Love Me

Love Me
Naya vs Alena


__ADS_3

Ke makam, sampai ke rumahnya sandrina sudah Saddam datangi! Tapi tidak kunjung menemukan keberadaan Alana di sana, yang ada sandrina justru terkejut dengan kehadiran adik dan putrinya itu.


" Loh kok bisa kamu tinggal sih! Kakak kan udah bilang jangan tinggalkan dia sendiri." Marah sandrina saat mendengar penjelasan Saddam. " Kalau sudah seperti ini kita mau cari kemana dia? Jadi suami kok nggak becus urus istri sendiri, katanya sayang! Gini cara kamu menyayanginya. Istri kemana aja kamu nggak tahu." Lanjutnya.


Saddam pun hanya diam mendengar sandrina memarahinya, karena dia tahu dia juga salah. Harusnya dia ajak Alana untuk pergi bersama bukan meninggalkannya sendirian di rumah.


" Sebaiknya kita ke rumah sakit! Mungkin saja dia pergi di sana." Usul sandrina, sekedar menduga saja! Karena rumah sakit adalah tempat yang paling sering Alana datangi selalu, saat ibunya masih hidup dan mungkin saja kan dia ke sana, untuk mengecek kondisi saudarinya.


Mereka bertiga pun segera pergi ke rumah sakit! Tapi hasilnya sama, Alana juga tidak berada di sana. Yang ada Alena yang baru sadar justru bingung kenapa Saddam mencari saudari kembarnya! Dan bertanya-tanya, ada hubungan apa Alana dengan om-om yang ada di hadapannya itu.


" Kemana dia?" Ucap Saddam memijit pelipisnya kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa ruang itu sementara sandrina tidak menghiraukan Adiknya itu, ia justru mendekati Alena dan bertanya tentang kabarnya.


" Aku baik Tante! Terima kasih atas bantuannya selama ini." Ucap Alena dengan memasang senyum terbaiknya.


Dan semua itu tidak lepas dari pantauan Naya yang melirik Alena dengan ekor matanya.


" Jangan berterima kasih kepada saya! Berterima kasihlah kepada Alana! Karena tanpa dia, kamu tidak akan mendapatkan semua ini." Ucap Sandrina menginginkan Alena. " Sebaiknya kamu cepat pulih agar dia bisa menjalani harinya dengan tenang tanpa memikirkan kamu, sudah cukup enam bulan dia berjuang untuk kalian. Dan saya harap kamu bisa menjadi orang yang tahu berterima kasih! Terlebih kepada dia saudarimu sendiri." Lanjutnya. Sikap yang di tujukan sandrina kepada Alena sangat jauh berbeda dengan sikapnya kepada Alana. Sekalipun wajah keduanya sama tapi Sandrina lebih menyukai sifat dan ketulusan adik iparnya ketimbang gadis yang ada di hadapannya saat ini.


" Adam, kita balik lagi ke rumah Alana, mungkin saja dia sudah kembali. " Ajak Sandrina, Saddam pun mengangguk dan berdiri dari duduknya tanpa melirik sedikit pun kepada Alena. Pria itu sudah tahu istrinya memiliki saudari kembar, bahkan ia sudah pernah melihatnya saat Alana bersembunyi di rumah Andika, tetapi wajah mereka yang mirip tidak membuat Saddam tertarik sedikitpun. Karena hatinya tahu mana pemiliknya, sekalipun mata bisa keliru saat melihat.


Kakak beradik itu lebih dulu meninggalkan ruang rawat Alena, menyisakan Naya yang masih berada di sana. Begitu paman dan mamanya pergi, Naya langsung menghampiri Alena sembari melihat kedua tangannya di dada. " Kepada? Kamu pasti bertanya-tanya kan kenapa paman aku, seperti orang gila mencari saudari kembar kamu! Biar aku kasih tahu ya jawabannya, karena dia mencintai Alana." Ucap Naya sengaja ingin melihat reaksi Alena seperti apa. Tetapi wanita itu begitu pandai menutupi ekspresi keterkejutannya. " Dan jangan berpikir untuk merebut kebahagiaan sahabat aku! Sampai kamu berani bersikap tidak tahu diri dan mengusik kebahagiaan sahabat aku, kamu akan berurusan dengan aku Alena, aku tidak akan tinggal diam! Dan aku akan melempar dirimu ke neraka dengan tanganku sendiri." Tegas Naya sambil menunjuk kepala Alena, kemudian melangkah pergi dari sana.

__ADS_1


Tetapi belum sempat Naya menggapai pintu, Alena justru menantangnya. " Kamu hanyalah sahabatnya dan aku saudarinya. Bukankah kamu tahu sejak dulu Alana selalu mengalah kepada aku dan dengan senang hati memberikan apa yang dia punya jika aku menginginkannya. Dan aku yakin aku pun bisa menang tanpa bertarung! sekalipun kamu berusaha keras untuk menghasutnya."


Mendengar kata-kata Alena, membuat Naya tersenyum dan berbalik menatap Alena sembari menunjukkan smirk nya. " Aku anggap Kamu yang mengetuk genderang perang di antara kita Alena! Dan tunggu saja, begitu saatnya tiba kamu akan menyesal sudah menentang aku hari ini__satu lagi kamu tidak akan menang kali ini, karena rencana aku untukmu sudah siap dari jauh hari! Cepatlah turun dari ranjang itu dan keluar dari ruangan ini, agar pertarungan kita bisa di mulai." Ucap Naya kemudian berbalik dan pergi dari sana, menyusul paman dan mamanya.


Sementara Alena di belakang sana mengepalkan tangannya, ia begitu kesal kepada Naya yang selalu melindungi Alana.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Disisi lain, Alana yang berada di rumah sakit yang berbeda, baru teringat jika ia sudah lama pergi dari rumah dan belum meminta izin kepada Saddam. Alana pun memutuskan untuk pamit pulang. " Gio, Tante aku harus pulang dulu ya! Naya pasti sedang kebingungan mencari aku sekarang." Ucap Alana.


" Naya siapa nak?" Tanya mamanya Gio.


"Waw, kamu beruntung sekali memiliki Sahabat seperti Naya! di jaman sekarang ini sulit menemukan sahabat seperti itu." Ucap ibunya Gio, di angguki Alana, karena kenyataannya Naya memang sangat tulus dan dia beruntung memiliki sahabat seperti Naya. " Gio, kamu antar nak Alana pulang." Pintanya kepada sang putra.


" Nggak usah Tante! Aku bisa pulang sendiri kok." Tolak Alana.


" Udah nggak papa nak! Dia kan yang jemput kamu! Dia juga yang harus mengantar kamu pulang." Sahut ibunya Gio, tapi Alana tetap merasa tidak enak. Karena di ruangan itu tidak ada yang menjaga ibunya Gio, sedangkan teman-temannya gio sudah pamit pulang setengah jam lalu. bagaimana kalau ibunya membutuhkan sesuatu. " Jangan khawatir! kan ada suster." Lanjutnya seakan tahu apa yang di pikirkan Alana.


" Ayo Al, aku antar."Ucap Gio sembari menarik tangan Alana, keluar dari ruang rawat ibunya.


Alana pun mengalah dan pulang di antar Gio. Dua puluh menit berkendara di jalan, Akhirnya mereka tiba di depan gang rumah Alana bersamaan dengan mobil Saddam yang juga baru sampai.

__ADS_1


Alana yang melihat mobil Suaminya, langsung turun dari motor Gio. Sebab ia tahu, dia berada dalam masalah Sekarang. " Al, kenapa?" Tanya Gio, saat melihat Alana hanya menatap ke arah mobil yang berhenti di depan mereka sembari memiling jari-jari tangannya! Wanita itu terlihat begitu gugup sekaligus takut. " Al, kamu kenal sama pemilik mobil itu?" Tanya Gio lagi.


"Haah__nggak! Kamu balik aja, kasihan ibu kamu sendiri." Sahut Alana sembari menyuruh Gio untuk segera pergi dari sana.


" Ya udah aku balik ya! Ingat kamu harus senyum! Jangan sedih terus." Ucap Gio, menarik lembut salah satu pipi Alana kemudian sedikit mengacak rambutnya sebelum kembali menyalahkan mesin motornya dan pergi dari sana.


Semua itu terjadi di depan mata Saddam! Pria itu hanya diam di dalam mobilnya sambil mencengkram erat stir mobilnya, untuk mengendalikan diri. Dan Sandrina lah yang keluar untuk menemui adik iparnya itu dan mengajaknya masuk ke dalam mobil Saddam.


Awalnya Alana menolak karena takut, tapi sandrina berhasil meyakinkannya sehingga Alana pun mau ikut masuk kedalam mobilnya Saddam. Alana duduk di kursi belakang bersama Naya, sementara Sandrina duduk di samping Saddam. Mobil itu pun melaju meninggalkan depan gang itu dan menuju rumah sandrina.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading...💝💝...

__ADS_1


__ADS_2