Love Me

Love Me
eps 29


__ADS_3

Hanna mengingat janjinya pagi ini dengan andre kekasihnya namun pasien yang di hadapannya saat ini lebih penting dari janjinya bersma kekasih hatinya, ponsel hanna ia tinggal di ruangannya sudah beberapa kali ponsel itu berdering dengan suara yang keras namun siapa yang akan menjawabnya toh pemiliknya masih di sibukkan dengan pekerjaannya,


"auuuh, sakit, " teriak ibu hamil yang saat ini di tangani langsung oleh dokter hanna,


hanna sudah terbiasa melihat situasi di deoannya seperti ini, ia sudah tidak jijik melihat banyaknya darah yang bersimbah di depannya karena itu memang sudah tugasnya menolong perempuan yang akan melahirkan,


hanna memposisikan dirinya di depan ibu hamil, keringatnya susah bercucuran sedari ia datang ke rumah sakit sedari itu juga ia langsung di hadapkan dengan pekerjaannya.


"ayo bu terus tarik nafasnya dalam dalam hembuskan dengan pelan ya, " arahan yang di berikan hanna untuk pasiennya yang melahirkan,


"iya bu terus, " hanna tersenyum pekerjaannya ia memang sering kali membuat air matanya tiba tiba menetes perjuangan ibu yang sedang melahirkan anaknya ke duania memang tidak ada bandingannya,


hanna bukan menghapus peluh yang membanjiri keningnya namun ia menghapus secarcik air mata yang seenaknya terjatuh begitu saja,

__ADS_1


oekkkkk,,,


suara tangisan yang sangat merdu keluar dari bibir munhil sang bayi yang baru saja lahir ke dunia yang banyak tipu daya ini,


hanna langsung menyerahkan bayi mungil itu ke suster di sebelahnya untuk di bersihkan setelah tali pusarnya di potong,


jangankan hanna ibu bayi dan ayahnya saja langsung menangis setelah melihat bayi mereka lahir dengan sekamat tanpa ada cacat sedikitpun di tubuhnya,


"hanna, " baru saja berjalan tangannya kini sudah di cekal dsri belakang oleh seseorang yang sangat hanna kenali suaranya,


"lepas, " ya dan benar saja itu adalah jhosua mantan kekasihnya yang sialnya setiap hari hanna harus sering di pertemukan dengannya,


"maaf, " jhosua langsung melepaskan cekalan tangannya,

__ADS_1


tanpa mau melirik atau membalas ucapan jhosua hanna lebih memilih pergi dari pada harus berhadapan dengan masa lalu yang sudah menorehkan luka di hatinya,


"hanna tunggu dulu, " jhosua menghentikan langkah hanna yang akan pergi dari hadapannya,


"apa lagi, " hanna menjawabnya dengan suara dingin, tidak ada lagi rasa hangat yang akan di berikannya untuk jhosua.


"eee," entah mengapa joshua tiba tiba lupa akan mengatakan apa kepada hanna karena dari dulu sampai sekarang rasa untuk hanna masih tertanam kuat di dasar hatinya namun sialnya ia harus terjebak dengan ayrin dulu.


alih alih peduli atau ingin bertanya lagi hanna kini membalikkan badannya dan berjalan nmun belum beberapa langkah jhosua kembali mencekal tangan hanna,


"lepas, " hanna berteriak smbil menghempaskan tangan jhosua, "aku sudah oernah bilang berhenti mengganggu ku jhosua," kini suara hanna sudah membesar, nafasnya naik turun rasa skit hatinya masih tersimpan rapi dan sangat sulit untuk ia lupakan,


"hanna maafkan aku, " tatapan jhosua terlihat berderis dan hanna tidak lagi suka dengan tatapan itu, hanna lebih memilih mengalihkan pandangannya daei pada netranya harua bertabrakan dengan netra jhosua.

__ADS_1


__ADS_2