Love Me

Love Me
Sabar sayang.


__ADS_3

Wajah saddam terlihat begitu lelah saat mereka berkumpul di ruang makan, untuk sarapan. Kedua sahabatnya jadi bertanya-tanya dan ingin tahu apa yang terjadi dengan pria itu, hanya bisa menutup rapat mulut mereka! saat melihat Alana dan Alena sudah mengambil sarapan kepada ketiga anak itu dan Meletakkan di piring mereka masing-masing. " Paman mukanya jangan di tekuk gitu." Bisik Alana saat meletakan sarapan di atas piring saddam dengan begitu pelannya sehingga anak-anak dan orang dewasa yang tengah duduk mengitari meja makan itu tidak bisa mendengar bisikan nya.


Sementara Saddam sendiri hanya tersenyum masam kepada Alana, sembari mengangguk kepalanya.


Melihat ekspresi yang di tunjukkan Saddam Alana ingin tertawa, tetapi ia kasihan kepada suaminya itu.


Jangankan Saddam dia sendiri pun kesal banget karena di ganggu pas lagi enak-enaknya. Yang lebih kesalnya lagi dia hampir sampai tapi, Sudahlah Alana tidak ingin membayangkan kejadian pagi tadi, dimana ia di ganggu oleh Kenzo, putranya.


Hanya karena ingin segera merasakan yang namanya naik pesawat. Ken bangun lebih awal dari biasanya dan menganggu kesenangan orang tuanya.


Saddam segera menyelesaikan sarapannya kemudian meninggalkan ruang makan itu terlebih dulu, membuat Sultan dan Aaron semakin bingung sekaligus bertanya-tanya, sementara Alana yang tahu suasana hati suaminya saat ini. Mempercepat makannya, begitu selesai ia langsung menyusul saddam.


Begitu mendapati Saddam tengah duduk di ruang tengah sambil menonton berita bisnis di televisi berlayar besar itu. Alana langsung melingkar kedua tangannya pada leher Saddam dan mencium pipinya. " Kamu marah sama aku." Tanya Alana, seraya menatap wajah suaminya dari samping.

__ADS_1


Saddam dengan cepat mengeleng kepalanya. " Nggak." Jawabnya.


" Marah sama Ken?" Tanya Alana lagi.


" Kesel sih iya! Manusiawi, tapi kalau marah sama dia. Nggaklah, aku tahu Ken itu hanya anak-anak sweetie. Hanya saja kepala semakin pening aja! karena kebutuhan aku nggak terpenuhi. Membuat mood aku jelek. Tapi aku berani bersumpah, aku nggak marah sama kamu apalagi sama anak kita." Jelas Saddam, sambil menarik tangan Alana, membuatnya mengitari sofa yang ia duduki sebelum membawa wanita itu ke pangkuannya. " Aku sayang sama kalian! Walaupun aku sangat amat menginginkan hal itu. Tapi aku tidak akan marah hanya karena keinginan aku harus di tunda. Untuk sekarang kalian yang paling penting." Lanjutnya seraya memeluk tubuh Alana yang berada di pangkuannya.


" Ayah, kenapa bunda dipangku, kan bunda bukan anak kecil." Za, yang baru saja datang, Langsung menegur kedua orang tuanya! Membuat mereka salah tingkah.


Alana langsung berdiri dari pangkuan Saddam dan duduk di samping pria itu, sambil merapikan rambutnya yang masih sangat rapi. Dan Saddam hanya bisa mengaruk pelipisnya yang tidak gatal. " Ayah kenapa ayah diam, ayah belum menjawab pertanyaan Za loh yah." Tanya Khanza saat pertanyaannya tidak di jawab oleh kedua orangtuanya.


" Ayah! Ken udah selesai sarapan nih. Kapan kita naik pesawatnya." Tanya Ken begitu anak itu selesai sarapan dan bergabung dengan saudari dan kedua orang tuanya di ruang tersebut.


" Tunggu om Sultan dan om Aaron dulu, ya sayang. " Jawab Alana.

__ADS_1


" Kenapa mereka lama sekali! Ken kan udah nggak sabar pengen naik pesawat." Keluh bocah itu.


" Sabar sayang." Ujar Alana lagi, Ken pun hanya mengangguk dengan bibir yang sengaja di manyun-kan.


Beberapa saat kemudian, mereka semuanya telah duduk di dalam mobil Sultan, yang akan mengantar mereka menuju bandara.


Ketiga anak itu nampak begitu ceria dan tidak sabar untuk melihat burung besi itu . Mobil yang di supiri oleh supir pribadi Sultan itu langsung membawa mereka ke runway dan langsung naik pesawat dari tarmac.


" Wow besar ya." Ucap Khanza


" Hebat! Ken juga mau! punya pesawat seperti ini."


" kok lebih besar dari yang ada di langit."

__ADS_1


Dan masih banyak kekaguman yang di tunjukkan ketiga anak itu.


Mengingat pesawat yang akan mengantar mereka adalah pesawat pribadi milik Saddam, Sultan meminta assisten-nya yang berada di sini untuk mengurus segala keperluan mereka sebelum pesawat itu terbang nantinya.


__ADS_2