Love Me

Love Me
eps 16


__ADS_3

"Hay, " sura bariton terdengar nyaring di telinga dhila saat ini ia tengah pokus memegang mix dan menyanyikan lgu favoritnya,


dhila langsung menoleh ke belakng tepat dimana sumber suara yang terdengar sedang menyapa diri,


faradhila membulatkan netranya, saat pandangannya menatap tepat ke arah lelaki yang menyapa dirinya,


"Masih ingat dengan ku, " ucap seorang lelaki itu lalu duduk di sofa tepat di depan faradhila,


amer, lelaki tua bandot yang perutnya buncit, ya faradhila masih mengingat jelas wajah lelaki yang saat ini duduk di hadapannya dengan kaki yang menopang kakinya yang sebelah,


Amer adalah lelaki hidung belang yang suka gonta ganti wanita padahal dia sudah beristri, tempat favorit Amer adalah di sini tempat di mana faradhila berada saat ini,


tubuh dhila tiba tiba saja gemetar padahal amer hanya duduk diam saja, Bagaimana tidak gemetar dia yang sudah menjebak Lisa saat berada di rumah kosong sehingga membuat lisa harus di gotong masyarakan karena di kira berbuat mesum sehingga terjadilah pernikahan antara andrean dan Lisa,

__ADS_1


Faradhila telah menjual lisa pada amer dengan nominal yang lumayan tinggi, karena faradhila memberi tahu amer jika lisa masih perawan dan saat itu juga amer menyetujuinya dan langsung memberikan faradhila sebuah cek yang sudah di tuliskan nominalnya,


Amer tersenyum miring menatap faradhila yang hanya berdiri saja dengan tubuh yang gemetar,


" kok tegang ," ucap amer santai lalu meminum minuman yang dhila sudah pesan,


"tidak, " ucap dhila terbata,


amer berdiri dan mensejajarkan tubuhnya di depan dhila, "aku mau menagih janjimu manis, " Amer berkata dengan sedikit godaan


amer mengangguk "kenapa di saat aku datang ke rumah tempat di mana kamu menjanjikanku seorang gadis cantik namun di saat aku datang tidak ada siapapun di sana, " ucap amer


"Apa, " dhila kaget bukan main, bahkan kini matanya membulat sempurna, " tidak mungkin," ucap dhila

__ADS_1


amee tersenyum miring lagi, " apanya yang tidak mungkin, kau tahu uang yang ku berikan itu nominalnya tidak lah sedikit manis, " bisik amer dengan tangan yang mencolek dagu dhila,


"Anda jangan berbohong pak tua, bahkan aku bisa melihat anda di gotong masyarakat dan langaung di nikahkan dengannya," dhila berucap dengan nada yang sedikit mengejek,


amer tertawa dengan keras mendengar ucapan dhila yang berkata dirinya di nikahkan, "apa, apa telingaku tidak salah mendengar ucapanmu, " amer semakin maju dan membuat dhila memundurkan langkahnya,


"kamu jangan bercanda manis, " ucap amer dengan kaki yang terua melangkah,


faradhila susah menegang, ia jauh dari jangkauan ke sua sahabatnya, "ah, sial, jika bukan lelaki tua ini lalu dengan siapa lisa menikah waktu itu, " Batin faradhila,


kini ketakutan semakin menjalar ke seluruh tubuh faradhila, dengan sekali gerakan lelaki itu langsung mencengkram tqngan faradhila dan membawanya masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di dalam bar, "Aku tak membutuhkan uangku kembali, namun aku meminta tebusan atas semua kebohonganmu, " ucap amer dan ia langsung membuka bajunya,


faradhila sudah memberontak namun sayang tubuhnya terlalu kecil untuk mengalahkan pria di depannya, "ke mohon lepaskan saya, dan saya berjanji akan mengembalikan uang anda, " bahkan kini dhila sudah mengatupkan tangannya di depan lelaki itu,

__ADS_1


tapi sayang lelaki itu sudah terlihat masa bodoh dengan permohonan dhila, dan malam itu juga dhila kehilangan semua yang berharga di dalam dirinya,


__ADS_2