
Lisa terdiam perkataan tomy bagaikan belati yang menghunus jantungnya,
"hey, sayang, " ucap tomy smbil mengayunkan tangan lisa,
"sayang, " tomy sedikit meninggikan suaranya
"iya, " ucap lisa
"ayo, " antoni menarik lengan lisa berjalan menuju parkiran di mana mereka berdua memarkirkan kendaraannya,
"masi balapan, " Tanya tomy,
Lisa hanya mengangguk jika sedikit saja ia mengeluarkan suara pasti saat ini dirinya dan juga tomy bertengkar, pasalnya lisa tahu tomy selalu melarang dirinya ikut rice,
"heh, terserahlah, aku bosan menasehatimu, " ucap tomy dengan nada kesal, namun sekesal apapun tomy pada Lisa ia tetap perhatian seperti sekarang ini Tomy meraih Helm Lisa Dan langsung memasangkan untuk kekasihnya itu,
"makasi sayang, " ucap Lisa sambil menoel hidung mancung kekasihnya itu,
denny terlihat berlari ke arah Lisa, " Lisa tunggu aku lis, " ucap denny dengan suara ngos ngosan,
"jangan coba coba untuk mengntarnya pulang sayang, " ancam tomy,
lisa tak mau membantah ucapan tomy ia hanya mengangguk namun netranya tak pernah lepas melihat denny yang berdiri sedikit jauh darinya sambil ngos gosan
__ADS_1
drtt,,
ponsel tomy berdering, ia langsung menjawab panggilan Yang masuk,
"apa, oke oke aku langsung kesana, " ucap tomy pada seseorang di seberang ponselnya,
"sayang aku harus pergi, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang, " ucap tomy ia langsung menaiki motornya Dan cuss langsung pergi,
heh, lisa menghembuskan nafasnya, bisa gawat kalau tomy mengantarnya pulang,
"hah, " denny menarik nafasnya yang sudah ter engah engah,
"sialan lu, bisa bisanya ninggalin gue, " masih dengan nafas terengah denny menggerutu atas kekesalannya,
"beruan naik, mau di anter pulang gak nih, " ucap lisa yang sudah menaiki motor kawasaki miliknya,
denny dengan langkah cepat menaiki motor lisa, semua mahasiswa yng melihatnya tercengang, bisa bisanya lelaki berotot kekar di bonceng seorang perempuan,
"lu liat ga tuh, mata mata mereka ngintilan kita, " ucap denny dari belang lisa,
"bodo, " lisa memang seorang perempuan yang selalu masa bodoh dengan omongan orang orang yang tak mengenakkan hati bila di dengar,
motor lisa melaju dengan kecepatan penuh mau tak mau denny memeluk erat pinggang lisa dari belang, " pelan, gue belum mau mati bareng lu, " denny sampai berteriak dari belakang,
__ADS_1
bukannya pelan lisa malah semakin mempercepat laju motornya, "lisaaaaa, " kini denny sudah tak tahan, perutnya bergejolok rasa mual kini telah menghampiri dirinya
"sialan lu, gue mau muntah, " denny sudah kesal bukan main
lisa memberhentikan motornya di tepi jalan, ia membuka helmnya, tanpa aba aba denny langsung turun dan mengeluarkan semua isi perutnya,
"haha, " lisa tertawa melihat aksi denny yang muntah di pinggir jalan,
"seneng lu, " ucap denny sambil melirik tajam ke arah lisa,
"bisa mati muda gue, kalau lu gini terus, " kini denny menghembuskan nafasnya setelah perutnya di rasa tenang,
"ya sorry, gitu aja lu marah, " lisa kembali memasang helmnya,
mereka berdua kini melanjutkan perjalanan, lisa tak lagi melajukan motornya dengan kencang, ia takut jika aksi denny muntah akan kembali terjadi,
"bisa ga sih lu jadi perempuan anggun dikit napa, " ucap denni
"apa," lisa sedikit berteriak karena tak mendengar jelas ucapan denni akibat helm yang ia gunakan,
"ga da, budeg lu jadi cewe, " kesal denny lebih memilih menyedekapkan tangannya di dada,
motor lisa telah berhenti sempurna di depan halaman rumah denny,"makasi, " ucap denny Yang sudah berdiri di depan Lisa,
__ADS_1
"lu kayak sama orang lain aja, " ucap lisa Dan cus dia langsung pergi meninggalkan rumah denny.