Love Me

Love Me
eps 17


__ADS_3

tomy langsung berlari ke dalam rumah sakit dan mencari di mana letak kamar sang papa,"kamar mawar no 135 dimana ya, " tanya tomy pada resepsionish,


"anda harus naik lift dan belok kanan, " ucap resepsionis dan tomy langsung berlari manaiki lift, hatinya sudah ketar ketir sedari ia mendapat kabar bahwa papanya kembali masuk ke rumah sakit,


thing,,


pintu lift terbuka dan tomy kembali berlari hingga menemukan letak kamar papanya, ia membuka pintu dengan pelan dan menutupnya kembali, "sayang, " ucap marlina mamanya tomy sambil berdiri.


"papa gimana ma, " tanyanya sambil duduk di sebalah papanya yang sedang terlelap,


marlina tersenyum melihat raut wajah anaknya yang sangat menghawatirkan papanya, tuan surya seketika membuka matanya dengan pelan dan saat ini juga ia sudah tersadar dan terbangun dari pingsannya,


"papa, " tomy sedikit berteriak dan langsung bangkit berdiri di hadapan papanya,

__ADS_1


"Nak, " ucap tuan surya sambil menggenggam tangan putranya, bibirnya menerbitkan senyuman dan itu bisa membuat dada tomy menjadi lega.


"kamu mau kan dengarkan ucapan papa kali ini saja, " tuan surya menatap anaknya dengan tatapan memohonnya,


menghela nafasnya tomy hanya mengangguki ucapan papanya, tuan surya kembali tersenyum manis setelah mendapatkan anggukan anaknya.


"menikahlah dengan melisha, " degh, antoni tertegun mendengarkan ucapan papanya, "menikah, " antoni mengulangi ucapan papanya,


"iya nak, " dengan penuh percaya diri tuan surya tersenyum dengan masih menatap wajah anaknya.


"bukannya tomy tidak mau menuruti ke inginan papa untuk menikah, tapi papa tau sendiri kan aku baru saja masuk universitas dan bahkan sama sekali belum mengikuti kegiatan apapun, maaf tomy tidak bisa dan tidak mau menikah secepat ini, " ucap tomy sambil menundukkan pandangannya dia sama sekali tak mau menatap papanya,


"Nak, kamu adalah penerus satu satunya papa, menikah bukan untuk menghentikan kuliahmu, kamu bisa meneruskan kuliah sambil mengurus perusahaan papa, " cecer tuan surya,

__ADS_1


tanpa mau menjawab ucapan papanya lagi tomy memilih untuk keluar dari ruangan papanya sambil berlari menuju parkiran tempat motornya berada, fikirannya saat ini kalut tomy seakan tak bisa berbuat apa apa,


ia melajukan motornya meninggalkan rumah sakit tempat papanya di rawat, "ahh, " tomy berteriak dengan kencang.


"No mana ada seperti ini, Bagaiman dengan Lisa jika aku menuruti ucapan papa, " dengan laju motor yang cepat tomy membelah jalan raya yang pengemudinya sangat ramai,


"pa, jangan paksakan anak kita seperti tadi ya, papa juga tau gimana tomy, " ucap Marlina mamanya tomy,


"tapi ma," shutt, " belum sempat tuan surya meneruskan ucapannya kini bibirnya susah di bungkam dengam jemari nyonya marlina,


"jangan di paksa ya, sekarang yang lebih penting adalah kesehat papa, jadi papa tidak usah repot repot memikirkan tomy," ucap nyonya marlina


dokter memasuki ruangan pasien setelah tadi nyonya marlina memanggilnya karena suaminya sudah sadar,

__ADS_1


kini tomy sudah duduk terdiam di sebuah bangku tempat biasa dia nongkrong dengan kekasih hatinya Lisa, "aku tidak mungkin menikah dengan orang lain, sedangkan aku hanya memcintai Lisa dan bukan yang lainnya, " ucap tomy frustasi ia sampai meremas rambutnya sendiri.


heh,, beberapa hembusan nafas kasar sudah terdengar sedari tadi ia mendaratkan dirinya duduk di bangku itu, kenangan akan kebersamaannya dengan lisa tak mungkin bisa ia hapus secepat kilat, " No aku tidak mau, ahhh, " tomy sudah berteriak dan untung saja tempat itu sedang sepi penghuni jadi tidak ada yang mendengar teriakannya.


__ADS_2