangkah keluar dari apartemennya menuju rumah sakit untuk menemui Nobu sebentar.


Sampainya disana, di taman rumah sakit sudah terdapat Nobu dengan wajah yang sedikit memiliki kerutan.


“ Hiro. “ sapanya dengan suara serak.


“ Apa kabar Ayah? “ tanya Hiro dan duduk berdampingan dengan Nobu.

__ADS_1


Dulu tempat ini adalah tempat dimana Nobu memukulnya dan Miki menolongnya.


Kenangan yang tidak akan pernah bisa dilupakan.


“ Baik, bagaimana denganmu? “ Nobu memegang gelas coffe di tangannya.


“ Baik, Ayah sepertinya kau... “ belum saja ucapan Hiro selesai, seorang perawat sudah berlari menghampiri Nobu dan berkata. “ Dokter ada pasien darurat, segera ke UGD. “


“ Maaf, nanti kita bicara lagi. “ kata Nobu menepuk punggung Hiro dan berlari menuju UGD bersama dengan perawatnya.


“ Kau terlihat lebih kurus. “ gumam Hiro khawatir dengan keadaan Nobu yang semakin lama tua dan kurus.


Tidak ingin menganggu pekerjaan Nobu, Hiro melangkahkan kaki keluar dari gedung rumah sakit tapi langkahnya terhenti saat melihat Kenzi berada tidak jauh darinya.


Tatapannya masih sama seperti sebelumnya, tidak berteman sama sekali.


“ Oh apa kabar? “ canggung Hiro kepada Kenzi yang sudah berubah drastis dan terlihat lebih dewasa daripada sebelumnya.


Keduanya duduk bersama di bangku pinggir jalanan, lampu-lampu yang menyala di tengah jalan dan suara mobil-motor yang bising.


“ Aku tidak ingin basa-basi, kau masih menyukai Miki? “ ujar Kenzi menundukkan pandangannya, sebenarnya ia sama sekali tidak ingin bertanya hal seperti ini.


“ Iya. “ jawab cepat Hiro dengan senyum kecil.


“ Berbaikanlah dengannya, sekarang jaga dia baik-baik! Karena sekali lagi kau meninggalkannya, aku akan langsung merebutnya tidak perduli Miki menerima atau tidak. “ kata Kenzi beranjak dari kursi dan melangkahkan kaki dengan merapatkan bibirnya.


Selama ini perasaannya terus berkembang tanpa Kenzi inginkan, keinginan untuk memiliki Miki seutuhnya juga tidak bisa ditahan lagi. Tapi bagaimana pun Kenzi, ia tidak akan pernah mendapatkan hati Miki sepenuhnya.


Bagi Miki, Kenzi hanyalah seorang sahabat. Tetapi bagi Kenzi, Miki adalah wanita yang paling berharga dalam hidupnya.

__ADS_1


...


Selangkah, dua langkah Hiro berjalan di kota Tokyo yang dipenuhi dengan banyak orang yang berlalu-lalang dengan berbagai ekspresi.


Mulai dari bahagia, sedih dan seluruh ekspresi menjadi satu.


Garis senyum Hiro terbentuk saat mengingat kenangannya di kota Tokyo bersama dengan Miki dan menjadi sebuah momen kebahagiaan yang tidak akan pernah terlupakan sedikitpun.


Namun, mata Hiro terhenti melihat seorang wanita yang berjalan dengan sempoyongan dan sebuah beer di tangannya.


Wanita itu adalah Miki.


Ketika Hiro mencoba mendekati, Miki sudah terlebih dahulu berlari kearahnya dan berkata dengan keadaan mabuk. “ Hei, kamu tampan seperti orang yang aku sukai. “


“ Ah sial, aku masih belum bisa melupakan dia. “


“ Dia pergi tanpa berkata apa-apa, seakan-akan aku tidak penting. “


“ Aku lupa, aku memang tidak penting untuknya HAHAHA “


Mata Hiro berkaca-kaca, rasa bersalahnya sudah menyatu dalam dirinya tetapi seperti tekadnya lagi ia ingin membahagiakan Miki saat ini dan seterusnya tanpa ada air mata yang keluar lagi.


Pluk-


Kepala Miki terjatuh tepat di dada Hiro dengan mata terpejam dan tidak sadarkan diri. Hiro mengelus kepala belakang Miki sambil berbisik. “ Aku ada disini, aku tidak akan pergi lagi. “



•••

__ADS_1


MAAF AUTHOR TELAT UP, AKHIR-AKHIR INI AUTHOR LAGI SIBUK MAAFIN AUTHOR YAA


__ADS_2