Love Me

Love Me
eps 18


__ADS_3

tomy tak bisa menguasai hatinya ia kacau "No, aku tidak mau maaf pa untuk yang satu ini tomy tidak ingin mengabulkan inginnya papa, " tomy masih kekeh di dalam pendiriannya,


cinta yang telah ia bangun sejak masuk sekolah menengah dengan lisa tak bisa ia putuskan begitu saja, hanya lisa wanita yang saat ini tomy cintai dan bukan yang lainnya


"lagi pula siapa itu melisha aku tidak mengenalnya, " ucap tomy sambil netranya lurus ke depan melihat betapa sempurnanya ciptahan tuhan.


"heh, " lagi lagi hanya helaan nafas berat yang tomy hembuskan di satu sisi ia tidak mau membantah ucapan papanya namun di satu sisi yang lain ia begitu mencintai wanitanya,


………………………


dilla sudah terbangun dari tidurnya namun entah dia tertidur atau pingsan,"ah, " dilla memegangi kepalanya karena terasa berat dan pusing, ia belum sadar sepenuhnya dengan apa yang terjadi dan menimpa dirinya saat ini,


sedangkan ke dua temannya entah di mana rimbanya, mungkin dia sudah pulang atau entah dia kemana author juga tidak tahu karena memang tidak kenal,

__ADS_1


vivi dan queena memang sudah mencari di mana dhila berada namun sayang mereka berdua tak menemukannya, " ah, sial mungkin dhila sengaja menghilang agar ini semua tak jadi di bayar olehnya, " gerutu vivi dan akhirnya dia yang membayar semua yang mereka pesan dan dengan segeraeninggalkan tempat nauzubillah itu,


"dimana aku, " ucap dhila


dilha kembali memegang kepalanya, kini netranya membulat setelah tersadar dengan apa yang menimpanya, bahkan kini tubuhnya masih polos tanpa sehelai kain pun


dhila mengangkat sedikit selimut yang menutupi tubuhnya, " tidak, ini tidak mungkin terjadi, " ucap dilha bibirnya sudah bergetar.


ia mencoba untuk turun dari atas ranjang, "shtt, " dilha meringis karena merasakan bagian sensitive nya sangat nyeri dan sakit


dengan rasa sakit yang tetahan dilha mencoba memunguti bajunya yang sudah tergoyak dan sobek semuanya berserakan di atas lantai dan tepat di atas branya ada segepok uang tunai dan selembar kertas,


"itu bayaranmu, " isi tulisan selembar kertas yang berada di samping uang tunai dengan jumlah yang sangat banyak

__ADS_1


dhila kembali menangis"aku bukan pelacur, " racaunya sambil menangis,


niat hati ingin menjebak losa malah ia yang terjebak dalam permainannya sendiri, dilha tetap mengmbil uang itu dan mengenakan pakaiannya,


ia terlihat seperti orang gila karena di beberapa bagian bajunya itu sudah robok, ia berdiri dan berjalan dengan langkah teresok esok,


"tidak ada yang boleh tahu dengan apa yang menimpaku saat ini, " ucapnya sambil meraih tas dan ponselnya yang berada di tempat yang berbeda dengan kamar yang baru saja ia keluar.


dilha memasuki mobilnya yang masih terprkir rapi di halaman bar, dan melajukannya dengan laju yang sangat cepat beruntung jalannya sepi pengendara,


"sialll," teriak dilha dengan suara besar dan kini tangannya memukul stir mobil dengan kasar,


"tidak, aku tidak mau jika ada orang lain yang tahu denganku, " racaunya

__ADS_1


malam semakin menyangsang, dilha masih berada di tengah jalan jangan tanyakan seberapa khawatir mamanya di rumah dilha adalah dua bersaudara,


dilha sampai di rumahnya, ia sangat takut untuk keluar dari mobilnya karena ia tahu ujung ujungnya mamanya akan memarahinya.


__ADS_2