Love Me

Love Me
Ikut pulang.


__ADS_3

Selama tiga hari saddam dan Sultan menetap di desa itu. Setiap harinya ia terus meyakinkan Alana untuk ikut pulang dengannya! Dan pada akhirnya, usahanya berbuah manis! Karena wanita itu akhirnya luluh dan mau ikut kembali ke kota bersamanya.


Setelah yakin untuk kembali bersama Saddam Alana pun resign dari puskesmas tempat dia berkerja. Karena rencananya, setelah ini dia akan melanjutkan studinya untuk menjadi dokter spesialis.


Kepergian Alana dari desa itu, sedikit meninggalkan kesedihan di hati masyarakat! Banyak dari mereka yang tidak rela Alana harus pergi, karena selama dia menjadi dokter di puskesmas itu! Alana selalu siap jika di perlukan! Satu kali Dua puluh empat jam. Bahkan jika ada masyarakat yang ingin berobat ke rumah sakit umum dan tidak memiliki biaya! Alana dengan senang hati membantu mereka. Wanita itu juga sering berbaur dengan masyarakat, sering menyapa orang dan murah senyum.


" Dokter Jihan, kalau sudah sampai di kota, jangan lupa ya sama kita yang ada disini! Sering-seringlah main ke sini, Kalau dokter Jihan punya waktu. Harapan masyarakat di sini begitu dokter Jihan selesai dengan studinya, dokter jihan dapat kembali lagi berkerja di puskesmas." Ucap istri kepala desa, yang ingin melihat kepergian Alana. " Kami akan sangat merindukan sosok dokter yang baik hati seperti dokter Jihan. " Lanjutnya sembari menggenggam tangan Alana.


" Aku juga sangat berterima kasih kepada ibu dan bapak yang sudah mau menerima kami dengan baik di desa ini, kebaikan ibu, bapak serta seluruh masyarakat disini, tidak akan saya lupakan. Saya tidak bisa berjanji apa-apa untuk ibu dan yang lainnya! Tetapi , begitu ada waktu luang, akan saya usahakan untuk datang! Sekali lagi, terima kasih ya pak! Bu. Saya pergi dulu." Ucap Alana seraya berpamitan kepada istri kepala desa, kemudian masyarakat yang berada di situ, yang ingin melihatnya pergi juga.

__ADS_1


Alana juga sebenarnya berat meninggalkan desa itu, karena sudah begitu nyaman tinggal di sana! Tapi demi Ken dan Za! Alana harus kembali, ia. Tidak ingin kedua anaknya merasakan apa yang pernah ia rasakan dulu.


Mobil Sultan pun perlahan menjauh, setelah Alana dan yang lainnya masuk ke dalam mobil itu.


Dari dalam mobil, Ken, Za dan Bram! Bisa melihat! Teman-teman mereka berlari mengejar mobil Sultan sambil memanggil nama mereka. Ada sebagian ibu-ibu yang mengusap air matanya saat mobil Sultan perlahan menghilang. Jelas sekali mereka sangat kehilangan sosok yang selalu dengan senang hati menawarkan jasanya.


Bukan hanya masyarakat di desa itu yang sedih karena kepergian Alana. Tapi Alana sendiri pun ikut sedih, begitu juga dengan Bram dan kedua saudara kembarnya. " Bunda, apa Za, tidak akan bertemu lagi dengan teman-teman Za?" Tanya Khanza.


" Apa kita tidak akan kembali lagi bunda?" Bram pun tidak ketinggalan untuk bertanya. Membuat Alana bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


" Anak-anak! Nanti kalau ayah punya waktu, ayah akan mengantar kalian ke sini, oke." Sahut Saddam, tetapi ketiga Anak itu hanya diam, namun beberapa saat kemudian Kenzo kembali bertanya.


" Ayah! Apakah harus kita ikut ayah? Tidak bisakah, aku, Za, Bram dan bunda tetap tinggal di sana. Lagian Ayah-kan punya mobil, ayah bisa mengunjungi kita! Kalau ayah rindu kepada kita." Ken dari kecil sudah di ajarkan mandiri sama Alana dan Alena begitu juga dengan Bram dan Za. Di tambah kepintaran dan kehidupan yang anak itu lalui, membuat ia di dewasakan oleh keadaan, jadi tidak salah jika dia bertanya seperti itu.


" Tentu saja ayah bisa! Tapi ayah akan lebih senang jika melihat kalian setiap harinya saat Ayah pulang kerja." Jawab Saddam.


" Ta_"


" Sayang! Apapun yang bunda dan ayah lakukan. Itu yang terbaik untuk kalian bertiga." Ucap Alana sebelum Ken dapat melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Ucapan Alana itu membuat Ken tidak lagi bertanya begitu juga dengan Za dan Bram. Selama perjalanan semua orang yang ada di dalam mobil itu hanya diam dan larut dalam pikiran mereka masing-masing.


__ADS_2