
Dua hari setelahnya, Andika benar-benar menepati ucapannya, Pria itu datang ke rumah sandrina dengan membawa kedua orang tuanya serta beberapa kerabatnya untuk melamar Naya. Bahkan ia telah menyiapkan cincin dengan ukiran nama dia dan Naya pada bagian dalam cincin itu.
Kedua orang tuanya pun sudah di beritahu jika nama gadis yang akan dia lamar adalah Naya.
Setelah kedua belah pihak duduk bersama di ruang tamu yang telah di sulap sedikit untuk acara dadakan itu. Adik dari ayahnya Andika mulai membuka acara lamaran sederhana itu, ia memberi sedikit sambutan sebelum lanjut ke tujuan kedatangan mereka.
" Selamat malam Bapak dan Ibu serta segenap keluarga yang kami hormati. Terima kasih kami ucapkan, karena telah berkenan menerima kami sekeluarga dengan baik. Perkenankanlah saya untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ini.
Pada hari ini, kami hadir di tengah-tengah keluarga Bapak dan Ibu, tiada lain dalam rangka mengenal satu sama lain untuk lebih dekat. Selanjutnya, kami juga ingin menyampaikan maksud dari anak kami yang sudah cukup lama mengenal putri Bapak dan Ibu. maka dari itu, izinkan kami mewakili Andika Sadikin untuk menyampaikan niat baik yang tulus ingin melamar putri Bapak/ Ibu sebagai wujud keseriusan anak kami. Mudah-mudahan Bapak dan Ibu berkenan untuk memberi restu niat baik anak kami dengan menerima lamaran ini. Hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada Bapak dan Ibu, sambil menanti sambutan dari Bapak/Ibu bersama jawaban lamaran dari anak kami, tak lupa kami sekeluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat tutur kata yang kurang berkenan dalam menyampaikan maksud dan tujuan anak kami."
Setelah menyampaikan maksud kedatangan mereka, Pamannya Andika, langsung kembali ke tempatnya. Setelah itu giliran satyo yang berdiri untuk memberi jawaban.
__ADS_1
Seperti yang di lakukan pamannya Andika, satyo juga menyampaikan sepatah dua kata. Sebelum lanjut ke intinya. Dalam sambutan itu jantung Andika di buat berdetak seketika saat nama Aleya yang di sebut bukan Naya dan saat itulah Andika baru sadar jika penampilan Aleya jauh lebih siap untuk acara malam ini ketimbang wanita yang dia cintai.
Bukan hanya Andika, bahkan kedua orang tuanya pun sama terkejutnya! Apalagi saat satyo bertanya jawab dari Aleya. Keluarga itu semakin tidak dapat berkata-kata. Ibunya Andika ingin meluruskan kesalahpahaman ini tetapi ayahnya Andika menahannya karena tidak ingin membuat malu keluarga Naya.
Setelah itu, Andika dan Aleya pun bertukar cincin, dengan tatapan mata Andika yang tidak lepas dari Naya. Tatapan itu mengisyaratkan perasaan kecewa dan Naya pun dapat merasakan hal itu.
"Ada apa ini? Kenapa paman Dika menatap aku seperti itu dan kenapa juga orang tua paman Dika begitu terkejut dan saling berbisik tadi. Apa ada yang salah atau apa?" Tanya Naya dalam hatinya, namun tidak menemukan jawaban apapun di sana.
Sementara acara itu terus berlanjut! walaupun tidak rona bahagia di wajah Andika.
Orang tua Andika dan Aleya pun memutuskan untuk keduanya menikah dua bulan lagi dari sekarang, tetapi Andika menolak hal itu karena dia membutuhkan waktu untuk mengenal seperti apa Aleya sosok wanita yang akan menjadi istrinya itu. Akhirnya kedua belah pihak setuju mereka akan menikah tiga bulan lagi dari sekarang. Selama masa tiga bulan itu mereka akan menyiapkan pernikahan yang Mega sesuai yang di inginkan Aleya. Dan wanita itu tidak menyangka jika pada akhirnya ia akan bersama dengan Andika, lelaki sangat ia cintai, semua itu bisa terjadi karena bantuan Naya.
__ADS_1
" Nak! Ayah tahu kamu mungkin kecewa, tapi mungkin ini cara Tuhan menunjukkan jika Naya bukanlah jodoh kamu." Bisik ayahnya Andika sambil memeluk pria itu untuk menguatkannya. Dan Andika hanya mengangguk, sebab pria itu mendadak jadi pria pendiam.
...\=\=\=\=\=...
.......
.......
.......
...Hai semua, mampir yuk ke novel aku yang lama dengan judul yang baru....
__ADS_1