Love Me

Love Me
eps 13


__ADS_3

"mama ga tau gimana keadaan anak kita di sana pa, " maya terlihat bersedih sambil menyantap makanan yang ada di hadapannya,


sedangkan tuan gunawan hanya bisa menghela nafasnya berat, ia bingung harus melakukan apa sekarang,


"Lisa masi anak anak pa, " kini netra maya menatap suaminya dengan tatapan yang dalam tersirat di matanya ada banyak kesedihan yang ia bendung,


Lisa adalah anak satu satunya, anak kesayangannya kebanggaannya jiwanya hatinya maya, tuan gunawan menggenggam tangan istrinya erat, " tenangkan diri mama dulu papa akan segera cari solusinya ya, " ucap tuan gunawan menenngkan istrinya,


maya hanya mengangguk, selang beberapa menit tiba tiba mereka berdua mendengar bel rumah berbunyi,


ting dong,,


bik yem langsung berlari dan membuka pintu melihat siapa yang datang bertamu,


"Nona, " bik yem tersenyum dan segera memersilahkan nonanya masuk,


"Mama, " lisa berlari dan langsung menghamburkan pelukannya,


"sayang, " begitupun dengan maya ia langsung membalas pelukan anaknya dengan sangat erat,


mereka berdua terdengan menangis dalam pelukan satu sama lain, " sayang, " ucap maya sambil mengelus rambut lisa dengan lembut,


"mama, hiks hiks, " Bukannya berhenti menangis lisa malah semakin membesarkan suara tangisannya,

__ADS_1


"sudah ya, hati mama sakit denger kamu nangis sayang, " ucap maya, dan langsung membawa lisa menuju sofa,


………………


sedangkan andre kini sedang menjalani meeting dengan client pentingnya di sebuah coffe shop,


berbeda halnya dengan sekertaris dean jika saat ini andre tengah sibuk dengan clientnya, justru dean lebih sibuk dengan hayalan dan fikirannya yang terbang kesana kemari,


"siapa wanita itu, " batin dean sambil bibirnya tersenyum manis,


"aku harap bisa bertemu dengannya kembali, " dean berharap dengan harapan yang sangat bahkan ia kini mengatupkan tangannya di depan wajahnya,


"terimakasi senang berkerja sama dengan anda, " ucap andre sambil menjulurkan tangannya di hadapan clientnya itu,


"hey, " andre menepuk bahu dean yang hanya diam saja dari tadi,


"eh, udah selesai ya, " tanyanya sambil bangkit dari duduknya,


andre hanya mengangguk dan mereka berdua dengan segera meninggalkan coffe shop untuk kembali ke perusahaan,


hari sudah siang terik matahari semakin naik, andre merogoh ponselnya karena ini memang sudah jam makan siang,


tutt.,,

__ADS_1


dean melihat tuannya dari kaca spion depan, andre tampak tersenyum sambil menatap layar ponselnya,


drtt,,


drt,,,


ponsel hanna berdering, namun ia tak sempat untuk menjawab panggilan karena pasiennya saat ini lebih penting dari semua masalahnya,


"ayo bu teruss, ya, tarik nafas buang lagi, ayo bu sedikit lagi, " ucap hanna memberi intruksi pada pasiennya yang sedang melahirkan,


keringat di kening hanna sudah bercucuran, suster dengan setia mengusapkan peluh di keningnya


oeekk,,


suara tangis bayi terdengar menggelegar di ruang bersalin, hanna tersenyum menatap bayi mungil yang baru saja keluar dari persembunyiannya selama sembilan bulan itu,


"selamat bayi ibu perempuan, " ucap hanna sambil tersenyum haru melihat betapa berat perjuangan seorang ibu yang melahirkan anaknya ke dunia,


sedangkan di seberang sana kini senyum andre mulai redup panggilannya di abaikan, "hanna mungkin saja sedang sibuk, " ya dan andre mengerti akan posisi hanna yang menjadi dokter,


"heh, " andre menyenderkan punggungnya sambil menghembuskan nafasnya,


sedangkan dean kini netranya celingak celinguk seperti mencari sesuatu, namun apa itu entahlah hanya dean yang tahu,

__ADS_1


__ADS_2