Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
18. 1 tahun


__ADS_3

6, Mei.


“ OKE KALI INI PERTANDINGAN RENANG GAYA BEBAS 100 M ANTAR SMA TINGKAT NASIONAL AKAN SEGERA DIMULAI, DI NOMER 1 TERDAPAT JIRO, DI NOMER 2 ADA KURO, KETIGA NAOKI, KEEMPAT ROKA, KELIMA ADALAH ORANG YANG PALING MENGEJUTKAN SELAMA TAHUN INI KARENA SELALU MEMECAHKAN REKOR YAITU HIRO, KELIMA TERDAPAT SANO, KEENAM SATORU DAN KETUJU ADALAH SUNO. “


Para peserta pertandingan antar SMA sudah mulai berdiri dipijakan masing-masing, mereka juga sudah menggunakan seluruh atribut dalam renang yaitu topi renang dan kacamata renang. Dalam waktu 30 detik mereka akan mulai meluncur ke dalam kolam renan dengan jarak 100 m. Dan siapapun yang tercepat, dialah pemenangnya.


Peserta dari berbagai prefektur Jepang dan yang tersisa hanya lah 7, pertandingan kali ini akan menentukan pemenang dari tingkat nasional. Ke 7 peserta sudah bersiap-siap dalam posisi untuk meluncur.


Suara tembakan berbunyi, para peserta lomba sudah meluncur untuk melakukan gaya bebas. Begitu juga dengan Haru, ia berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh.


Sementara kedua belah kaki secara bergantian “ Dicambukkan “ naik turun ke atas dan ke bawah. Posisi wajah menghadap ke permukaan air, pernafasan dilakukannya saat lengan digerakkan keluar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping kanan atau kiri.


Dan saat melakukan pembalikkan, Hiro memutar kepala dan badan kearah bawah saat mendekati dinding kolam. Setelah berhasil memutar arah, ia segera memposisikan kembali tubuhnya dan melakukan pergerakan yang lebih cepat dan gesit.


Karena kecepatan Hiro, ia berada di nomer 1 melawan Kuro yang merupakan juara tahun kemarin. Dan dengan kecepatan penuh Hiro mulai mengepakkan kakinya lebih cepat, sampai akhirnya ia menyentuh dinding kolam pertama kali dalam kejuaraan nasional renang gaya bebas pria 100 meter.


Lebih hebatnya lagi, Hiro memecahkan rekor dengan waktu 02 menit 02 detik. Ia berhasil mengklaim medali emas dan menjadi bagian sejarah berenang gaya bebas SMA.


Seluruh penonton berteriak heboh karena kemenangan Hiro, begitu juga dengannya. Ia menepak-nepak air kolam karena bahagianya, selama 3 tahun ia berlatih keras dan akhirnya perjuangannya tidak sia-sia.


...


Di lain sisi, ulang tahun Miki yang diselenggarakan di rumahnya dan banyak teman-teman yang datang. Tapi, Miki tidak bisa berhenti tersenyum saat mendengar kemenangan Hiro dalam televisi.


Sudah 1 tahun dan Hiro baik-baik saja, itu adalah hal yang paling membahagiakan setelah mendengar kabarnya di televisi. Kalung yang diberikan oleh Hiro pun masih terpakai sampai saat ini, “ Kamu baik-baik saja, aku bersyukur “ gumam Miki memegang kalung yang berinisial “ H “


Miki melihat sekitar rumahnya yang masih ramai oleh orang-orang dan mereka tidak menyadari bahwa Miki keluar secara diam-diam, tetapi ada satu orang yang menyadarinya.


Dia adalah Kenzi.


“ Mau kemana kamu? “ tanyanya mendekati Miki. “ Keluar mencari angin sebentar. “ jawab Miki yang membawa sepedanya keluar dari rumahnya.


“ Aku ikut. “ kata Kenzi.


“ Tidak, aku butuh waktu sendiri, maaf. “ Miki menggowes sepedanya di malam hari yang penuh dengan udara dingin.


Ia menggowes sepedanya sampai di Rainbow Bridge, tempat pertemuan terakhirnya dengan Hiro. Miki turun dari sepedanya dan memandangi langit-langit Tokyo yang sangat indah sama seperti langit Tokyo saat berada di Tokyo sky tree.


“ AAAAAAAAAAAA “ Miki menjerit dengan kuat.


Selama 1 tahun ini, ia menahan rasa rindunya dengan Hiro dan juga menunggu kabar Hiro.


Namun, ia baru mendapati kabarnya hari ini. Itu pun lewat televisi, meskipun begitu Miki merasa lega.


“ Miki? “ panggil suara yang sangat familiar di telinganya.


Dia adalah Takahashi Hiro, cinta pertama dari Miki.


Mata Miki melebar terkejut melihat Hiro berada di hadapannya saat ini, ia tidak bisa berbicara apa-apa, bibirnya terkatup tanpa suara. Wajah, tinggi dan suara yang begitu dirindukan oleh Miki sehingga ia sama sekali tidak bisa berbicara.

__ADS_1


“ Aku sudah menduga kamu bakal kesini. “ kata Hiro mendekati Miki. Tetapi karena refleks Miki yang secara tiba-tiba memundurkan langkahnya menjauh dari Hiro.


“ Maaf, untuk apa kamu kesini? “ dingin Miki.


“ Selamat ulang tahun. “ Hiro mengeluarkan sebuah medali emas dan memberikannya kepada Miki. “ Ini hadiah untuk kamu. “


“ Apa maksudnya? Ini untukmu saja, lagipula ini perjuangan kamu untuk apa kamu berikan ini kepadaku? “


“ Tidak, hanya saja aku ingin memberikan medali ini untuk kamu. “


Meskipun perasaan rindu Miki masih terasa sangat menyakitkan apalagi saat pertemuannya secara tiba-tiba dengan Hiro, entah kenapa perasaannya terasa sangat sedih dan ingin menangis.


Mata Miki sudah berkaca-kaca, ia tidak sanggup untuk melihat Hiro lebih lama lagi. “ Maaf, sepertinya pertemuan yang mendadak membuat perasaanku tidak nyaman. Lain kali mari bertemu dengan cara yang lebih baik lagi. “ kata Miki seraya melangkahkan kakinya, tapi lengannya tertahan oleh Hiro yang menahannya. “ Bertemu dengan cara yang lebih baik lagi gimana maksudnya? “ tanya Hiro.


“ Maaf. “ Miki melepaskan tangan Hiro secara perlahan dari lengannya. “ Maksudku kita bisa bertemu dengan saling mengabari satu sama lain, tidak secara mendadak seperti ini. “


“ Kalau begitu, aku pergi dulu. “ lanjut Miki menggowes sepedanya kembali.


Pertemuan yang secara tiba-tiba ini tidak dapat dipungkiri oleh Miki bahwa dirinya merasa bahagia dapat bertemu Hiro secara langsung, tetapi perasaan kecewa saat 1 tahun sebelumnya juga terasa dihati Miki.


Seharusnya ia bahagia dan bertanya tentang kabar Hiro, bukan menjauh dari Hiro. Miki merintikan air mata sepanjang perjalanan pulang, sedangkan Hiro menatap punggung Miki yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.


.......


TENG-NENG-TENG-NENG


Kelas 2-1, SMA Seido.


Tingginya tidak beda jauh dari sebelumnya, rambutnya pun masih pendek bak seorang lelaki. Ia tidak ingin memanjangkannya sekalipun karena itu sangat merepotkan baginya, tapi Riyo dan Lim selalu meminta Miki untuk memanjangkan rambutnya.


Di kelas 2 kali ini, ia duduk di barisan 1 paling kiri yang berarti dekat dengan jendela. Tempat duduk seperti ini adalah tempat yang sangat menyenangkan bagi Miki karena ia merasa tenang bila dekat dengan jendela.


“ Lagi-lagi melamun, kamu kenapa sih? “ khawatir Kenzi yang duduk tepat di depannya.


“ Tidak, hanya bosan saja. “ Miki menopang dagu dan matanya memperhatikan kearah luar jendela.


Berbagai siswa yang sedang bermain basket, sepak bola dan hal lain-lainnya yang menurut mereka sangat menyenangkan. Seharusnya Kenzi sudah berada di lapangan karena hampir tiap hari Kenzi selalu bermain basket di lapangan saat sedang istirahat, hanya saja kali ini karena wajah Miki yang terlihat murung ia mengurungkan niatnya untuk bermain basket.


Kenzi mendekatkan wajahnya ke arah wajah Miki, “ Kenapa kamu tidak memanjangkan rambutmu sih? Kalau rambutmu panjang mungkin aku bakal suka. “ godanya.


“ Tch. “ desis Miki mendorong wajah Kenzi menjauh darinya.


Lalu, tidak sengaja ia melihat seorang lelaki yang sedang memperhatikan kearah Miki dari lapangan. Matanya tidak henti memperhatikan Miki dan saat Miki menoleh kearahnya, ia membuat sebuah senyuman manis kepada Miki.


“ Kamu kenal dia? “ tanya Miki kepada Kenzi sambil menujuk kearah lelaki tersebut.


“ Oh dia, Kimura Kitaro, adik kelas dan junior di basket. Kamu tidak tahu? Sepertinya waktu itu aku melihat kamu bersama dengan dia. “


“ Dan juga, setiap latihan dia selalu memperhatikanmu. “ jelas Kenzi.

__ADS_1


“ Tidak, aku tidak kenal dia. “


“ Kamu yakin? “ Kenzi meyakinkan. Miki menganggukan kepalanya, ia sama sekali tidak mengenal Kitaro.


“ Miki! “ panggil Rei dari arah luar.


Iya, Rei dan Miki sudah tidak sekelas lagi.


“ Hari ini mau ada rapat, mau ikut? “ Rei mendekati Miki tanpa memperdulikan Kenzi yang tengah berbicara dengan Miki. “ Sepertinya aku ikut. “ jawab Miki.


“ Ngomong-ngomong kamu sudah makan siang? Mau makan bersama? “ ajak Rei.


“ Belum, baru mau. “


“ Kalau gitu, makan bersama. “ Rei mengambil bangku dan duduk di sebelah Miki. Kenzi yang merasa risih langsung beranjak dari kursi dan keluar dari kelas.


Sunday, 5:00 a.m


Hari Minggu adalah hari untuk beristirahat, bermain atau mengerjakan hal yang penting selain bersekolah. Begitu juga dengan Miki, setiap hari Minggu ia selalu lari pagi bersama Kenzi.


Karena di hari Minggu juga Miki tidak bisa berdiam diri di rumah saja, tubuhnya memintanya untuk bergerak terus-menerus. Dan satu hal lagi, sebentar lagi Inter-high akan dimulai, Miki tidak bisa berdiam saja. Ia harus berlatih dengan keras lebih dari tahun kemarin, karena tim Seido kalah saat berada di Final.


Tepatnya, SMA Seido kalah melawan SMA Inuyashi dan dalam anggota Inuyashi terdapat satu-satunya rival Miki. Dia adalah ace putri nomer 1 Hirai Akemi, hanya Akemi satu-satunya lawan yang dapat seimbang dengan Miki.


Bukan hanya seimbang, bahkan Akemi bisa dapat lebih hebat dari Miki. Akemi sama sekali tidak punya kelemahan sedikitpun, ia adalah kapten SMA Inuyashi dan Ace tim Inuyashi. Untuk mengalahkannya tidak hanya tekad saja yang dibutuhkan, tapi ia membutuhkan latihan keras setiap hari tanpa mengeluh.


Pikiran Miki yang teringat tentang kekalahan tahun kemarin membuatnya segera mengganti baju dan keluar rumah untuk lari pagi.


“ Dingin. “ keluh Kenzi yang sudah berdiri di depan rumah Miki.


“ Kamu sudah datang? “ tanya Miki sambil menutup pagar rumahnya.


“ Tentu saja, kamu tidak lihat? “ jawab Kenzi dengan nada menyebalkan.


“ Ayo, lari. “ ajak Miki yang mulai berlari pagi mengitari perumahaan rumahnya, sekolah dan jalan-jalan lainnya.


Sudah lebih dari 2 jam Kenzi dan Miki terus berlari tanpa henti, sampai akhirnya berhenti di tengah jembatan penyebrangan jalan. Mereka melihat kendaraan mobil, motor, bus dan kendaraan lainnya dari atas.


Kebisingan yang terdengar membuat Miki tersenyum mengingat kenangan 1 tahun sebelumnya, saat ia terus menangis tidak hentinya dan ketika itulah Kenzi datang. Satu-satunya teman yang berharga untuknya, dan Miki sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa apapun itu ia tidak akan melepaskan Kenzi.


“ Terimakasih, sudah membuat hari-hariku selama 17 tahun ini menyenangkan. “ ucap lembut Miki yang membuat pipi Kenzi memerah seketika.


“ Kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu? Lagipula, kita baru benar-benar berteman saat berumur 5 tahun. “ pekik Kenzi.


“ Tetap saja aku berterimakasih mempunyai teman sepertimu. “ Miki menolehkan kepalanya kearah Kenzi dan membuat lengkungan senyum yang indah untuk ditatap.


“ Tii..daakk..peerr.lluu..mengu..capkan..teri..maa.kaasih “ gugup Kenzi karena melihat senyuman Miki.


Namun, mata Miki melebar melihat seorang lelaki yang berada di belakang Kenzi, mata mereka saling bertemu satu sama lainnya. Kenzi yang aneh dengan wajah Miki yang sudah berbeda, langsung membalikkan badannya melihat seseorang yang tengah ditatap oleh Miki.

__ADS_1


Dan dia, tidak lain tidak bukan adalah Takahashi Hiro.


__ADS_2