Love Me

Love Me
Membingungkan.


__ADS_3

Saddam turun terlebih dulu dari mobil, kemudian membantu Za turun, sebelum mengitari mobil itu membukakan pintu untuk Alana dan Putranya.


" Paman, apa ini tidak terlalu berlebihan." Ucap Alana, menelisik bangun megah berlantai, dihadapannya. " Bagaimana cara membersihkannya nanti." Lanjutnya lagi, membuat Saddam mengeleng kepalanya.


" Jangan pikirkan soal itu sweetie, Karena kamu memiliki lebih dari sepuluh asisten rumah tangga yang akan membantu kamu mengurus rumah ini dan Anak-anak kita. " Bisik saddam seraya mengecup sekilas pipi Alana." Kamu bisa menambah lagi asisten rumah tangga jika masih merasa kerepotan." Lanjutnya membuat Alana tidak bisa berkata-kata. terlahir dari keluarga sederhana dan terlalu lama hidup seperti itu membuat Alana lupa akan kekayaan suaminya.


" Selamat datang orang hilang." Ucap Deby, Membuyarkan lamunan Alana. Dia pun menatap kepada wanita cantik yang kini tengah melangkah menuruni sedikit anak tangga untuk menghampiri mereka di ikuti Andika di belakangnya. " Wow, kamu tetap sama! Masih terlihat imut dan menggemaskan walaupun sudah Lima tahun kita tidak bertemu." Puji Deby sambil mencubit pipi Alana layaknya seorang anak kecil, begitu langkahnya berhenti tepat di depan Alana.


" Tapi sayang aku adalah seorang ibu anak dua sekarang, bukan bocah SMA yang kepincut om-om." Sahut Alana dengan sedikit guyonan membuat Deby tertawa.


" Alana, Alana! Kamu itu masih terlihat seperti bocah SMA! Jika berjalan berdampingan dengan Pria itu, membuat kamu terlihat seperti suger baby-nya dan tidak terlihat seperti istrinya, kalau tidak percaya! Coba saja kamu berjalan di mall, sambil menggandeng tangannya! Aku yakin semua pengunjung akan menatap ke arah kalian dan menggosipkan kamu." Lanjutnya, tanpa mempedulikan tatapan mengerikan yang di tunjukkan saddam kepadanya.

__ADS_1


" Sultan! Minta istrimu, untuk menutup rapat mulutnya, Sebelum kesabaran aku habis dan menutup mulutnya untuk selama-lamanya." Ancam Saddam dengan tatapan serius, walaupun ucapannya itu hanya sebuah gertakan semata. " Ayo sweetie, kita abaikan wanita yang merindukan belaian itu dan mari kita keliling rumah kita." Ujar saddam, menarik tangan Alana sebelum wanita itu sempat untuk melakukan protes atas ucapannya barusan dan berjalan melewati Deby serta Andika begitu saja. Keduanya bahkan lupa, Jika meninggalkan Ken dan Za. Untung saja masih Ada Alena, Jadi kedua bocah itu tidak terlalu menghiraukan Alana dan saddam yang meninggalkan mereka begitu saja.


" Sayang maaf! Ayah melupakan kalian berdua." Ucap Saddam yang Kembali menghampiri kedua anaknya dan mengangkat Keduanya layaknya karung beras, kemudian berlari kecil menaiki anak tangga menyusul sang istri.


Ken dan Za, yang di perlukan seperti itu! Bukannya merengek! Mala tertawa kesenangan.


" Selamat datang kembali Al." Alana hendak mendorong pintu rumahnya agar terbuka! Tetapi pintu itu sudah di buka lebih dulu oleh Naya dan memberinya ucapan selamat datang. " Apa kabar?" Tanya Naya sembari tersenyum hangat kepada Alana.


" Baik, seperti yang kamu lihat." Jawab Alana, sambil menganggukkan kepalanya, kemudian memeluk tubuh Naya lebih dulu." Aku kangen banget sama kamu Nay." Ucapnya lagi kepada Naya.


" Sweetie, Naya nanti kalian lanjut lagi! Karena Za dan Ken sudah lapar dan butuh istirahat." Ucap Saddam, membuat pelukan kedua wanita itu terlepas. Dan kemudian sama-sama tertawa saking senangnya.

__ADS_1


" Ini pasti Za dan Ken! Yang di bilang menyebalkan itukan sama Paman Sultan." Ujar Naya. Wanita itu langsung mengambil Za dari tangan saddam menggendongnya sambil mencium pipi Khanza dengan begitu gemasnya sebelum melangkah masuk kedalam rumah bersama-sama. Sebelum Ken sempat protes karena di bilang menyebalkan oleh Sultan.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Dua jam kemudian, Alana, Naya , Andika dan saddam! Duduk bersantai di teras balkon yang ada di lantai paling atas rumah itu. Karena Alana mendesak Naya untuk bercerita, kenapa dia tidak tinggal lagi di rumah mamanya dan ada masalah apa di antara mereka. Begitu anak-anaknya tidur siang di kamar ditemani oleh Alena.


" Andika bilang, kalian berdua sudah menikah dan memiliki satu orang putra, tapi kenapa kalian berdua seperti orang asing? Ada apa ini? Jangan buat aku bingung! Bukannya dulu kalian begitu dekat." Tanya Alana sambil menatap wajah Andika dan Naya secara bergantian. Sikap Andika mungkin masih sama hangatnya kepada Naya dan lebih hangat dari yang dulu malam! Tapi sahabatnya itu begitu dingin dan terang-terangan menunjukkan ketidak sukaannya kepada Andika tanpa peduli jika pria itu sakit hati atau tidak." Kalau kamu tidak mencintainya kenapa mau menikah dengannya?" Tanya Alana lagi.


" Dulu kamu juga tidak mencintai paman saddam dan dia juga jahat banget! Kenapa kamu mau menikah dengannya?" Alih-alih menjawab pertanyaan Alana, Naya justru balik bertanya kepada Alana.


" Ya karena keadaan dan terdesak aja." Jawab Alana apa adanya.

__ADS_1


" Dan jawaban aku juga sama! Bedanya cara kamu dan paman baik! Tapi aku dan dia tidak." Sahut Naya, sembari menatap tidak suka kepada Andika.


Pria itu hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar, karena sampai detik ini Naya bukannya membalas perasaannya wanita itu justru semakin membencinya.


__ADS_2