
Semenjak mengetahui Aaron yang menghamili Alena, Sandrina langsung datang ke rumah orang tuanya Aaron dan menyampaikan berita itu! Walaupun Alena tidak tahu dimana rimbanya, Bagi Sandrina Aaron harus tetap mempertanggung jawabkan perbuatannya. Entah itu dengan cara menikahi Alena atau mendekam di penjara, semua itu kembali kepada Alena. Selaku korban.
Berita yang di sampaikan Sandrina, membuat ibunya Aaron shock! Wanita paruh baya itu tahu anaknya seorang bajingan tapi dia tidak tahu jika anaknya akan sebrengsek itu dengan memperkosa anak gadis orang yang masih di bawah umur! sampai hamil dan tidak bertanggung jawab.
Bukan tidak bertanggung, lebih tepatnya Aaron tidak tahu kalau Alena Hamil, Tapi sandrina memang sengaja memberikan informasi seperti itu kepada orang tua Aaron. Untuk memojokkan pria itu. Tapi siapa sangka hal itu justru membuat ibunya Aaron masuk rumah sakit dan harus menjalani pengobatan selama satu Minggu.
Dan begitu ibunya pulih, Ia langsung mengundang Sandrina dan Saddam kerumahnya untuk membicarakan masalah ini sekaligus menghukum Aaron di depan Saddam dan Sandrina. " Aku melahirkan kamu di dunia ini bukan untuk menjadi pria breng-sek. Kalau kamu tidak tahu cara memperlakukan orang dengan baik, setidaknya jangan merugikan mereka! Kamu sungguh membuat aku malu." Ucap ibunya, setelah menampar dan memukuli pundak Anaknya.
" Tante! ingat Tante baru keluar l
rumah sakit. Tante nggak mau lagikan kembali ke sana." Ujar Saddam. Wanita itu berhenti dan mengatur Nafasnya.
" Semua ini karena anak tidak tahu diri ini, bisanya buat malu saja! kalau aku tahu besarnya kamu akan menjadi seperti ini, waktu kecil mama tinggalin aja kamu dijalan." Lanjutnya, kemudian kembali mengatur Nafasnya sembari duduk di samping sandrina. " Pokoknya mama tidak mau tahu, bagaimana caranya! kamu harus menemukan wanita itu dan membawa mereka pulang! jika tidak! siap-siap, kamu mama keluarkan dari kartu keluarga. Kalau perlu mama sendiri yang akan mengantar kamu ke penjara dan akan mama pastikan kamu mendekam abadi disana." Lanjutnya membuat Sandrina dan Saddam ingin tertawa.
Aaron sih tidak keberatan di keluarkan dari daftar keluarga, tapi sekali saja dia melangkah ke balik jeruji besi itu. Bisa seumur hidup dia menetap disana, karena sang ibu tidak pernah main-main dalam mendisiplinkan mereka. Tapi entah mengapa, sikap buruk Aaron itu bisa lolos dari pengawasan ibunya! Mungkin karena sudah lama pria itu tidak pernah pulang ke rumah orang tuanya. Itu sebabnya hal ini bisa terjadi, kalau pun pulang! Aaron tentu saja akan bersikap baik di depan ibunya. " Iya ma! aku akan mencari mereka." sahut Aaron.
__ADS_1
Dan setelah hari itu mereka terus mencari keberadaan kedua wanita itu. Tetapi tidak juga ketemu. Sandrina bahkan sampai menyerah untuk mencari mereka dan berpikir mungkin kedua wanita itu sudah tiada. Bagaimana tidak! Hampir seluruh kota besar telah mereka datangi tapi tidak ada jejak keberadaan mereka. sedangkan kedua pria itu masih terus mencari sambil memperbaiki diri mereka agar menjadi lebih baik. Dengan harapan Tuhan mengasihani mereka dan mempertemukan mereka kembali. Entah itu dalam keadaan sehat maupun gundukan tanah dengan papan bertuliskan nama mereka.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Bertahan hidup selama lima tahun dan harus membesar ketiga orang anak Tanpa bantuan siapapun dan tetap memastikan satu sama lain mendapatkan pendidikan, bukanlah suatu yang mudah.
Dan semua itu butuh pejuang dan kesabaran, Walaupun keduanya hanya memiliki satu sama lain sebagai penyemangat di kalah lelah.
Bertahan di kala harus terus menghindar kesana-kemari dari orang-orang yang mencari keberadaan mereka dan menahan hina serta cibiran dari orang-orang sekitarnya. Tidak lantas membuat mereka berdua patah semangat dan menyerah akan keadaan.
Jungkir balik mereka harus berjuang untuk hidup yang lebih baik, tidak terhitung air mata serta luka yang harus mereka tanggung untuk berada di posisi sekarang ini tapi dengan kepintaran yang dia punya, Alana mampu lulus dari sebuah universitas dengan predikat cumlaude. Setelah tiga tahun lebih menjadi mahasiswa kedokteran di universitas itu. Walaupun dia sempat di pandang sebelah mata dan di hina, oleh mahasiswa lain. Tidak membuat seorang Alana menyerah akan keadaan, dia justru membuktikan kemampuannya kepada mereka yang menganggap remeh dirinya begitu pun dengan Alena, walaupun ia tidak lulus dengan predikat terbaik tapi dia mampu menyelesaikan pendidikannya. Sesuai yang mustahil tapi nyatanya, berhasil di raih keduanya.
" Kenapa?" Tanya Alana, ia hendak masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat tetapi Alena justru mencegah nya dengan mengajaknya berbicara dan disinilah keduanya. di depan teras rumah sewaan mereka.
" Aku mendapat panggilan kerja dari salah satu, perusahaan firma hukum yang ada di kota. Lana! Kali ini izinkan aku pergi ya. Kita harus mengumpulkan uang untuk biaya sekolah mereka."
__ADS_1
" Aku masih punya tabungan Alena, kita bisa menggunakan itu untuk biaya sekolah mereka dan untuk makan_ itu bisa dari gaji aku di puskesmas. Kalau kamu pergi! Siapa yang akan menjamin kamu dapat menghindari mereka." Sahut Alena.
" Tapi mereka bertiga alana dan pendidikan itu semakin hari semakin malah. Kita harus memikirkan itu dari sekarang, jangan memikirkan diri kita sendiri. Tapi kita abaikan kebutuhan mereka." Alena tidak begitu saja menyerah membujuk Alana. " Berapa sisa uang dalam tabung yang kamu Punya Alana. Itu tidak akan cukup untuk sekolah mereka nanti! Kamu tahu itu tapi kamu tetap, terus membohongi diri kamu sendiri. Kenapa! Kamu takut bertemu dengannya? Kamu harus ingat Lana jangankan lima tahun, sepuluh tahun bahkan puluhan tahun sekali pun. Kamu tidak akan bisa menghilangkan status kamu begitu saja! Tapi Terserah, jika kamu masih mau tetap disini.Besok aku akan ke kota untuk memulai pekerjaan barii Aku titip anak-anak sama kamu. " Alena langsung meninggalkan Alana untuk beristirahat. Karena dia tahu, saudarinya itu begitu sulit untuk di bujuk.
* Apa yang kamu pikirkan Alana! Sudah lima tahun berlalu, mungkin saja dia telah melupakan kamu dan mendapatkan penggantimu. Kamu harus memikirkan masa depan ketiga anak itu, berkerja di puskesmas dengan gaji yang kamu dapatkan tiga bulan sekali tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. *
" Bunda!" Seorang gadis kecil berjalan keluar menghampiri Alana, tengah melamun.
" Sayang ko bangun lagi?"
" Za, cari bunda! bunda nggak ada. Za kan takut Bunda." Jawab gadis kecil itu.
" Ya udah ayo bunda temani bobo lagi! Atau mau bobo sama mama?" Tanya Alana.
" Nggak! Za mau bobonya sama bunda aja! Kalau bobo sama mama, Abang Bram, suka isengin za. Sakit semua badan Za."Aduhnya kepada Alana. Dan yang dia maksud Isengnya itu! Tidur Bram nya yang nggak bisa satu tempat dan suka menendang saat tidur.
__ADS_1
" Kasihan anak Bunda, Sini bunda gendong." Alana meraih tubuh za, kemudian menggendongnya, masuk kedalam rumah setelah itu mengunci pintu rumah mereka. agar tidak ada maling yang masuk.
Selain Za dan Bram ada juga Kenzo. Bramantyo Alamsyah yang tua, Kenzo Abraham yang ke dua dan sih bungsu Reikanzha Cherylia. mereka adalah penyemangat di saat mereka hampir menyerah dan pengobatan di kalah lelah melanda .