Love Me

Love Me
Ada apa dengan Naya?


__ADS_3

" Kak, Naya kemana? Kok nggak kelihatan." Tanya Alana karena sejak dia masuk ke rumah sandrina, ia belum melihat keberadaan sahabatnya itu.


" Naya udah nggak tinggal disini Al." Jawab sandrina sedikit tersenyum canggung kepada adik iparnya itu.


" Memangnya kenapa? Apa Naya juga udah punya apartemen sendiri?" Tanya Alana lagi. Wanita itu berpikir Naya seperti kakak-kakaknya memiliki apartemen sendiri dan lebih nyaman tinggal sendiri.


" Sweetie, ceritanya panjang nanti aku jelaskan ya." Sahut Saddam. Hal itu bukannya membuat Alana tenang wanita itu justru berpikir-pikir yang tidak-tidak dan khawatir dengan sahabatnya itu.


" Iya Al, banyak hal yang terjadi setelah kamu pergi, termasuk yang terjadi dengan Naya."


" Kak, paman! Ini ada apa sih? Sebenarnya apa yang terjadi dengan Naya." Desak Alana.


" Bunda Naya itu siapa?" Tanya Khanza.


" Iya, kenapa bunda begitu khawatir dengan nama itu." Ken pun ikut bertanya.


" Naya itu sahabat bunda sayang, Anaknya Aunty sandrina." Jelas Alana.

__ADS_1


" Oh, begitu! Terus Naya-nya mana?" Ucap Khanza sambil mengangguk, gadis kecil itu lupa Jika bundanya sendiri juga nggak tahu di mana Naya dan dia dengan santainya bertanya keberadaan sahabat bundanya ini kepada bundanya.


Alena mend-esah dengan sedikit memutar kedua bola matanya! Wanita itu antara kesal dan ingin tertawa mendengar pertanyaan Khanza. " Kamu lupa ya! Kalau bunda juga sedang bertanya di mana Naya." Ujar Alana sambil mengusap kepala Khanza.


" Oh iya! Maaf bunda, lupa." Sahut Khanza, sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


" Nggak papa."


" Kak, kita nggak lama ya! Soalnya Alena dan yang lainnya sedang menunggu di mobil." Ucap saddam." Anak-anak juga kelihatannya capek dan butuh istirahat." Lanjutnya lagi.


" Loh! Kalian nggak istirahat disini? Kakak pikir kalian bakalan nginap di sini dulu! kakak kan udah minta mbak Ning siap kamar sih kembar."


" Kita pamit ya kak! Nanti besok Al kesini lagi." Pamit Alana sambil memeluk sandrina. Di ikuti Ken dan Za yang kembali mencium punggung tangan sandrina, sebelum melangkah keluar rumah di ikuti oleh wanita itu, karena ingin mengantar mereka ke depan.


" Tumben rame! Mau ada acara apa nih?" Tanya sandrina, saat melihat Sultan, Heri dan Aaron yang juga, tengah menunggu keluarga kecil itu di mobil.


" Nggak kok kak! Cuma ngumpul-ngumpul versi lengkap aja sih." Sahut Sultan.

__ADS_1


" Maksudnya?" Alana dan Alena, kompak bertanya karena tidak tahu dengan agenda para pria itu hari ini.


" Udah nanti juga kamu akan tahu sayang." Sahut Aaron.


" Ciih, apa sih, jijik tahu nggak." Ketus Alena. Membuat Aaron ditertawakan oleh Sultan dan Heri.


" Kakak mau ikut gabung juga nggak sama kita, disana udah ada Viola, Deby, Andika dan_"


" Lain kali aja ya! Soalnya ada Aleya di rumah, di nggak ada jadwal penerbangan hari ini dan kakak udah janji mau temani di ke spa." Tolak Sandrina dengan cepat sebelum Heri menyelesaikan kata-katanya.


" Ya udah kak bye." Ucap mereka begitu saddam dan keluarga kecilnya masuk kedalam mobilnya. Kali ini Za dan Ken semobil dengan kedua orang tua mereka.


Mobil itupun kembali melaju meninggalkan Sandrina di belakang sana yang masih berdiri di tempatnya sambil melambaikan tangan kepada mereka.


Butuh tiga puluh menit dari rumah sandrina ke rumah mereka, setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mobil itu akhirnya memasuki kawasan rumah elit dengan jarak dari rumah satu ke rumah lainnya sedikit berjauhan.


" Sayang! Ini rumah kita, kamu suka nggak." Tanya Saddam kepada Khanza begitu mobil itu berhenti di depan pintu gerbang rumah mereka, menunggu sang penjaga membukakan pintu.

__ADS_1


" Benaran yah."Tanya Khanza sambil melihat wajah ayahnya, Saddam pun mengangguk kepalanya." Wow bagus sekali Za suka! Nanti kamar Khanza di buat bagus ya, ayah! Za mau tidur sendiri." Sahut Khanza dengan begitu senangnya.


" Iya sayang, Ayo kita turun! Biar bisa lihat kamar kamu." Ucap saddam begitu mobil itu berhenti tepat di depan pintu utama rumahnya.


__ADS_2