
jika berada di rumahnya lisa bak ratu karena apapun yang dia mau selalu di turuti mamanya, dia mau ini dan itu langsung ada di hadapannya,
saat ini lisa sudah berada di dalam kamarnya kamar yang terlihat begitu mewah dan luas, "nyaman, " ucap lisa tatkala sudah berbaring di atas ranjang setelah selesai membersihkan wajahnya,
ia mengbil ponselnya seperti biasa sebelum tidur ia akan menghubungi tomy kekasih hatinya lewat panggilan vidio call,
tut,,
ponsel tomy tersambung namun belum tomy jawab lisa masih menunggu sambil memperlihatkan wajah imutnya, tak menunggu waktu satu abad kini panggilan itu sudah terjawab yang pertama kali lisa lihat adalah wajah tidak bersemangat kekasihnya,
"sayang, kenapa hem, " ucap lisa sambil menatap dalam dalam wajah tomy lewat panghilan vidio,
tomy menggeleng rasanya tidak mungkin ia menceritakan semua masalah yang ia alami hari ini, apa lagi menceritakan tentang papanya yang menyuruhnya menikah,
__ADS_1
"tidak ada sayang, " jawab tomy yang kini sudah memperlihatkan senyuman manisnya,
"terus kenapa tadi sayang cemberut, " terdengar lebay namun tomy sangat suka akan hal itu, dan entah karena apa seorang tomy bisa sangat suka terhadap seorang lisa yang notabenenya perempuan tomboy,
"tidak ada sayang, aku hanya rindu padamu, " ucap tomy,
"Rindu, " bahkan kini lisa sudah mengganti posisinya ia kini duduk seperti terkejut mendengarkan ucapan kekasihnya, tomy mengangguk
"ya sudah, bagaimana kalau besok pagi sepulang kuliah kita pergi berdua mau tidak, " ucap lisa sumeringah,
"iya sayang kita mau kemana, " tanya tomy,
"kemana saja asal itu bersamamu aku ikut saja, " ucap lisa.
__ADS_1
kini di seberang mansion yang lain andre sudah bersiap entah kemana tujuannya saat ini untuk mencari seorang perempuan yang kini berstatus istrinya, " menyusahkan saja, " gerutu andre sambil menyambar jaketnya,
"tapi untuk apa aku mencarinya, toh papa juga tidak akan tahu, " ucap andre yang kembali ingin menaruh jaketnya tapi sayang sekelabat fikiran datang menghantuinya,
"sial, aku lupa jika papa punya banyak mata matanya, " ucapnya dan mau tak mau ia harus pergi mencari keberadaan lisa,
mobil andre kini sudah pergi menjauh meninggalkan mansionnya, seharian bekerja tubuhnya sudah terasa lelah di tambah lagi searang ua harus pergi mencari lisa, " dimana lagi aku harus mencarinya, " ucap andre yang terus mengemudikan mobilnya dengan laju sedang,
membelah jalan raya yang sudah sepi pengendara andre terus saja melajukan mobilnya dan kembali ke rumah kosong di mana ia di gerebek semua warga," sial, aku harus kembali mendatanginya, " ucap andre kemudian ia turun dari dalam mobilnya,
"setelah ini aku mau kemana lagi, rumahnya saja aku tidak tahu, " ucap andre,
ia kembali memasuki mobilnya, berdiri di depan rumah kosong itu ia sudah di buat merinding ia kini kembali melajukan mobilnya hanya suara jangkrik dan mesin mobil yang menemani malam andre kali ini,
__ADS_1
"harus kembali ke kantor desa waktu itu, " gumam andre dan ia kembali memutar mobilnya dan kini ia sudah berhenti di depan kantor desa yang menjadi saksi pernikahannya dengan lisa,
andre kini memutar ingatannya dan beberapa menit berlalu ia bisa tersenyum dan kembali melajukan mobilnya,"dapat, ini pasti rumahnya aku masih ingat dengan gerbang ini, " ucap andre.