Love Me

Love Me
Chapter 03


__ADS_3

Don't copy paste


⚠️


Cerita ini murni imajinasi saya.


_________________


Suara sorak terdengar riuh, semua orang bertepuk tangan saat seorang cowok berhasil memasukan bola ke dalam ring, poin terakhir berhasil ia masukan dan jadi pemenang di pertandingan kali ini.


Seorang pria dengan tubuh tinggi menghampirinya menepuk bahunya cukup kencang "Lo hebat banget Migu" Pujinya. Miguel tersenyum tipis mendapatkan pujian dari temannya.


"Tuh liat, para cewek liat Lu kaya orang kelaparan." Andro temannya menunjuk jajaran para cewek yang melihatnya lapar. Ia sudah biasa ditatap sedemikian rupa oleh para cewek di kampusnya, bisa dibilang ia adalah idola kampus. Banyak sekali para wanita yang menyukai dirinya.


Migu mengambil tasnya yang berada di pinggir lapangan, ia ingin pulang dan beristirahat di apartemen nya untuk mengistirahatkan badannya


"Ini buat kamu." Raini temanya menyodorkan botol minuman untuknya.


Migu menggambil minuman yang di berikan Raini "Makasih" ucap migu. Raini ada segelintir wanita yang menyukainya. Ia akui hanya Raini yang berani mendekatinya, bahkan cewek ini mengakui secara terang-terangan bahwa ia menyukainya, tapi Migu sama sekali tidak punya rasa terhadap Raini.


"Cie...kalian udah jadian nih." Temanya Reno menggodanya. Migu hanya tersenyum tipis.


"Siapa yang jadin ?." Andro bertanya, iya yang baru bergabung mendengar pernyataan Reno ikut bingung siapa yang jadian.


"Itu sih Raini sama Miguel" Reno menjawab dengan senyuman jahil. Sedangan Raini tersipu malu. Pipinya sudah memerah bak tomat.


"Bener?" tanya Andro memastikan. Ia tau siapa Miguel, tak mudah bagi Miguel untuk membuka hatinya untuk seorang wanita.


"Ngga jangan pernah percaya ucapan ngawur Reno."Jawab Miguel. Ia akui Raini memang cantik, pintar, cowok mana yang tak suka pada Raini?. Tetapi tak menarik sama sekali dimatanya. Padahal banyak sekali pria yang mendekati Raini tetapi wanita ini hanya menginginkan dirinya.


Raini sedikit kesal dengan jawaban Miguel, walau begitu ia masih memamerkan senyum di wajah.


"Lu mau ikut nongkrong ngga bareng kita di caffe ?, sebagi bentuk perayaan kemenangan lu" Tawar Andro. Akhir2 ini mereka jarang sekali berkumpul. Sibuk dengan kegiatan kuliah yang lumayan padat.


"Lain kali aja, badan gue pegel semua gue mau istirahat"


"Sekali aja elah, mumpung ada waktu hari ini " Bujuk Reno, Migu menggeleng menolak ajakan mereka.


"Sorry lain kali aja yah"


"Kamu mau pulang" tanya Raini.


Migu menggangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


Raini sudah sangat kesal, Migu selalu saja menolak akan kehadiran dirinya, mungkin lelah hanyalah alibinya saja. Dua tahun ia mengejar Miguel tetapi cowok ini sangat sulit untuk di gapai.


Kurang apakah Raini?


Migu melangkah kan kakinya menuju parkiran, ia memasuki mobil melajukan mobil membelah kawasan ibu kota. Migu mengendarai mobil dengan tenang, untungnya siang ini tidak terlalu macet jadi ia tak akan kepanasan kali ini. Handphone berdering menandakan ada panggilan masuk. Migu menyambungkannya dengan Earphone ia masih waras tak ingin mencelakakan diri sendiri dengan mengangkat telfon. Nama ayahnya terpapampang jelas di layar Ia menggeser ke tombol hijau.


Suara ayahnya terdengar jelas."kamu dimana Miguel ?" tanya ayahnya.


"Aku dijalan yah " jawab Miguel, Migu mengenhentikan mobilnya saat lampu mera, Kota sangat lengang hari ini tidak seperti biasanya.


"Ayah boleh minta tolong sama kamu?" Kata Ayahnya Miguel diam tak menjawab. "Tolong jemput Haikal ya di sekolahnya " Pintahnya.


"Acara nanti malam sangat penting, bujuk adik kamu untuk pulang, kamu juga harus hadir di acara malam ini"


"Iya Yah" Migu mematikan sambungan telepon sepihak, ingin menolak pun percuma. Ia paling tidak bisa membantah atau pun menolak perintah ayahnya, padahal badanya sudah cape butuh istirahat, setelah lampu Kemabali hijau Ia memutar balik arah menuju sekolah Haikal adiknya.


______


Migu mengedarkan pandangan ke sekitar mencari sosok Haikal. Ia sudah berkeliling dan menanyakan ke semua orang. Tapi anak itu belum juga di temukan, sangat menyusakan pikirnya, sialnya anak SMA disini sangat genit-genit, bahkan ada yang meminta nomor ponselnya sebagi imbalan jika ingin tau keberadaan haikal, ia juga bukan orang bodoh yang langsung mempercayai Ia jadi risi sendiri. Kalau bukan karena suruhan papanya ia juga ogah.


"Ka Miguel" Sapa seorang di belakangnya. Migu membalikan badannya ke asal suara. seorang cewek  sedang berlari menuju ke arahnya.


"Ka migu ngapain ke sini ?." Tanya nya. Ia terengah-engah masih mengumpulkan nafasnya.


"Kamu siapa" tanya Miguel, ia sama sekali tidak mengenal cewek di depannya. Apa jangan-jangan cewek yang satu ini juga ingin menggoda nya ?, tapi cewek ini mengenalnya.


"Ouh " Haikal menatap Meni pantas saja cewek didepannya ini mengenalnya, rupanya cewek ini teman adiknya.  "Kamu tau dimana Haikal ?, saya udah nyari dia dari tadi tapi ngga Nemu juga" ungkap Migu, ia juga sudah lelah ingin segera istirahat.


"Ouh, yaudah bareng aja ka, gue juga mau ketemu sama Haikal." Ajak meni bersemangat, ia jadi bersyukur  di tinggal oleh teman-teman nya. Sebagai gantinya ia bisa berduaan dengan Migu, betapa beruntungnya dia saat ini. Gampang banget jalan yang di berikan untuk PDKT.


Miguel ragu, ia takut cewek didepannya berbohong. "Gimana ka, mau ngga gue juga mau ketemu Haikal " Tawar meni sekali lagi, Migu sepertinya menggap dirinya berbohong, emang mukanya seperti penipu kah ?. Sampai Migu tak mempercayainya.


"Oke aku ikut" putus Miguel. Ia tak punya pilihan lain, karena ia juga ingat cewek didepannya ini. Cewek yang berada di dapur rumahnya, Meni mengikuti Miguel dari belakang langkah kaki Miguel sangat cepat. Meni sedikit susah mengimbangi.


Sampai di parkiran Miguel menghentikan langkahnya, ia menatap meni heran "kenapa kamu ngikutin aku?" tanya Miguel.


"Eh," meni sedikit mendongak menatap raut muka Migu. "Gue, ngga bawa kendaraan. Sekalian nebeng ya?"


Miguel mendengus " Yaudah ayo "


Miguel memasuki mobil tanpa membukakan pintu terlebih dahulu untuk meni.


Anjayy Batin meni.

__ADS_1


Meni membuka pintu mobil dengan hati gondok matanya menatap Miguel. "Ap?." Tanya migul. "Jangan harap aku bakalan bukain pintu buat kamu, aku bukan supir kamu" Jelas Miguel, Meni menatap nya kesal. Ia sedikit membanting pintu mobil.


Mobil mulai melaju meninggalkan parkiran. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang ada mereka sama2 diam tanpa mau mengawali pembicaraan. Meni juga males ternyata Migu tidaklah menyenangkan seperti yang ada di bayangannya.


"Kemana?" Tanya Miguel.


"Caffe yang Deket dari sini" Jawab meni acuh.


Sesampainya di Cafe, Meni langsung keluar dari mobil tanpa mengucapkan satu kata pun. Biarkan ia tidak sopan, toh yang punya mobil nya ngeselin pengen banget di tabok.


"Aneh" gumam Miguel.


"Oy Meni" Varo menyapa Meni, ia melambaikan tangannya Meni Menghampiri ketiganya.


"Sama siapa kesini?." Tanya Haikal.


"Sama sopir" jawab Meni berbohong. Padahal ia kesini dengan Miguel.


"Kalian kenapa suka banget ninggalin gue" keluh Meniara, para sahabat nya ini suka sekali meninggalkannya.


"Lagian lu bokernya lama banget, " balas Gifar. Mereka tergelak membuat Meniara memanyunkan bibirnya.


"Haikal kamu di suruh pulang sama papa." Suara Miguel membuat mereka menoleh ke sumber suara.


Haikal menatap kakanya heran, tau dari mana Migu mengetahui keberadaan nya. Hari ini ia sudah susah payah menghindar dari keluarganya. Agar tidak mengikuti acara nanti malam.


"Lu tau gue disini dari mana?" tanya Haikal sewot.


"Itu ngga penting, sekarang kamu harus pulang." Balas Miguel. Ia menatap adiknya datar.


"Gue tanya Lo tau gue di sini dari siapa ?." Tanya Haikal kembali dengan penekanan. Miguel menatap meni, sedangkan  yang ditatap hanya diam Meni juga tidak tahu.


"Pulang !."


"Gue ngga mau" Haikal memalingkan wajahnya.


"Terserah kamu, yang penting aku udah nyuruh kamu pulang, pulang ngga nya kamu bukan urusan aku"  kata Miguel. Setelah mengatakan itu Miguel melenggang pergi Keluar Caffe.


"Itu kaka lu ?, gitu amat sih" sindir Varo. Menurutnya Miguel terlalu datar. Sangat formal saat berbicara Ia juga baru beberapa kali bertemu Miguel saat datang ke rumah Haikal.


"Bukan Kaka gue" balas Haikal cuek. Ia juga tak ingin mempunyai kaka seperti Miguel. Pengatur sama seperti Ayah nya.


____________

__ADS_1


Gimana sama part ini ?.


Boleh kasih kritik dan saran tapi yang sopan.


__ADS_2