Love Me

Love Me
Rahasia Alana.


__ADS_3

Setelah kejadian! Hubungan Alana dan Saddam tetap berjalan seperti biasanya, Alana tidak mengungkit apapun tentang Aaron, wanita itu begitu pandai menyembunyikan perasaannya di hadapan suami dan keluarga suaminya itu.


Tetapi hal itu justru membuat ia semakin jijik pada dirinya sendiri karena dia begitu membenci pria yang berstatus suaminya itu tapi tetap tersenyum dan melayaninya. Mengingat statusnya sebagai seorang istri. Dan ingin mengakhiri tapi belum saatnya untuk dia mengakhiri semuanya, terpaksa dia harus bertahan dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. dan terus memupuk rasa benci di hatinya untuk Saddam.


Tetapi semua menjadi semakin buruk saat Alena tiba-tiba pinsang di sekolah, ia sudah di bawah Uks, tapi Alena tidak kunjung sadar! karena takut terjadi sesuatu dengan Alena. guru BK dan beberapa siswa termasuk Alana, membawanya ke rumah sakit yang tidak jauh dari sekolahnya.


Setelah di periksa oleh dokter! Alena di nyatakan hamil. Dan seisi sekolah di buat gempar akan berita itu dan pada akhirnya berita itu sampai ke telinga sandrina, selaku wali pengganti untuk mereka berdua.


" Alena katakan! Siapa Ayah dari calon anak kamu." Tanya sandrina. Mereka saat ini tengah duduk di ruang keluarga rumah sandrina, setelah ia menjemput Alana dan Alena di rumah sakit dan menghadap guru BK di sekolah mereka.


Untung saja mereka tinggal menunggu hasil kelulusan yang tinggal beberapa hari lagi, jadi Alena tidak sampai harus di keluarkan dari sekolah.


" Alena! Ini bukan saatnya kamu untuk diam, katakan siapa lelaki itu. Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya." Sahut Saddam yang saat itu juga ikut bergabung bersama mereka.


" Aku tidak tahu, Tante! Dan aku juga tidak membutuhkan tanggung jawab darinya. Aku bisa mengurus anak aku sendiri nanti. Terima kasih karena Tante dan keluarga Tante sudah mau peduli dengan masalah aku. Dan maaf jika masalah ini membuat malu keluarga kalian." Ujar Alena. Setelah semua ini mereka berdua masih tetap saja Diam.

__ADS_1


Sebab Alana tahu, Alena tidak ingin bersama Aaron biarlah buah dari hasil pemerkosaan pria itu dia tanggung saudarinya itu sendiri, toh Alena sudah siap untuk semua konsekuensi nantinya.


Mungkin di luar sana orang akan menyalakan Alena dengan segala tuduhan dan tidak akan ada yang percaya kepada dirinya, jika dia menceritakan sebenarnya mengingat seperti apa Alena dulu! Tapi bagi Alena sendiri menanggung konsekuensi dari kesalahan yang tidak ia inginkan, sedikit lebih mudah! Ketimbang harus berurusan dengan pria itu. Sebab hal itu tidak akan menghapus noda pada dirinya! Sebanyak apapun waktu yang dia punya bahkan seumur hidupnya kenyataan menyakitkan itu tidak akan pernah terhapus dan mempertemukan mereka berdua sama saja dengan menyiram cairan asam pada luka yang menganga.


" Tapi kamu akan menjadi bahan ocehan orang! Apalagi di lingkungan rumah kamu Alena. Pikirkan juga masa depan kamu dan calon anak kamu nanti." Desak Sandrina.


" Terima kasih karena Tante sudah peduli kepada aku! Tapi masa depan itu milik mereka yang berjuang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Dan soal lingkungan tempat aku tinggal! Tante tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena begitu aku lulus nanti. Aku akan pergi jauh dari sana! Dan tolong jangan memaksa aku untuk mengatakan siapa dia." Ucap Alena dengan begitu yakinnya. " Maaf Tante aku harus pulang. Sekali lagi terima kasih." lanjutnya seraya berdiri dari tempat duduknya kemudian meninggalkan ruang itu ketika semua orang hanya diam, tengelam dalam pikiran masing-masing, begitu juga dengan Alana.


Wanita itu memilih diam, Bukan karena tidak peduli kepada Alena. Tapi diamnya, karena jika dia berbicara mungkin apa yang dia tahan selama ini akan meledak saat itu juga. Dan dia tahu hal itu akan membuat Alena tidak suka.


" Kak, paman aku izin antar Alena." Alana pun langsung berdiri dari duduknya tanpa menunggu jawaban dari Saddam dan Sandrina.


" Lana terima kasih ya! Kamu sudah mau membantu aku dengan tidak mengatakan sebenarnya kepada mereka." Ucap Alena, kedua wanita itu baru saja tiba di rumah mereka.


" Aku melakukan ini karena aku tahu kamu membenci ayah dari calon anak kamu." Sahut Alana sembari menggenggam tangan Alena. " Begitu lulus nanti, aku akan ikut bersama kamu, aku harus memastikan kalian baik-baik saja di tempat yang baru." Lanjutnya.

__ADS_1


" Tidak Lana, kamu punya keluarga disini, mereka adalah keluarga kamu. Kamu harus bersama mereka." Ucap Alena dengan cepat mengeleng kepalanya.


" Mereka mungkin menganggap aku keluarganya! Tapi sejak awal aku tidak menganggap mereka seperti itu. Karena aku hanyalah pekerja disana dan menikah dengan Pamannya Naya, bagiku hanyalah pekerjaan, aku memberikan tubuhku dengan suka rela dan aku menerima uang bulanan dari kak sandrina sebagai gaji, aku tidak pernah menyentuh uangnya, aku juga tidak mengunakan apapun yang dia berikan. Sebagai gantinya aku meminta, kak sandrina memastikan kesembuhan kamu dan semenjak aku mendengar ucapan sahabat-sahabatnya paman Naya aku sudah ingin pergi dari sana! Tapi aku masih khawatir dengan keadaan kamu. Karena kamu ingin pergi, aku juga akan pergi bersama kamu. Kita mulai semua di tempat yang baru dan kita tinggalkan semua rasa sakit ini disini." Ucap Alana sembari memeluk tubuh Alena.


" Maaf ya karena aku, kamu harus melakukan semua ini." Ucap Alena.


" Nggak papa, semuanya juga tidak buruk! Karena aku bisa jadi cantik, lihat udah nggak adakan." Ucap Alana sambil menunjukkan tempat keloid-nya yang sudah sepenuhnya hilang.


Alena tersenyum sembari mengangguk kepalanya. " Ada dan tidak adanya keloid di wajah kamu, kamu sudah tetapi cantik___ Tapi Lana, kamu kan sering melakukan hal itu dengan Pamannya Naya. Kenapa kamu tidak pernah hamil, aku saja langsung kebobolan di percobaan pertama." Tanya Alena dengan sedikit gurauan di akhir kata-katanya.


" Ya iyalah aku tidak hamil, karena aku rutin suntik tiga bulan sekali, itu sebabnya aku tidak pernah hamil dan dua Minggu lagi aku harus kembali ke rumah sakit untuk suntik yang ke empat kalinya. Tapi karena lima hari lagi hasil kelulusan kita keluar, aku rasa aku tidak perlu suntik untuk ke empat kalinya." Jawab Alana apa adanya.


" Sejak kapan kamu suntik seperti itu! Apa tidak ada efek sampingnya." Tanya Alena ingin tahu.


" Aku pertama suntik itu, waktu aku kembali dari luar negeri untuk menghilangkan ini." Tunjuknya pada bekas keloid yang sudah tidak ada disana. " Dan efek sampingnya tentu saja ada, aku sering merasa kram perut dan datang bulan aku nggak teratur, aku pernah tidak datang bulan semalam tiga bulan dan dokter menyarankan aku untuk berhenti tapi gimana. Aku nggak mau hamil dan berada lebih lama di keluarga itu. " Lanjutnya.

__ADS_1


Alena sampai geleng-geleng kepala mendengar cerita Alana, ia tidak percaya saudari kembarnya itu, menyimpan rahasia sebesar ini dan mengabaikan kesehatannya sendiri." Lana, apa tidak ada sedikit saja perasaan kamu kepada pamannya Naya." Tanya Alena.


" Nggak! Aku tidak pernah mencintainya." Jawab Alana dengan begitu yakinnya. " Aku di bayar untuk membuat dia mencintai aku bukan sebaliknya."


__ADS_2