
bahkan kini lisa memilih masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan kampus yang bahkan jam pelajarannya masih ada, "sebel bukannya di suport eh malah gue di ceramahin untung Cinta, " gerutu lisa dan kini melajukan mobilnya meninggalkan perkiraan kampus dan entah kemana tujuannya setelah ini,
"Lisa, kamu mau kemana, " teriak tomy namun sayang lagi lagi lisa acuh dan mengabaikan panggilannya, "ah sial, " tomy menendang kaleng minuman yang berada di depan kakinya.
lisa kini membunyikan sebuah lagu di dalam mobilnya dan entah mengapa pilihannya jatuh pada lagu yang berjudul, "Hati hati di jalan, " lagu ini milik penyanyi tulus.
"ku kira kita asam dan garam dan kita kan bertemu di belanga namun ternyata tak se Indah itu, " lisa mengikuti sepenggal lirik lagu hingga akhirnya ia mengakhiri putaran musik yang baru saja ia nyanyikan, "kok gue jadi nyanyiin yang ini sih, gue itu bakal tetep nikah sama tomy, " ucap lisa percaya diri ia kini menepikan mobilnya di sebuah coffe shop,
"sial, gue lupa kan gue ga bawa duit kalau masuk nanti mau bayar pake apa, " lisa tidak jadi masuk ke dalam coffe shop ia memilih melajukan kembali mobilnya tanpa arah dan tujuan,
__ADS_1
heh kini hanya helaan nafas yang terdengar di dalam mobil yang di kendarai lisa ia juga sebenarnya bingung dengan situasinya saat ini, " apakah ia gue bakalan berjodoh dengan tomy, " dan entah mengapa lisa kini mengucapkan kata kata itu
mobilnya kini ia tepikan di sebuah taman tempatnya biasa nongkrong bersua dengan tomy kalau janjian lisa memilih turun dari mobilnya dan duduk di antara banyaknya bangku yang berjejer, "heh, kok makin kesini gue makin ga yakin yah kalau bakan jodoh gitu sama tomy, " lisa menyandarkan punggungnya dan menutup matanya sambil menghela nafasnya panjang,
"come on lisa ayo lu cari jalan keluar yang terbaik otak lu pinter masa nyelesein masalah sepele aja lu ga bisa, " lisa kembali menghembuskan nafasnya merasakan panasnya terik matahari,
…………
"tuan kita ada meeting dengan mr verrel setengah jam lagi di coffe shop, " ucap sekertaris dean
__ADS_1
"ok, kita jalan sekarang, " ucap derren smbil melirik arlojinya, sedangkan sekertaris dean hanya mengikuti langkah tuannya dari belakang,
semua kariawan membungkuk memberi hormat terhadap presdir dan sekertaris presdirnya,
pintu mobil di buka sekertaris dean dan derren segera memasukinya, mobil derren kini melaju meninggalkan perusahaan namun tangannya tetap sibuk dengan tabnya mata derren tetap fokus dengan pekerjaanya yang tiada henti,
sekertaris dean masih enggan membuka suara karena memang masih kesal dengan kejadian tadi pagi yang menimpanya, namun derren mana mau dia ambil pusing masalah seperti itu bahkan kini ia terlihat masa bodo,
mobil yang di supiri sekertaris dean kini melaju membelah jalan Raya hingga Netra sekertaris dean tak sengaja menangkap seorang hadis cantik yang tengah duduk di antara bangku taman, "cantik, " sekertaris dean tersenyum ia masih mengingat denga jelas wajah gadis itu,
__ADS_1
"apa dia jodoh ku, " sekertaris dean membatin ia tersenyum, seandainya dia sedang tidak ada urgent mungkin sekertaris dean akan memberhentikan mobilnya saat ini juga dan memilih untuk menemui gadis itu, yah dan gadis yang dean lihat adalah lisa.