
Pada akhirnya Sandrina memutuskan untuk melakukan sesuatu yang bisa ia lakukan untuk mereka berdua dan mungkin ini yang terakhir bagi sandrina, karena dia tidak mungkin terus terlibat dalam hubungan mereka dan sudah saatnya mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.
" Al, maafkan kakak yang sudah egois dan menetapkan kamu dalam situasi yang sulit ini. Tapi sebelum kamu memutuskan untuk berpisah dengannya. Kakak akan sedikit bercerita mengenai dia dan alasan dia bisa seperti ini. Dan jika kamu tanya, kenapa kakak baru ceritanya sekarang. Ya karena awal kalian menikah kamu itu, belum tahu banyak hal tentang dia, selain itu kakak juga takut kamu akan bersikap baik kepadanya hanya karena kasian saja. " Ucap Sandrina sembari menatap Alana yang sedang mendongak, menatap wajah sandrina, Wanita itu tersenyum hangat kepadanya. Tetapi raut kebingungan nampak jelas dia wajah Alana. " Dan jika pada akhirnya, kamu masih tetap ingin berpisah darinya, kakak juga akan membantu kamu, tapi dengan satu syarat." Lanjutnya.
" Apa itu kak?" Tanya Alana dengan begitu bersemangat. Ia tidak peduli sesulit apapun syarat yang di berikan Sandrina, selama dia bisa lepas dari Saddam. Ia akan melakukan memenuhi syarat itu.
" Kakak akan kasih tahu syaratnya, setelah kakak selesai cerita sedikit tentang alasan, kenapa Saddam bisa sampai seperti ini." Ucapnya, membuat Alana mendengus karena harus di buat menunggu.
" Emang dia kenapa sih kak?" Tanya Alana lagi. Wanita tidak begitu bersemangat untuk mendengarkan apa yang akan di katakan kakak iparnya, tapi karena dia sangat menghargai sandrina dengan berat hati dia pun mendengar apa yang di katakan sandrina.
" Saddam sebenarnya orang yang baik, sangat baik dan penyayang malah! Tapi dia mulai berubah setelah bertemu dengan orang yang salah! Tepatnya waktu itu dia duduk di bangku kelas 1 SMA. Kakak juga tidak tahu pasti dari mana dia mengenal wanita itu, tapi satu yang pasti, wanita itu berhasil merubah dia dari yang baik sampai menjadi seperti sekarang ini. Dia membuat Saddam kecanduan akan hal seperti itu." Ucap sandrina dalam tanda kutip." Untuk Saat ini dia sudah sedikit bisa mengontrol kebiasaan buruknya itu! Tapi dulu. Waktu pertama kali wanita itu meninggalkannya! Saddam hampir frustasi, ia mencari sosok wanita itu dalam diri setiap wanita yang dia temui. Tapi kamu tahu sendiri, tidak semua wanita seperti itu. Kamu misalnya!
Dan sekeras apapun kita marah dan mengusir wanita-wanita yang menuruti keinginannya tetap saja dia akan mencoba lagi dan lagi. Dia tidak pernah mengulang dengan wanita yang sama, kecuali wanita itu dan kamu."
__ADS_1
" Dari mana kakak bisa tahu! Tentang cerita itu?" Tanya Alana, Dia sepertinya mulai tertarik untuk mendengar apa yang di ceritakan kakak iparnya. " Dan siapa nama wanita itu? Berapa umurnya? Terus dia dimana sekarang?"
" Al, kalau tanya itu, satu-satu! Kakak bingung mau jawab yang mana dulu. " Tegur Sandrina sembari mengeleng kepalanya! Namun ia tetap menjawab apa yang di tanyakan Alana. " Namanya Stany, umur dia tiga tahun di atas kakak, dimana dia sekarang! Yang pasti dia tidak akan pernah bisa kemali ke dunia ini lagi. Dan kakak tahu semua itu, karena kakak yang mengantarkannya untuk konsultasi beberapa kali dan setiap kali dia bercerita kepada psikiater yang menanganinya kakak di ruangan berbeda bisa mendengarkan apa yang di ceritakan dan sejauh yang kakak lakukan cuma bisa sampai dibatas ini sabab Saddam sendiri sudah pasrah dengan keadaannya. Karena menurutnya dia yang salah sebab terlalu percaya dengan orang baru. Dia sama seperti kamu, kecewa di tinggal pergi mama dan papa hingga dia mencari kasih sayang dari orang luar sampai bertemu dengan wanita tak berhati itu. Dan semua itu bisa terjadi! Karena kakak sedang sibuk-sibuknya ngurusin masalah di perusahaan yang begitu rumit setelah di tinggal mama dan papa. Kalau kakak tidak fokus untuk perusahaan, semua aset yang dia miliki saat ini mungkin tidak akan pernah dia miliki tapi jika kakak tahu sejak awal, semua ini akan di ganti dengan Saddam yang seperti sekarang. Kakak lebih baik kehilangan semuanya dan tetap memiliki adik yang baik. Sayangnya semua sudah terjadi waktu pun tidak dapat kakak putar kembali."
" Aku turut prihatin atas apa yang terjadi kepada paman! Tapi keputusan aku sudah bulat kak, aku ingin berpisah darinya. Aku berharap suatu hari ia akan menemukan pengganti aku yang lebih baik dan bisa mengimbanginya." Sahut Alana.
" Baiklah kalau itu keputusan kamu! Tapi syarat dari kakak, kamu harus mencoba sekali lagi dengan dia." Ujar sandrina. Membuat Alana melongo dan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
" Al, tunggu dulu! Kakak belum selesai bicara." Ucap Sandrina.
" Sudahlah kak! Aku tahu kakak sayang banget sama paman Saddam. Jadi kakak tidak usah repot-repot untuk meyakinkan aku. Aku saja yang terlalu percaya diri, bahwa kakak tulus kepada aku. Kakak nggak perlu khawatir aku nggak akan meninggalkan adik kakak! Dan aku akan menunggu sampai hari di Mana tuhan kasihan dan sayang sama aku! Ya aku akan menunggu datangnya hari." Sahut Alana kemudian melepaskan genggaman tangan sandrina, setelah itu dia meninggalkan kamar kakak iparnya itu dengan terburu-buru dan sambil menangis. Ketika melewati ruang tamu, Satyo dan Naya sempat menegurnya! tetapi Alana tidak menyahuti mereka. dia terlalu karena dia terlalu kecewa kepada dirinya sendiri.
Bahkan hujan lebat di luar sana, tidak mengurungkan niatnya untuk meninggalkan rumah megah itu, para supir dan penjaga yang berada di pos memanggil dan mengingatkan Alana. Sekali lagi Alana tidak peduli dan terus berlalu, setelah membuka pintu pagar rumah itu dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
Alana berjalan tanpa arah dan tujuan. Hingga ia merasa kelelahan dan bersimpuh di bawah derasnya air hujan. " Kenapa, Kenapa aku harus sebodoh ini! Kenapa dulu aku mau menerima tawaran mereka. Kapan tuhan, Kapan dunia ini bisa adil kepada aku. Aku sudah cantik, aku baik, aku selalu membantu orang lain dan aku tidak pernah melawan atau membantah ibuku tapi, kenapa- kenapa aku yang harus merasakan semua. Kenapa dunia masih tak adil kepadaku. Tuhan katakan dimana salahku, agar aku dapat memperbaikinya dan keluar dari semua masalah ini. Aku lelah ." Ucap Alana sembari mendongak ke atas dan memukul-mukul dadanya sendiri. Ia terlihat begitu hancur, bagaimana tidak! Sandrina yang dia percaya, ternyata tidak seperti yang dia harapkan.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..💝💝...
__ADS_1