Love Me

Love Me
Om sehat?


__ADS_3

Kepulangan Saddam bersama anak-anak dan istrinya hari ini tidak di ketahui oleh Sandrina. Karena Saddam sengaja ingin memberi kejutan kepada kakaknya itu! Walaupun sandrina sendiri sudah tahu, kalau Alana telah di temukan. Namun kepulangan mereka hari ini, dia belum di beritahu akan hal itu.


" Selamat datang kembali." Ucap Heri saat menjemput mereka di bandara. Kemudian berpelukan ala lelaki dengan Ketiga pria itu. Setelah melepas pelukannya, Heri menghampiri


Alana dan Alena kemudian menjabat tangan keduanya seraya berkata. " Selamat kalian berdua sukses membuat sahabat-sahabat aku uring-uringan selama lima tahun__ Hei.. apa ini anak-anaknya Aaron." Ucapnya lagi begitu melihat ketiga anak kecil tengah berdiri di depan ibu mereka seraya menelisik penampilan Heri dari atas sampai bawah, begitupun sebaliknya.


" Om sehat?" Tanya Kenzo. Membuat kening Heri mengerut.


" Sehatlah, kalau om sakit! Om nggak akan mungkin ada disini buat jemput kalian." Sahut Heri dengan santainya sembari mengusap kepala Kenzo.


" Om mungkin sehat! Tapi mata om yang sakit. Kita ganteng dan cantik begini masa anaknya om itu. " Ucapnya sambil menunjuk ke arah Aaron, membuat orang yang Ken tunjuk mendadak shock, apa salahnya! Sejak tadi dia hanya diam,tapi Kenapa dia juga yang kena ucapan pedasnya Kenzo. " Punya mata tuh pakai yang benar."


" Ken."


" Bunda aah! Emangnya bunda mau di tuduh punya anak sama om itu. Nggak kan." Kali ini, putranya Alana itu tidak menurut dengan bundanya begitu saja.


Alana berjongkok untuk menyesuaikan tingginya dengan Kenzo! Walaupun jatuhnya Kenzo yang lebih tinggi sedikit darinya, maklum saja tinggi wanita itu tidak sampai seratus enam puluh sentimeter." Ya nggaklah sayang! Kan dia papanya Abang! Tapi sebagai anak yang baik nggak boleh ngomong gitu sama orang tua. Kalau om-nya salah di jelaskan aja. Jangan ngomong kasar." Nasehat Alana sambil mengusap pundak Kenzo.

__ADS_1


" Ini Ken lagi jelasin bunda aaah." Rengekannya.


Sedangkan Heri sendiri menatap ketiga sahabatnya, meminta penjelasan. Saddam mengangkat kedua bahunya tidak peduli, Sultan tertawa sementara Aaron mengeleng kepalanya tidak ingin ikut campur.


" Yang di bilang kakak nggak salah kok! Lagian dia masih anak-anak jangan terlalu di kerasin." Sahut Alena. " Mending kita masuk ke mobil, mereka pasti udah capek banget. Ayo sayang." Lanjutnya lagi, mengajak ketiga anak itu masuk ke dalam mobil, meninggalkan Alana yang masih berjongkok di tempatnya.


Alena mend-esah lemah, saat melihat keempat orang itu telah masuk kedalam mobil. Sikap Ketiga anaknya yang seenaknya, bisa terjadi karena Alena selalu membela mereka dan terlalu berlebihan mengikuti keinginan mereka dengan alasan mereka masih anak-anak, Alena tidak sadar jika hal itu dapat membuat ketiga anaknya semakin menjadi jika di biarkan.


" Sweetie, Ayok." Saddam mengulurkan tangannya untuk membantu sang istri berdiri. Alana pun menyambut uluran tangan Saddam, sebelum keduanya masuk ke mobil yang berbeda dengan mobil yang dinaiki Alena dan anak-anak mereka.


Mobil-mobil itu pun segera bergerak keluar dari bandara dan bergabung beberapa menit bersama pengguna jalan lain sebelum akhirnya terparkir di depan rumah Sandrina.


" Kalian tunggu disini aja! Kita cuma sebentar." Ucap saddam kepada Alena dan yang lainnya! Sementara ia mengajak Alana dan kedua anaknya untuk masuk kerumahnya sandrina.


Saddam dan Alana langsung melangkah menuju pintu utama begitu mendapat anggukan dari yang lain, di ikuti kedua anak mereka.


" Selamat siang Mbak apa kabar." Ucap Alana, saat melihat mbak Ning yang tengah membersihkan guci kesayangan sandrina di ruang tamu.

__ADS_1


" Astaga non Alana. Ya ampun ini benaran non Alana kan. Mbak nggak salah lihat kan non." U cap mbak Ning begitu heboh sambil memutar tubuh Alana dan melihat penampilannya dari atas sampai ke bawa." Nya-nya. Adik nyonya ada di sini." Lanjut mbak Ning lagi, wanita itu bahkan membalikkan tubuhnya dan berlari masuk kedalam untuk memanggil Sandrina.


Tidak lama setelahnya Sandrina pun muncul di ikuti mbak Ning di belakangnya. " Al, ya ampun sayang! Kakak senang banget bisa ketemu kamu lagi." Ucap sandrina setelah menarik tubuh adik iparnya itu kedalam pelukannya. " Kalau kakak dan saddam punya salah! Ngomong jangan kabur kaya gitu! Kakak itu khawatir banget sama kamu. Kamu baik-baik sajakan sayang." Lanjut seraya melepaskan pelukannya dari Alana kemudian memeriksa tubuh Alana dari atas sampai kebawah.


" Aku baik-baik aja kak." Sahut Alana.


" Kakak senang kamu balik lagi ke sini." Ucap Sandrina, kemudian memeluk Alana lagi penuh sayang, untuk melepaskan rindunya kepada Adik iparnya itu.


" Bunda, Ayah masih lama ya." Tanya Za, menyadarkan sandrina akan kehadiran dua bocah itu.


" Mereka ini siapa? Ganteng dan cantik." Tanya Sandrina sambil mencubit gemas pipi kedua bocah itu bersama-sama.


" Hai, Aunty Aku Reikhanza Cherylia. Anaknya ayah dan bunda. Salam kenal ya Aunty." Ucap Za dengan begitu manisnya, kemudian mencium punggung tangan Sandrina.


" Hai Aunty, nama aku Kenzo Abraham, aku juga anak ayah dan bunda! Kakaknya Za juga." Giliran Ken yang memperkenalkan dirinya dengan sedikit membungkuk di depan sandrina sebelum mencium punggung tangannya.


" Mereka anak kita berdua." Jelas saddam.

__ADS_1


" Wah, manis sekali anak-anak Aunty ini." Ucap Sandrina semakin gemas kepada kedua anak itu.


Berbeda dengan saddam yang di buat bingung dengan sikap kedua anaknya, didepan teman-teman mereka Ken dan Za selalu biking kesel teman-temannya itu tapi kenapa begitu manis di depan sandrina. " Apa mereka memiliki kepribadian ganda?"


__ADS_2