Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Neraka


__ADS_3

Ujian tengah semester dimulai.


Setelah melewati 1 Minggu yang penuh dengan derita karena Hiro meningkatkan kualitas pembelajarannya untuk kelompok Matematikanya, dalam 1 Minggu itu Hiro benar-benar menjadi seorang yang berbeda tepatnya bak seorang guru killer.


Tapi untungnya, 1 Minggu itu sudah berlalu dan sekarang waktunya neraka sesungguhnya.


Yaitu ujian tengah semester.


Seluruh siswa-siswi sudah mulai berramai-ramai berada di dalam perpustakaan, sementara Miki masih berada di jalan menuju sekolah. Waktu sudah menunjukkan pukul 8:50, 10 menit lagi ujian akan dimulai.


Dan bodohnya, Miki masih dalam perjalanan.


“ Dasar bodoh, gimana bisa telat! “ gerutu Miki sepanjang perjalanan menggunakan sepedanya.


Hari ini ia tidak berangkat bersama dengan Kenzi, karena sebelumnya Miki memberitahu kepada Kenzi untuk tidak berangkat sekolah bersama lagi. Sebab jika mereka masih berangkat bersama, para siswa-siswi akan menganggap Miki sebagai perusak hubungan antara Kenzi dan Rei.


Oleh karena itu, Miki tidak ingin dianggap seperti itu.


Pukul 8:55, Miki sampai di gerbang sekolah. Ia segera memparkirkan sepedanya dan mulai menuju lobbi sekolah.


“ Miki! “ panggil suara Yoshioka dari arah belakang.


“ Kenapa sensei? “ Miki memberhentikan langkah kakinya.


“ Tolong bawakan kertas untuk club ke ruang guru. “ perintah Yoshioka yang meminta Miki untuk membawakan setumpukan kertas yang sedang di bawa oleh Yoshioka saat ini.


“ Sa... “ Miki ingin menolak, tetapi melihat Yoshioka kesulitan ia tidak punya pilihan selain membawa kertas tersebut.


“ Terimakasih. “ kata Yoshioka dengan senyum penuh kebahagiaan.


Dengan kesulitan membawa kertas tersebut karena tumpukan kertasnya menghalangi wajah Miki untuk melihat jalan, ia harus terus memiringkan kepala agar jalanan di depannya terlihat.


“ Mau dibantu tidak? “ suara berat dari depannya, iya dia Kenzi. “ Kataku juga seharusnya hari ini kita berangkat bersama, liat kamu telat kan? “


“ Berisik, mau bantu tidak? “ kesal Miki.


“ Sini. “ Kenzi mengambil tumpukan kertas tersebut, sedangkan Miki sudah berlari menjauh.


“ Woi! “ teriak Kenzi penuh amarah.


“ Akhirnya lepas juga. “ Miki berjalan sambil melompat-lompat kecil.


Namun, lompatan tersebut terhenti saat melihat punggung yang ia kenalinya itu.


Di hadapannya saat ini adalah Hiro, Miki tidak boleh kehilangan kesempatan sedetik pun.


“ Hiro. “ sapa Miki mendekati Hiro yang juga sedang membawa setumpukan kertas. “ Mau aku bantu? “


“ Tidak, ini tidak berat juga. “ jawab Hiro.


Sejak perkataan Hiro kepada Miki tentang “ Kalau begitu, jangan menjauh dariku ya, dunia terasa sepi. “


Hari Hiro semakin hari terus didatangi oleh Miki, tidak ada sehari pun Miki menjauhinya. Bahkan seluruh siswa-siswi hampir terus membicarakan antara Hiro dan Miki.

__ADS_1


Bukan Hiro tidak suka, ia suka sangat menyukainya.


Tapi Hiro hanya takut lagi bahwa nanti kebahagiaan ini menghilang.


Ketakutan Hiro selalu menghampirinya, ketakutan bahwa ia bisa kapan saja pergi dari Miki.


“ Bagaimana belajarmu? “ tanya Hiro.


“ Bagus, tapi aku ingin bertanya untuk soal nomer 5 kemarin itu apakah aku harus mengkalinya atau tidak ya? “


“ Kemarin bukankah sudah aku jelaskan untuk mengkalinya? “


“ Ah benar. “ Miki membentuk jemari tangannya sebuah tinju dan memukul di telapak tangannya, ia baru sadar bahwa soal yang membuatnya begadang semalam hanya tinggal mengkalikan saja.



“ Kamu tidak mengetahuinya? “ tanya Hiro yang membuat Miki membuang pandangannya, ia tidak ingin dianggap bodoh lagi oleh Hiro.


Selama 1 Minggu penuh, sindiran Hiro kepada Miki sudah sangat banyak. Bahkan teman kelompoknya juga mengatakan “ Bodoh “ kepadanya, betapa memalukan hal tersebut di depan Hiro.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel masuk sudah berbunyi, seluruh siswa-siswi sudah kembali ke kelas untuk menunggu ujian dimulai. Begitu juga dengan guru yang sudah berdatangan untuk menjadi pengawas di ulangan kali ini.


Dan ujian matematika kali ini diawasi oleh Kataoka, itu adalah bencana besar untuk kelas 2-1.


“ Si Kataoka? “ Makoto dengan nada tinggi.


“ Sial si Kataoka lagi. “ keluh Kenzi karena ia selalu ketahuan menyontek oleh Kataoka.


Wajah siswa-siswi kelas 2-1 langsung memucat sesaat Kataoka masuk.


“ Kenzi. “ panggil Kataoka. “ Miki. “


“ Kalian jangan sampai ketahuan menyontek lagi. “ tegur Kataoka membuat seluruh siswa-siswi tertawa. “ Jangan berani-beraninya kalian berdua menyontek saat saya yang mengawas! “


“ Siap pak! “ siswa-siswi serentak.


Selesai berceramah sedikit, Kataoka segera membagikan kertas ulangan tersebut dan ujian matematika dimulai dengan waktu 60 menit.


Selama 40 menit, Miki sudah tenang karena dapat menjawab soal yang mudah baginya dan tinggal 1 soal lagi.


Soal nomer 40 yang sama sekali Miki tidak ketahui, ketika Hiro menjelaskan soal ini ia bahkan tidak memperhatikan karena begitu ngantuk dan bosan.


Waktu tinggal 10 menit, dan hampir seluruh murid kelas 2-1 sudah mengumpulkan kertas ujian mereka.


Sementara Miki masih menatap wajah Kataoka, berharap mendapat jawaban dari muka yang terbilang jelek tapi berotak.


“ Miki berhenti memandangi saya, di wajah saya tidak ada jawaban! “ seru Kataoka.


Berjalannya waktu dan Miki belum menyelesaikan soal terakhir tersebut, waktu tinggal 30 detik dan Miki tidak punya pilihan selain hanya mengkali jawaban tersebut.


TENG-

__ADS_1


Ujian sudah selesai, Kataoka mengambil kertas para murid yang belum menyelesaikan.


“ Ah, aku benci dia. Kamu benci dia juga kan? “ ucap Kenzi kepada Miki setelah Kataoka keluar dari kelas.


“ Tunggu Hiro sebentar, bagaimana kamu menjawab nomer terakhir? “ Miki mengabaikan Kenzi dan hanya membalikkan tubuhnya melihat Hiro yang berada di belakang Miki tertidur di meja dengan lengan yang menjadi tumpuan untuk tidur.


“ Eh, aku sedang berbicara kepada ka.. “ ujar Kenzi terhenti saat Makoto berteriak “ Kenzi ada Rei. “


Sebenarnya, Kenzi ingin menolak untuk bertemu dengan Rei. Sekali saja ia ingin berbincang lagi dengan Miki, Miki tidak pernah berbicara lagi dengannya saat mengetahui bahwa Kenzi dan Rei berpacaran.


Tapi bagaimana berbicara dengan Miki?


Ini sudah sulit.


4:00 p.m


Bel pulang sekolah sudah berbunyi, siswa-siswi mulai merapihkan diri untuk pulang. Sedangkan Miki akan telat untuk pulang sebab ia harus melaksanakan piket terlebih dahulu bersama dengan Hiro.


“ Ah lelahnya.. “ Miki duduk di kursi guru karena sudah 30 menit ia membersihkan kelas.


“ Aku beli air dulu ya. “ kata Miki seraya keluar dari kelas.


“ Hei Miki. “ panggil Kenzi di Kantin yang sepi dan tidak ada satu orang pun.


“ Oh Kenzi. “ sahut Miki memasukan uang koin ke dalam mesin minuman.


“ Kamu menjauhiku? “ tanya Kenzi yang membuat Miki tertawa terbahak-bahak. “ Aku serius! “


“ Untuk apa aku menjauhi kamu Kenzi? “ Miki mengambil minuman dingin dari mesin tersebut.


“ Tapi setiap aku ingin berbicara kamu selalu mengabaikan. “


“ Itu hanya imajinasimu saja. “


“ Tidak, kamu bahkan tidak ingin pulang bersamaku ataupun berangkat sekolah bersamaku lagi. “


“ Tentu saja bodoh, kamu ini pacar dari Rei! Kita sudah harus buat jarak agar orang-orang tidak salah paham lagi. “


“ Orang-orang sudah tahu kalau kita berteman, untuk apa buat jarak lagi? “


“ Nanti ada orang yang terluka karena kita. “ ucap Miki dengan nada rendah.


“ Siapa? Hiro? “ Kenzi mendekatkan tubuhnya kearah Miki.


“ Oi, Kenzi. “ Miki memundurkan tubuhnya sampai di dinding sehingga ia tidak bisa bergerak lagi.


“ Katakan siapa! “


“ Jangan seperti ini, menjauhlah. Orang-orang akan salah paham. “ Miki mendorong tubuh Kenzi.


Namun, lengannya tertahan oleh Kenzi. “ Apa aku putuskan saja Rei agar kita kembali seperti biasa? “


••

__ADS_1


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.



__ADS_2