
Andre sudah mengantar kembali hanna menuju rumah sakit, setelah acara sarapan pagi mereka berakhir, Andre tersenyum manis sambil memandangi wajah manis sosok wanita Yang ada di sampingnya,
"aa, jangan begitu aku malu, " ucap hanna seraya menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya,
Andre tersenyum melihat tingkah menggemaskan hanna, ia menarik ke dua tangan yang menutup wajah hanna,"cantik, dan aku sangat mencintaimu," ucapan andre mampu membuat hati hanna berbunga bunga,
"jangan pernah berpaling ke lain hati sayang," ucap andre sambil menggenggam telapak tangan hanna,
hanna tersenyum dan mengangguki ucapan andre," baiklah aku harus kembali bekerja sekarang," ucap hanna hendak membuka pintu mobil milik andre,
"sebentar," andre mencegah hanna dan ia segera keluar dari dalam mobil,
"silahkan tuan putri," ucap andre sambil membukakan pintu mobil untuk hanna,
"terimakasi pangeran ku," ucap hanna sambil mencium pipi andre,
hati Andre sangat berbunga bunga saat mendapatkan ciuman dari hanna, "aku akan menikahimu sayang, " ucap Andre sambil memandanangi hanna sebelum masuk ke dalam rumah sakit,
"ku tunggu janjimu, " hanna berucap sambil berjalan tangannya ia lambaikan ke arah Andre Yang masih berdiri di belakangnya,
__ADS_1
"I love you, " teriak Andre
hanna tak membalasnya ia malah berlari karena malu saat mendengar ungkapan cinta dari kekasihnya,
Andre kembali memasuki mobilnya, Dan segera pergi dari rumah sakit,
kini mobil andre telah terparkir sempurna di halaman parkiran perusahaan miliknya, ia masuk sambil tersenyum,
Sekertaris Adnan, dari tadi mondar mandir di depan ruang kerja presdirnya,"kemana anda tuan, dan kenapa ponsel anda tidak aktif, " raut wajah adnan sudah pias, bagaimana tidak sedari tadi ia menghubungi ponsel andre namun sayang ponsel andre tak kunjung aktif,
andre Yang baru saja menapakkan kakinya dan berjalan ke arah ruangannya tiba tiba menautkan alisnya melihat sekertaria adnan Yang mondar mandir bagaikan cacing kepanasan,
"yaampun, tuan dari mana saja, " Tanya sekertaris adnan sambil membukakan presdirnya itu pintu ruangannya,
🌴🌴🌴🌴
ospek Yang di jalani Lisa berakhir dengan peluh membasi seluruh tubuh semua mahasiswa Dan mahasiswi baru,
"ah, panas banget lagi, " ucap Lisa sambil menyandarkan dirinya di tubuh Denny,
__ADS_1
"lu berat tau ga sih, " Denny mendong tubuh Lisa Yang menjadikan dirinya sandaran,
"pelit amat lu, ga gue anter lu pulang, baru tau rasa lu, " sinis Lisa Yang hendak pergi meninggalkan Denny,
"eits, gitu aja kok marah, nih nyender lagi, " Denny menarik kembali tangan Lisa Dan membiarkan Lisa kembali menyandar di tubuhnya,
tomy Yang berdiri di belakang Lisa langsung saja menarik tangan Lisa dan berjalan meninggalkan denny sendirian, "hey ," teriak denny namun di acuhkan oleh dua orang itu,
"sayang, aku pernah bilang jangan terlalu dekat dengan denny aku tidak suka itu, " jelas panjang lebar tomy
lisa tersenyum, " jangan bilang kamu cemburu pada wanita itu, " lisa menertawai kekasihnya itu,
"kamu ini, " tomy mencubit hidung mancung kekasihnya itu,
"sayang sakit, " ucap lisa sambil mengelus hidungnya yang memerah,
"pulang yuk," ucap lisa sambil merangkul lengan tomy yang masih terlihat cemberut,
tomy hanya memandangi wajah imut lisa, ia tak bisa lama lama merajuk karena ia sellu tergoda dengan pipi gembul lisa,
__ADS_1
"aku akan mengantar mu, " jlebb, lisa terdiam mendengarkan ucapan tomy,