
lisa baru saja menyelesaikan ritual mandinya setah lama berada di dalam kamar mandi,"bodoh, " lisa mentoyor kepalanya sendiri dengan tangannya,
kini ia sedang mondar mandir di dalam kamarnya pintunya sudah ia kunci rapat rapat, bagaimana bisa dirinya kecolongan seperti tadi, dan lagi pula siapa yang berani beraninya membiarkan andre masuk ke dalam kamarnya,
"ah, sial," bahkan kini tangan lisa sudah meninju ninju udara di dalam kamarnya,
lisa berulang kali menghembuskan nafasnya di udara menetralisir rasa geram yang memenuhi relung hatinya, iangin sekali lisa menghabisi andre saat ini, " awas saja akan ku buat perhitungan, aku akan meninjumu memukulimu supaya wajahmu itu babak belur, " lisa memperagakan tangannya yang akan menonjok wajah andre
sedangkn di luar tepatnya di ruang tengah andre dan tuan gunawan masih duduk berbincang, mereka berdua memang nyambung dalam urusan pekerjaan, sebenarnya andre itu sikapnya ramah jika di ajak berbicara, namun juga tergantung lawan bicaranya,
nyonya maya keluar dari dalam kamarnya henfak ikut bergabung duduk bersama suaminya namun baru saja hendak duduk ia sudah melihat andre yang lebih dahulu dusuk bersama suaminya di sana,
"masi di sini, " sinis nyonya maya menatap andre dengan seksama,
andre tersenyum, sebenarnya jauh di dalam batinnya ia sangat tidak menyukai mertuanya yang perempuan namun melihat tuan gunawan yang begitu baik dan berjiwa ramah membuat andre tak bisa berkutik,
__ADS_1
"silahkan pulang, pintunya ada di sana, " bahkan dengan berani nyonya maya menunjukkan arah pintu rumahnya yang memang sudah terbuka lebar.
"mama, " tuan gunawan meneriaki istrinya yang sudah begitu lancangnya berbicara terhadap suami dari anaknya itu,
"tolong jaga bicaranya ya ma, bagaimana pun dia suami lisa putri kita, " suara tuan gunawan kebali mengecil saat mengucapkan kata katanya,
nyonya maya menjadi terdiam, baru kali ini ia mendengar dirinya di bentak dengan keras bahkan ini di depan orang lain,
"jangan bilang papa sekarang membela dirinya, " ucap nyonya maya sambil menunjuk ke arah andre,
andre hanya bisa mengepalkan tangannya sambil bergerutu di dalam hatinya, "sialan, " mungkin itulah batin andre saat ini,
lisa dengan malasnya kini keluar dari dalam kamarnya setelah dirinya rapi berpakaian dan parfume nya begitu wangi bahkan bau parfume nya kini langsung menelusik ke dalam hidung yang menciumnya,
"pagi pa, ma, " Ucap lisa malas dirinya langsung berlalu pergi ke ruang makan,
__ADS_1
andre yang melihat kedatangan lisa langsung bangkit dan berjalan menghiraukan kedua mertuanya itu,
"ayo kita pulang, " ucap andre yang kini sudah berdiri di belakang lisa,
lisa melirik sekilas ke arah andre lalu kembali membuang wajahnya ke arah depan, ia merasa malas, untuk apa andre mengajak dirinya pulang, bukankah bagus jika mereka berjauhan seperti ini toh mereka tak seakrab itu,
andre kembali geram bahkan kini tangannya kembali terkepal, "ayo ikut aku pulang, " andre kembali bersuara namun sayang ia tak mendapatkan jawaban dari lawan bicaranya,
melihat sang anak yang acuh tuan gunawan mendekati mereka berdua"Nak," kini tan gunawan memegang bahu sang putri,
lisa menatap papanya, namun ia tak memberi suara maupun respon apapun, lisa hanya diam saja,
"ayo ikut suamimu pulang ya, " tuan gunawan merasa iba dengan menantunya karena ia memang mengetahui sikap dan watak sang anak yang memang keras kepala,
"No, " dengan secepat kilat lisa membantah ucapan papanya,
__ADS_1