Love Me

Love Me
Pelajaran.


__ADS_3

Setelah memestikan anak-anaknya telah tidur siang. Alana kembali menghampiri ke tiga pria yang kini masih mengobrol di ruang keluarga sambil bercanda itu, sementara Alena menemani tidur siang ketiga anaknya.


Walaupun Alana begitu sangat lelah dan butuh istirahat, setelah perjalanan panjang mereka, Tetapi dia memilih untuk berurusan terlebih dulu dengan pria kurang ngajar yang sudah berani meniduri saudari kembarnya, sehingga menghasilkan Bram.


Alana melangkah dengan anggun menghampiri mereka, wanita itu tidak terlihat marah sedikitpun, ia justru bersikap santai seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.


Setibanya Alana di hadapan mereka, Alana langsung mendaratkan bokongnya di atas meja kaca dan berhadapan langsung dengan Aaron. " Hai, sudah puas tertawanya." Tanya Alana, seraya melipat kedua tangannya di dada dan memangku salah satu kakinya.


Hal itu membuat ketiga pria itu bingung dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. " Sweetie ada apa ini." Tanya saddam. Alana hanya tersenyum kepada suaminya, kemudian mengayunkan kakinya sedikit tinggi dan mendaratkannya dengan begitu kuat dia antara kedua pa-ha Aaron, tepat di atas mister Peninya Aaron. Membuat mulut pria itu terbuka. Saat merasakan ngilu yang teramat sangat.


Bukan Aaron saja yang merasakan hal itu, Saddam dan Sultan pun seakan ikut merasakan apa yang di rasakan Aaron sehingga keduanya kompak menutup rapat pa-ha mereka dengan telapak tangan masing-masing.

__ADS_1


Dan tidak hanya sampai di situ Alana memberikan pelajaran kepada Aaron. Keadaan Aaron yang merasakan sakit di Selang-kangannya di manfaatkan dengan baik oleh Alana untuk menampar kedua pipi pria itu sebanyak empat kali. Dua pipi kiri, dua pipi kanan. Tetapi hal itu bukannya membuat Aaron kesakitan, justru dialah yang kesakitan dan sedikit berdesis." Iiihhhsstt adduuhh sakit." Rengek Alana sambil meniup telapak tangannya yang memerah.


" Sweetie, kamu nggak papa kan." Saddam yang khawatir dengan sang istri, segera berdiri dari duduknya, meraih tangan Alana kemudian meniup serta mengusapnya dengan lembut.


" Pipi, teman paman tuh, yang buat tangan aku kaya gini." Aduhnya Kenapa Saddam, sambil merengek manja.


Dan pria yang sudah terkena bucin Akut itu langsung memarahi Aaron dan menamparnya. Padahal jelas istrinya yang memukuli Aaron dan pria itu belum membalas apa-apa tapi kini saddam sudah menghajarnya. Sakit di Selang-kangannya saja belum hilang, entah masih berfungsi atau tidak mister Peninya. Kini kedua suami istri itu sudah menambahkan rasa sakit di wajahnya.


" Saddam, apa yang kamu lakukan! Jelas-jelas Alana yang memukul Aaron kenapa jadi dia yang salah." Ucap Sultan, mencoba menjadi penengah yang baik. Pria itu tidak mungkin membiarkan kedua sahabatnya sama-sama emosi dan menjadikan rumahnya sebagai tempat latihan menembak! Karena ia tahu betul seperti apa emosi keduanya. " Alana, sebenarnya ada masalah apa ini? Jika kamu memiliki masalah dengan Aaron sebaiknya di bicarakan baik-baik, bukan langsung bertindak seperti tadi." Tegur Sultan kepada Alana.


" Aku nggak nyalahin dia Saddam Haris Chandra, aku cuma kasih tahu."

__ADS_1


" Sama aja."


" Udah-udah! Kok jadi paman dan paman Sultan yang berantem sih. Aku itu hanya ingin memberikan pelajaran kepada pria kurang ngajar ini yang sudah berani meperkaosa Alena." Jelas Alana kemudian duduk di sofa single, sementara Saddam kembali duduk di tempatnya semula, sembari melirik Aaron yang sedang mengusap pipinya, pria itu terlihat begitu kesakitan atas, bawah.


" Al, kamu itu orang berpendidikan, punya hati juga! Harusnya sebelum kamu menghakiminya, kamu tanya dulu alasannya, kenapa berbuat seperti itu. " Ucap Sultan sok bijak.


" Justru karena itu, sebelum akal dan hati aku di gunakan, aku kasih pelajaran dulu! Jadi begitu dengar penjelasan dia udah lega akunya. Nggak mikir-mikir lagi saat mau bertindak." Sahut Alana dengan santainya. Dan hal itu membuat Sultan menyadari satu hal, sikap Ken dan Za itu adalah perpaduan antara Saddam dan Alana. Saddam yang pintar, menyebalkan dan Arogan di gabung dengan Alana yang manis, cerdas tapi kejam. Jadilah Kenzo. Tidak salah jika wanita itu di sebut Medusa, karena selain wajahnya yang cantik ia juga sangat berbahaya.


" Terserah kamulah, aku menyerah mengurus keluarga kalian! Silahkan selesaikan masalah kalian sendiri, aku mau istirahat." Pria itu pun berdiri dari duduknya, meninggalkan ketiga orang itu.


Setelah Sultan pergi, Aaron bukannya marah kepada Alana, ia justru minta maaf kepada wanita itu dan mengakui semua perbuatannya sekaligus meminta maaf dan meminta izin untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada Alena.

__ADS_1


Alana tentu saja langsung menolak. Namun Saddam berhasil meyakinkannya, sehingga Alana berkata bahwa ia mengembalikan semuanya kepada Alena jika Alena setuju ia pun akan setuju.


Kata-katanya itu membuat Aaron lega, setidaknya masalahnya dengan kedua wanita itu telah selesai menurutnya, walaupun keselamatan mister Peninya yang di pertaruhkan dan kini dia tinggal membujuk Alena saja.


__ADS_2