
Baru saja lisa meraih handuk yang bergantung di dekat cermin besar kini netranya langsung membulat tatkala dirinya menangkap bayangan seseorang yang sedang duduk di atas sofa kamar tidurnya,
tentu saja dengan segera lisa membalik badannya dan betapa terkejut dirinya, " aaaaa, " Lisa berteriak sambil melemparkan handuk yang ada di tangannya, "keluar, ngapain lu disini hah, " usir lisa
beruntung di dalam kamarnya itu kedap suara sehingga kedua orang tuanya tak mendengar teriakannya yang begitu nyaring,
Lisa mendekat ke arah andre dengan berkacang pinggang, "siapa yang ngijinin elu masuk je kamar gue," ucap lisa,
tak tahukan lisa saat ini andre sedang bersusah payah menelan salivanya akibat melihat dua gundugan yang tak terjaga itu begitu terang dan jelas karena memabg t-sirt yang ia gunawan itu berwarna putih, dan paha mulus yang hanya di bungkus dengan celana pendek sebatas paha saja,
andre terdiam susah payah ia menghindari tatapan lisa, rasa gugup kini menghampirinya, "ah sial, sial, " rutuk andre,
__ADS_1
jika saja hubungan rumah tangga mereka seperti yang lainnya sudah habis lisa di terkam andre jika ke adaannya seperti ini, tapi sayang mereka menikah saja karena sebuah kesalahan.
"keluar, ' teriak lisa dengan suara yang begitu keras, bahkan kini lisa menarik lengan andre menyuruhnya untuk keluar dari dalam kamarnya,.
"khem, " akhirnya andre berdehem setelah susah payah ia menghindari penampakan di depannya,
"apa kamu tidak menyadarinya, " ucap andre dengan netra yang menari nari menghindari nuansa alam di pagi hari ini,
akhirnya lisa melihat ke semua arah, " tidak menyadari, " batinnya lagi mengulangi kalimatnya, akhirnya setelah beberapa menit berfikir kini lisa membulatkan netranya setelah sadar dengan ke adaannya, dengan segera ia hempas tangan andre dan berlari, " keluar dari sini, " teriak lisa dengan berlari langsung masuk ke kamar mandi,
"ah, siaall, " lisa merutuki dirinya ia meremas rambutnya malu akan perbuatannya, " bisa bisanya aku lupa, " gerutu lisa di dalam kamar mandi, ia lihat wajahnya sudah memerah bak udang rebus di dedan cermin
__ADS_1
"Lisa kenapa kamu bodoh sekali, jangan bilang dia melihatnya, " lisa meringis.
sedangkan masih di dalam kamar entah mengapa andre malah tersenyum, menyadari itu andre langsung menghentikan senyumannya, "apa apaan aku ini, " ucap amdre dan ia keluar dari dalam kamar lisa,
tuan gunawan yang memang sudah duduk manis di atas sofa di temani secangkir kopi hangat dan selembar koran yang ada di tangannya, "Nak, " ucap tuan gunawan tatkala melihat andre yang baru saja keluar dari kamar lisa,
andre tersenyum ia masih bingung harus memanggil papa lisa dengan sebutan apa, dan itu yang menjadi pertanyaan di benaknya,
"maaf, saya harus pulang sekarang, " ucap andre dengan posisi yang masih berdiri di depan tuan gunawan,
tuan gunawan bangkit dari duduknya," bicaranya tidak usah terlalu formal, kita bukan rekan kerja kita adalah anak dan seorang papa, dan mulai sekarang panggil saya papa nak, " ucap tuan gunawan yang berjalan mendekati andre dan menuntunnya untuk duduk di atas sofa bersama dirinya.
__ADS_1
andre menjadi kikuk mendapatkan perlakuan seperti ini, ia tidak enak hati menolak ajakan mertuanya itu,