
andre menghembuskan nafasnya seraya mengacak acak rambutnya tatkala mobil mewahnya berhenti di depan gerbang yang ia yakini itu adalah rumah istrinya,
"keluar ga ya, " fikir andre sambil membuka seat beltnya, mencoba berfikir berulang kali akhirnya andre memutuskan untuk keluar dari mobilnya dari pada ia harus mendengarkan ucapan tak bermutu dari papanya,
pak mukhlis satpam rumah lisa langsung memberhentikan andre, " ada apa tuan malam malam kemari, " tanya pak mukhlis yang keluar dari posnya,
"saya mau masuk ke dalam, " ucap andre sambil tangannya ia masukkan kedalam saku celana,
"memangnya nyonya muda berbuat apa terhadap tuan sehingga tuan harus mengunjungi rumah ini malam malam, dan maaf semua penghuni rumah kelihatannya sudah tidur semua, " cecer pak mukhlis panjang lebar berharap si tuan cepat pergi meninggalkan rumah majikannya,
"mheh, " andre menghembuskan nafasnya, " pak saya mau menjemput istri saya apa tidak boleh, " kini pak mukhlis terdiam sambil menganga lebar
"istri, " ucap pak mukhlis yang langsung di angguki andre,
__ADS_1
"siapa istri tuan, " tak heran pak mukhlis masih bingung dengan perkataan andre,
"istri saya lisa, dan bolehkah saya masuk kaki saya sudah pegal, " andre sebenarnya tidak nyaman tapi apa boleh buat, perintah papanya harus ia laksanakan jika tidak maka tuan mario akan berakhir di rumah sakit dan andre tidak mau itu semua terjadi.
sedangkan lisa sudah masuk dan terbuai di alam mimpinya setelah panghilan vidio call dengan kekasihnya berakhir, lisa terlihat nyenyak sekali dalam tidurnya bahkan mungkin tidak ada gangguan di alam mimpinya,
berbeda halnya dengan nyonya maya dan tuan gunawan malam ini mereka terlihat berbicara sangat serius mengenai putri semata wayang mereka,
"intinya papa harus cepat bertindak, mama tidak mau tau, " ucap nyonya maya sambil berkacak pinggang di depan suaminya,
"iya, hanya tiga kata itu, ya ampun papa intinya besok pagi papa harus selesaikan masalah ini, kasihan lisa dia terlihat terbebani dan mama tidak mau tahu pokoknya harus besok pagi, " ucap nyonya maya sambil mulai beranjak naik ke atas ranjang dan membiarkan suaminya duduk sendirian di atas sofa,
baru saja nyonya maya hendak bebaring, pintu kamarnya sudah di ketuk lebih dahulu,
__ADS_1
tok,,
"tuan, nyonya, " itu suara ketukan bi imah dari luar kamar
"hem, ada apa imah malam malam begini ketok ketok pintu, " mau tak mau nyonya maya harus turun dari ranjang dan keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi di luar sebab imah malam malam begini mengetuk pintu kamarnya.
"ada apa, " tanya nyonya maya sambil bersedekap dada di depan imah pembantunya,
"anu, nyah, di depan ada tamu, " lapor imah sambil menundukkan pandangannya,
"tamu, siapa yang bertamu tengah malam begini, " nyonya maya mulai berjalan di depan imah untuk melihat siapa gerangan tamunya selarut malam begini,
sedangkan andre yang sudah duduk di atas sofa sedang terlihat menunduk dengan pandangan terus menatap layar ponselnya sambil tersenyum, ya saat ini dirinya sedang berbalas pesan dengan hanna kekasihnya,
__ADS_1
"ada apa, " ucap nyonya maya sambil duduk di sofa dengan tuan gunawan yang terlihat sedang berjalan ke arah dirinya,
mendengar suara seseorang andre langsung mengangkat pandangannya dan tanpa basa basi ia langsung mengutarakan niat kedatangannya malam ini, " saya ingin menjemput lisa, " ucap andre yang membuat nyonya lisa maupun tuan gunawan melirik satu sama lain.