Love Me

Love Me
Ucapan waktu itu.


__ADS_3

Pulang sekolah, Alana tidak pulang ke rumah kakak iparnya, Tetapi ia langsung menuju perusahaan Saddam. Tanpa memberi tahu pria itu terlebih dulu.


" Selamat siang Mbak! Paman Saddam nya adakan?" Tanya Alana kepada Sekertaris-nya Saddam setibanya ia di lantai atas gedung perusahaan milik keluarga suaminya itu.


" Siang juga Al! Bos lagi meeting. Kamu tunggu aja di ruangannya. Kalau butuh sesuatu, seperti biasa, langsung masuk minta sama aku ya." Ucap wanita itu dengan begitu hangatnya. karena wanita itu sudah tahu siapa Alana dan sepenting apa alana untuk atasan mereka. " Mau aku antar." Tanya wanita itu lagi.


Tetapi Alana mengeleng kepalanya." Nggak usah mbak, aku bisa sendiri! Mbak lanjutin aja kerja mbak ." Balas Alana . Kemudian berjalan keruang Saddam.


Setibanya dia di ruang Saddam! Alana langsung meletakkan tas di atas meja kemudian berbaring di sofa sambil memainkan ponselnya. Menunggu Saddam selesai meeting, karena terlalu lama menunggu Alana pun tertidur.


Satu jam berlalu, Saddam akhirnya kembali dari ruangan meeting, tetapi pria itu tidak sendiri, Karena Ada Aaron dan Sultan bersamanya.


" Dam dia siapa?" Tanya Aaron. Saat menyadari keberadaan Alana.


Dan hal itu membuat jantung Saddam hampir lepas dari tempatnya saat menyadari orang yang di tanya Aaron itu adalah Alana, istrinya yang sedang tertidur. *sejak kapan dia disini! Kenapa tidak ada yang memberi tahu aku* Tanya Saddam dalam hati.


" Jadi dia main baru kamu itu?" Tanya Aaron lagi. " Boleh di coba nih!" Lanjutnya sambil berjalan menghampiri Alana yang masih tertidur dan tidak terusik sama sekali dengan kehadiran ke tiga pria itu.


" Jangan menyentuhnya." Tegas Saddam, sembari menahan tangan Aaron yang terulur, hendak memegang pundak Alana. " Jangan menyentuh wanitaku." Ulang Saddam penuh penekanan di setiap katanya.


" Dam__ Hahahhaa." Pria itu langsung tertawa. " Apa kamu sudah mulai mencintai satu wanita lagi." Tanya Aaron dengan nada mengejek." Tapi jika di lihat-lihat dia cantik juga. Dan jika benar tebakan aku! Kamu tentunya tidak lupa bukan dengan kata-kata kamu waktu itu. Jika ada wanita yang kamu cintai, kamu dengan suka rela akan memberikan wanita itu untuk kita nikmati__ Apa dia orangnya." Suara tawa Aaron yang keras dan volume suaranya yang cukup tinggi saat berbicara membuat Alana terbangun tetapi wanita itu tetap memejamkan matanya.


" Ya aku mencintainya! Tapi aku juga tidak akan memberikan dia kepada siapapun termasuk kamu." Tegas Saddam. " Dan jangan coba-coba menghancurkan persahabatan kita dengan masalah ini."


" Aaron, lupakan saja tentang ucapan Saddam waktu itu! Anggap saja dia sedang mabuk dan berbicara omong kosong." Sultan pun ikut mengingatkan Aaron.

__ADS_1


" Ayolah kawan. Ini hanya seorang wanita. Jika dia berhasil membuat sadar seorang Saddam berarti dia sangat spesial dan aku pun ingin merasakannya sesuai ucapan Saddam waktu itu. Ini tidak ada hubungannya dengan persahabatan kita dan sebagai lelaki sejati dia harus membuktikan ucapannya." Desak Aaron membuat Sultan terdiam. " Kali ini aku tidak akan menyentuhnya! Tapi aku akan menunggu hari dimana kamu sendiri yang mengantarkannya ke Apartemen Aku. Aku pergi." Ucap Aaron sambil menepuk pundak Saddam, kemudian berbalik keluar dari ruangan kerja Saddam. Begitu Aaron pergi Sultan pun pamit pergi. Meninggalkan Saddam yang kini terduduk di sofa yang berhadapan dengan sofa dimana Alana tertidur. Pandangannya tidak lepas dari wajah damai Istrinya.


Cukup lama Saddam berdiam diri sambil menatap wajah Alana. Hingga dering telepon di atas meja kerja mengusik kesenangannya. Pria itu pun berdiri dari tempat duduknya, berjalan ke arah meja kerjanya! Kemudian mengangkat telepon itu.


" Kamu sudah bangun sweetie." Tanya Saddam, begitu ia mengakhiri panggilan telepon itu dan menyadari Alana telah bangun.


" Hmmmm, jam berapa ini paman! Aku lapar sekali." Tanya Alana seakan dia tidak tahu apapun. Padahal dia mendengar semua pembicaraan mereka tadi.


" Ya Tuhan sweetie. Kamu belum makan." Sahut Saddam. Ia kemudian menghubungi sekretarisnya untuk memesan makanan segera kepada istrinya itu.


" Aku tadi tidak sempat makan siang paman! Begitu pulang sekolah aku langsung kesini. Tahunya paman sedang meeting. Aku sengaja menunggu paman selesai biar kita bisa makan siang sama-sama tapi aku malah ketiduran karena paman meetingnya lama." Akunya dengan wajah sebelnya. Membuat Saddam merasa bersalah.


" Maaf ya sweetie."


" Jika kamu ingin menginap di sana! Malam ini kita akan menginap di rumah orang tuamu." Sahut Saddam tetapi Alana mengeleng kepalanya.


" Bukan kita paman! Hanya aku, apa paman lupa, di sana ada Alena, dia kan juga belum tahu tentang pernikahan ini." Ucapan Alana membuat Saddam mengusap wajahnya, pria itu terlihat begitu gusar! Tapi pada akhirnya ia mengizinkan Alana untuk menginap di rumah orang tuanya.


Setelah mendapatkan izin dari Saddam dan menghabiskan makan siangnya, yang di pesan sekertaris Saddam, Alana langsung bergegas untuk pulang. Saddam sempat menawarkan diri untuk mengantarnya tapi Alana menolak dengan alasan tidak ingin Alena curiga.


Dalam perjalanan pulangnya, Alana mampir terlebih dahulu di mini market, membeli bahan makanan serta beberapa cemilan untuk dia dan Alena.


Alana sampai di rumahnya sore hari dan dia tidak menemukan Alena di rumah. Bersyukurnya Alena menyimpan kunci di tempat biasanya mereka menyimpan kunci. Jadinya Alana bisa masuk kedalam rumah dan beristirahat.


" Kamu dari mana?" Tanya Alana. Begitu saudari kembarnya itu pulang.

__ADS_1


Alena hanya tersenyum, sembari menunjuk beberapa tempat kue yang ia pegang dan bahan belanjanya. " Setiap pagi, aku menitip kue buatan aku di kios-kios kecil di sekitar sini. Dan sore hari aku mengambil hasilnya sekaligus belanja bahan-bahan baru untuk aku olah buat dagang aku besok pagi. " Jawab Alena membuat Hati Alana sedikit teriris. Di sana dia hidup serba ada dan disini Alena tengah berjuang menata hidupnya untuk lebih baik dan tidak selalu bergantung kepada-nya. walaupun Alana ingin saudarinya itu mandiri tapi hatinya tetap sakit melihat ia berusaha seperti itu " Oh iya! Kamu tahu, pertama kali aku membuat kue. Banyak ibu-ibu yang komplain! Tapi masih ada juga loh yang memberi saran aku harus ini dan itu! Alhasil kue aku sekarang banyak di gemari dan di tunggu. Itu sih kata pemilik kios, benar atau nggak-nya nanti kamu coba ya." Ujar Alena, menceritakan pengalaman pertama membuat kue kepada Alana.


Dan sikapnya itu, membuat Alena terlihat seperti orang lain di mata Alana. Sampai wanita itu tidak sadar, kedua sudut matanya basah, melihat Alena yang sekarang.


" Oh iya! Kamu datang jam berapa? Aku pikir kamu nggak akan datang__ kok kamu malah sedih, ada kata-kata aku yang menyinggung kamu?" Tanya Alena lagi.


" Nggak, aku senang aja lihat kamu yang sekarang."


" Berarti yang dulu kamu nggak suka ya sama aku."


" Sedikit tapi aku tetap sayang kok sama kamu." Jelas Alana." Sekarang kita lupain yang telah berlalu dan kita mulai semua dari awal bersama-sama." Lanjut Alana sembari mengambil bahan belanjaan Alena, kemudian membawanya ke dapur.


Malam itu kedua wanita itu menghabiskan waktu bersama. Makan malam bersama, belajar bersama dan tidur bersama.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading...💝💝...

__ADS_1


__ADS_2