Love Me

Love Me
Bertanya-tanya


__ADS_3

" Kamu lapar nggak?" Tanya Saddam. Keduanya kini sedang berada dalam perjalanan menuju apartemen.


" Iya aku lapar paman, lapar banget malah." Jawab Alana dengan sedikit memelas. Bagaimana dia tidak lapar, untuk memuluskan aksinya Alana nekat hanya makan sesendok dan minum air putih saja. Bersyukurnya Andika peka dan memasakkan dia infus. Kalau tidak bisa mati benaran dia.


" Lain kali jangan gitu lagi ya." Ucap Saddam, mengingatkan istrinya itu, sembari menatap sekilas kepada Alana kemudian kembali fokus untuk menyetir. Dan sikap Saddam yang seperti ini membuat Alana bingung sekaligus bertanya-tanya.


*Kepala dia kejedot dimana ya! Kok bisa manis banget. Tapi nggak papa alana! Mumpung masih baik. Nikmati aja dulu Al! Nggak usah banyak ngeluh.* Ucap Alana dalam hati sembari menatap Saddam yang tengah fokus menyetir itu.


" Kenapa? liatin aku kok gitu banget Hmm?" Ucap Saddam sembari mengusap kepala Alana. Dan Alana hanya menjawab dengan mengeleng kepalanya.


" Kita beli makan di situ aja paman." Ucap Naya sembari menunjuk, tempat makan yang buka dua puluh empat jam. Yang baru saja mereka lewati.


Saddam pun segera menghentikan laju mobilnya, kemudian memutar balik dan masuk ke parkiran, kedai makan cepat saji yang di tunjuk Alana. " Kamu mau makan disini atau mau di bawah pulang." Tanya Saddam, sambil membuka sabuk pengamannya.


" Bawang pulang aja paman, Nanti kita makan di rumah! Udah malam juga kan ini, sekalian habis kita bisa langsung istirahat." Sahut Alana, karena waktu kini telah menunjukkan pukul satu malam.


Saddam mengangguk. " Ya udah kamu tunggu disini, biar aku yang pesan." Alana mengangguk setuju, dan ia tetap berada di dalam mobil sementara Saddam keluar dari mobilnya dan masuk kedalam kedai makanan itu, memesan makanan untuk istrinya.


Lima belas menit berlalu Saddam pun keluar dengan membawa dua kantung berisi makanan yang ia beli di dalam mana.


" Paman! Sebanyak ini, siapa yang akan menghabiskannya?" Tanya Alana setelah mengecek isi di dalam kantung itu.


" Kamu! Aku tidak makan-makanan seperti itu." Sahut saddam sembari membuka botol minuman bersoda yang ia beli di kedai makanan tadi, setelah itu ia kembali menjalankan mobilnya. Sementara Alana memilih menikmati makanan itu di dalam mobil, tanpa dia tahu suaminya itu sangat anti dengan hal itu. Tapi anehnya, Saddam pun tidak menegurnya.

__ADS_1


Setibanya di parkiran Apartemen, Alana sudah tertidur dan makan yang ia beli masih banyak.


Saddam melepaskan sabuk pengamannya, kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya kemudian menghubungi orang suruhannya untuk membawa mobilnya agar segera di bersihkan. Selesai menelpon Saddam kembali menyimpan ponselnya di tempat semula. setelah itu ia keluar dari mobilnya dan bejalan mengitari mobilnya itu dan membuka pintu dimana Alana duduk kemudian ia mengangkat tubuh Alana dan membawanya ke apartemen mereka.


Saddam meletakkan tubuh alana dengan hati-hati di atas kasur, setelah itu ia menyelimuti tubuh Alana sebelum meninggalkannya. Sebab Saddam harus menyegarkan tubuhnya yang sudah sangat gerah. Sehari kesana-kemari mencari keberadaan Alana.


...\=\=\=\=\=\=\=...


" Eegghh." Alana yang tengah tertidur pulas, mulai terusik saat merasakan sensasi yang mulai menjalar di seluruh tubuhnya, karena ulah tangan dan bibir nakal suaminya itu.


" Aku menginginkanmu sekarang." Bisik Saddam ketika melihat kedua mata Alana, perlahan mulai terbuka. " Kamu cukup menikmati saja. aku akan melakukannya dengan pelan kali ini." Lanjutnya lagi tanpa menghentikan kegiatannya.


Entah sadar atau tidak, Alana mengangguk kepalanya, kemudian memberikan Akses kepada Saddam untuk melakukan lebih lagi, saat tangan pria itu menari-nari pada paha bagian dalamnya. Bahkan akal sehatnya pun perlahan-lahan meninggalkannya begitu Saddam turun dan bermain dengan area bawanya.


" Aahhhkk, Paman." Panggilannya Saat kedua jari Saddam menelusup dan keluar masuk dengan lihainya pada lembah milik Alana, hingga membuatnya semakin basah dan merasakan sensasi lagi dan lagi. Di tambah lid-ah Saddam yang begitu lihai memutar-mutar inti kecil dari lembah miliknya, membuat Alana membusungkan da-danya dan menarik ke rambut Saddam semakin ke dalam. " Aahhh... Ughhh. pamanhh" Wanita itu mend-esah tak tertahankan ketika ia merasakan gelombang dahsyat dari dalam dirinya akan meledak.


Setelah membuat Alana sampai pada puncaknya, Saddam kembali beranjak ke atas tubuh Alana dan kedua mulai bercumbu dengan liarnya. Membuat kedua semakin gila dan menginginkan lebih. Bahkan Alana yang beberapa Minggu begitu polos dan tahunya cuma menolak dan melawan kini begitu pandai membalas setiap sentuhan Saddam. " No baby, you can't touch it! you are different." Cegah Saddam saat Alana ingin menyentuh tongkat saktinya dan melakukan apa yang pernah ia lihat di club waktu itu. " You are my wife. you are not my personal bit-ch." Lanjutnya. Kemudian membaringkan Alana dan membuka kedua pa-hanya, memposisikan tubuhnya. Memberi gesekan lembut pada permukaan lembah milik Alana sebelum mendorongnya untuk masuk.


" Ahhkkhh.." Alana sedikit meringis saat benda panjang dan tegak itu kembali memasukinya. Walaupun ini bukan pertama kalinya! Tapi tetap saja Alana akan merasa sedikit perih di awal.


Saddam pun mendiamkan benda pusakanya itu di dalam sana! Dan bermain-main dengan dua gunung kembarnya, membuat Alana semakin tidak tahan, kemudian menggoyang pinggulnya.


" Ready baby?" Alana mengangguk kepalanya.

__ADS_1


Saddam pun memulai pemain mereka. Membuat Alana merancau tidak jelas saat tubuhnya terhuyung maju mundur. Karena Saddam menghu-jamnya pelan namun begitu dalam. Saking dalamnya membuat mulut alana terus terbuka dan matanya merem melek.


Cukup lama mereka dalam posisi itu, sampai mengehentikan kegiatannya. kemudian menarik Alana untuk bertukar posisi tanpa melepaskan penya-tuan mereka . dan keduanya pun meneruskan permainan mereka sampai keduanya sama-sama mendapat pele-pasan. " Jangan tinggalkan aku, Aku akan berusaha untuk mengubah kebiasaan buruk itu." Ucap Saddam dengan Nafas tersengal-sengal. Sembari mengusap dahi Alana. " Mau lagi?" Bisik Saddam, Setelah ia mendapatkan lagi tenaganya.


" Nggak, besok aku harus sekolah." Tolak Alana. Kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Sementara, Saddam hanya membiarkan saja. Pria itu mengecup puncak kepala Istrinya dan beranjak turun dari tempat tidur. Kemudian menarik laci nakas, mengeluarkan kotak persegi, berudu hitam yang ada didalam sana. Meletakkannya di atas nakas, Setelah itu, ia membukanya, menarik tangan Alana dan menyematkan cincin itu di jari manis istrinya itu. " Jangan di lepas." Ucapnya sembari mencium punggung tangan Alana.


Alana yang sudah sangat mengantuk dan lelah hanya membiarkan Saddam melakukannya.ia pun tidak sanggup untuk mengangguk.


Setelah memasang cincin di jari manis Alana, Saddam masuk kedalam selimut dan bergabung bersama sang istri. Yang telah lebih dulu beristirahat.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..💝💝...

__ADS_1


__ADS_2