
Lisa memberhentikan motornya di tepi jalan dekat taman ia duduk di salah satu bangku sambil melepaskan helm di kepalanya,
"heh, lisa menghembuskan nafasnya kasar, merasa bingung dengan apa yang menimpanya saat ini,
"mikir bodoh, " umpat lisa pada dirinya sendiri,
lisa tersenyum miris sambil netranya menatap lurus ke depan, "bagaimana jika semua ini terbongkar suatu hari nanti, dan apakah tomy mau menerimaku jika aku sudah berstatus janda, " ucap lisa
"haha, lisa si janda muda, " lisa mengejek dirinya sendiri "ah, bodoh bodoh, " kembali merutuki dirinya sendiri,
kembali, lagi lagi lisa kembali menghembuskan nafasnya, ia hanyalah manusia biasa air matanya kini mengalir membasahi pipinya,
"mengapa dunia seakan mempermainkanku, " batin lisa sambil menangkup wajahnya dengan ke dua tangannya,
Lisa bermonolog sendirian, "awas Lo faradhila gue belum puas balas dendam, " hati Lisa kembali bergemuruh
……………
__ADS_1
berbeda halnya jika lisa saat ini merutuki dirinya lain hal dengan Andre ia kini tersenyum bahagia sambil mengejarkan pekerjaanya yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya,
"aku akan tetap menikahimu apapun resikonya, " lagi lagi Andre mengulangi kata katanya,
asisten dean memasuki ruangan presdirnya ia duduk di atas sofa sambil kakinya bertumpu pada kakinya yang satunya lagi, "heh, " dean menghembuskan nafasnya kasar,
"kenapa lagi, " ucap Andre tanpa melirik ke arah dean,
"pusing gue, " jawab dean sambil memijit plipisnya,
"bukan lu ya namanya kalau ga pusing, " ucap abdre namun pandangan dan matanya tetap sibuk mengerjakan pekerjaannya,
andre yang mendengarnya hanya bisa tersenyum, "cari pacar makanya, " bukannya memberikan solusi andre malah mengejek asistennya itu,
"Resek lu, " kesal dean,
"kita berangkat meetingnya sekarang juga, " tutur dean mengingatkan agenda andre, dan andre hanya mengngguki ucapan asistennya itu,
__ADS_1
kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang di kendarai dean, " eh, em, gimana sama misi lu yang kemaren, " tanya dean dengan misi andre yang akan menjebak musuhnya di rumah kosong,
pandangan andre yang semula sibuk dengan tab yang ada di pangkuannya kini mengalihkan pandangannya menatap dean dengan intes,
"Gagal, " singkat, dan andre kembali fokus melihat layar tabnya,
dean hanya bisa mengngguk, sambil terus fokus menyetir mobil,
lisa kini sudah berdiri dan memasang kembali helmnya, "sudahlah, bodoamatlah, cape pala gue mikir, " ucap lisa sambil menaiki motornya dan berlalu pergi,
dari tadi gerak gerik lisa di tangkap sepasang mata yang berada di dalam mobil, yah dan dia adalah sekertaris dean, "cantik, " gumam dean di dalam hatinya sambil memelankan laju mobil yang ia kendarai,
"ada masalah, " ucap andre yang merasa ada yang aneh, pasalnya tadi dean mengendarai mobil dengan laju yang agak kencang namun mengapa tiba tiba saat ini laju mobil semakin pelan,
"eehh, gada, " ucap sekertaris dean dan kembali melajukan mobil dengan kecepatan stabil seperti awal,
"siapa wanita itu, " kini fikiran dean menerawang kemana mana, " ah, mana cantik banget lagi, " bahkan kini di bibirnya terbit seulas senyuman yang manis,
__ADS_1
hingga mobil telah berhenti sempurna di depan coffe shop tempat mereka akan melakukan meeting,
andre merapikan jasnya dan melangkah memasuki coffe shop,