
Andika Meletakkan tubuh Naya di kursi penumpang, walaupun gadis itu tidak mau lepas darinya dan tetap ingin di peluk sama Andika. " Nyaman, aku suka." Rancunya. " Nggak, jangan di lepas peluk lagi." Naya terus berbicara ngawur dan Andika memaklumi hal itu, karena dia tahu Naya hanya mabuk saja.
Selama perjalanan pulang, tingkat Naya semakin Aneh, aneh bukan karena ia mabuk tapi karena hal lain dan Andika bukan pria baik-baik yang tidak akan menyadari hal itu. " Sial, kenapa aku bisa se-teledor ini." Umpat Andika, sambil memukul kuat setir mobilnya. Sementara gadis yang duduk di sampingnya terus saja merasa gelisah dan mengeluh kepanasan. " Sabar ya Nay." Ucapnya lagi, kemudian memutar balik mobilnya menuju rumah sakit.
Saat mereka masih berada di perjalanan, Naya yang sudah tidak tahan walaupun menurunkan kaca mobilnya Andika, berharap udara dingin di luar sana serta angin dari mobil yang melaju kencang itu dapat mendinginkan tubuhnya, sayangnya hal itu tidak berhasil. " Panas sekali aku sudah tidak tahan paman ." Ucap Naya sambil menurunkan resleting dress, kemudian melepaskan dress itu itu Tanpa sempat Andika mencegahnya yang lebih gilanya lagi, dress itu ia buang di jalan.
" Nay apa yang kamu lakukan." Bentak Andika, pria itu menengok kebelakang untuk melihat keberadaan dress itu. Dan saat menengok lagi kearah Naya, gadis itu sudah tidak menggunakan penutup gundukan daging di bagian dadanya, dengan celana hotpants yang telah ia turunkan melewati lututnya. " Naya berhenti." Bentak Andika. Pria itu langsung menekan tombol di sampingnya untuk menutup kaca mobil Naya, agar tidak ada penguna jalan lain yang Melihat tubuh hampir pol-os itu.
" Paman buka kacanya, aku tidak tahan panas sekali di dalam sini." Keluhnya. Padahal suhu di dalam mobil itu sudah sangat dingin menurut Andika sampai-sampai dia sendiri kedinginan. " Paman...." Naya mulai merengek dan merancau tidak jelas.
Andika yang tidak tahan melihat tubuh, Naya menghentikan mobilnya, kemudian melepaskan kemeja yang ia pakai untuk menutupi tubuh Naya, tetapi wanita itu menolaknya dan memeluk tubuh pria itu. " Nyaman, paman bantu aku." Rengekannya tanpa melepaskan tau-tan tangannya pada leher Andika.
" Iya, aku akan membantu kamu Nay, tahan ya sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit. " Bujuk Andika, walaupun ia sangat mencintai gadis itu dan ingin memilikinya. Namun tidak terbesit sedikitpun untuk merusak wanita yang dia cintai, walaupun kesempatan ini tidak akan datang dua kali, Karena dia bisa menahan rindunya dan memendam cintanya tapi dia tidak akan pernah ingin melihat tatapan kebencian dari wanita itu untuknya.
__ADS_1
" Paman, tolong Nay! Nay nggak kuat, peluk Nay." Desak Naya. Wajahnya mulai memerah dan Andika tahu obat itu sudah sangat bekerja.
" Tahan ya sayang." Ucap Andika, dia mencium kening Naya! Setelah itu ia kembali melanjutkan mobil nya dengan Naya yang duduk di pangkuannya, walaupun hanya itu membuatnya sedikit kesulitan saat menyetir.
Belum lagi, Naya terus saja merangsangnya dengan membenamkan wajahnya pada cerutu lehernya sambil mendusel disana dengan pinggangnya yang sengaja ia gesekan pada Mr Peninya yang mulai terusik tidurnya! Belum lagi gundukan daging kembar yang menempel di dadanya.
" Nay, jangan." Tegur Andika sambil menahan pinggang wanita itu. Tetapi hal itu hanya sesaat, karena begitu ia kembali fokus menyetir Naya kembali menggesek bagian intimnya yang masih tertutup celana segitiga itu, membuat Andika mati-matian menahan desa-han serta hasratnya untuk menerkam wanita itu. " Nay berhenti kamu akan menyesalinya nanti."Andika tahu dia tidak akan pernah sampai ke rumah sakit jika kondisinya terus seperti ini. Akhirnya ia memutuskan untuk menghentikan laju mobilnya lagi, kemudian menghubungi asistennya, mengatakan apa yang dia butuhkan untuk menolong Naya sebelum.
Semua rencananya yang telah ia yakin akan berjalan dengan semestinya, berubah sebab Naya terus mendesak, ketika mereka tiba di dalam kamar hotel itu. sehebat-hebatnya seorang Andika dalam menahan hasrat pada akhirnya runtuh saat ia terus di rang-sang oleh Naya Dan apa yang seharusnya tidak terjadi justru terjadi dan itu bukan Hanya sekali bahkan bel di pintu kamar hotel itu tidak dapat menghentikan aktivitas keduanya.
Keesokan paginya Naya begitu terkejut dalam keadaan polos dengan Andika berada di sampingnya. wanita itu mencoba mengingat setiap kejadian semalam tapi semua berhenti pada teman-teman Aleya yang mengerjainya.
" Paman, apa yang kita lakukan?" Tanya Naya dengan tubuh gemetaran. Seharusnya ia telah tahu jawabannya tetapi wanita itu memilih bertanya kepada Andika yang juga baru saja membuka kedua matanya saat merasakan pergerakan Naya di atas ranjang itu.
__ADS_1
" Nay, maaf aku janji akan bertanggung jawab, aku akan menjelaskan semuanya kepada mama, papa kamu ya. Kamu harus tenang." Bujuk Andika.
" Nggak, Nay nggak mau! paman itu calon suami kak leya. aku nggak mau! kita lupakan saja masalah ini anggap aja semua tidak pernah terjadi. " Tegas Naya, saat menyadari semua ini tidak sepenuhnya salah Andika.
" Nggak bisa gitu Nay, aku tetap harus bertanggung jawab." Desak Andika namun Naya tetap menolak Sekeras apa laki-laki itu memohon.
.........
Hai semua, Sambil nunggu update. Aku Mampir yuk ke novel-novel ini, di jamin tidak kalah keren dari novel love me. mampir ya, terima kasih 🙏🙏
__ADS_1