
Masih di malam yang sama, begitu lamaran itu berakhir, Aleya mengajak Andika dan Naya untuk berpesta, pesta itu disiapkan oleh teman-teman Aleya untuk merayakan pertunangan Aleya hari ini dan hal itu sudah biasa terjadi di lingkungan pertemanan Aleya.
Karena tidak ingin malu, sebab ia telah berjanji untuk membawa calon suaminya, Aleya pun memaksa Andika dan Naya untuk ikut.
Dan disinilah mereka sekarang, di sebuah club malam yang biasa di datangi Aleya dan teman-temannya. " Kak, aku pulang aja ya! Aku capek banget nih." Ucap Naya dengan suara begitu keras saat mereka melangkah menuju table di mana teman-teman Aleya berada. Tetapi Aleya mengabaikan ucapan Naya dan terus saja melangkah sambil menarik tangan Andika.
Naya yang kesal karena tidak di dengar pun hanya bisa mengikuti saja, sambil menghentakkan kakinya.
Sampainya di table di mana teman-temannya berada, Aleya langsung memperkenalkan Andika dan Naya kepada semua teman-temannya yang ada di situ dengan sesekali bergelayut manja pada lengan pria itu. Wanita itu tidak sadar jika, Andika begitu risih saat dia menyentuhnya.
Usai berkenalan, Aleya kembali menarik lengan Andika untuk turun ke lantai dansa, wanita itu melupakan keberadaan sang adik, yang ia tinggalkan begitu saja bersama teman-temannya, untuk bisa menghabiskan waktu berdua bersama Andika.
__ADS_1
" Hai, kamu siapa? Duduk sini dong, jangan berdiri aja." Salah satu teman pria-nya Aleya, yang sejak tadi menatap Naya penuh minat itu, bertanya kepada Naya. Dan tanpa menunggu jawaban gadis itu, ia dengan begitu lancang menarik tangan Naya sehingga wanita itu terduduk di antara pria itu dan salah satu teman wanitanya.
Tidak hanya sampai di situ. Mereka yang telah mabuk itu, memilih mengerjai Naya dengan merecokinya minuman. Naya sudah berusaha untuk melawan dan menolak tapi karena dia kalah jumlah dengan mereka, Naya pun terus meminum-minuman itu, ia bahkan sampai terbatuk-batuk.
Dan pria yang tadi berbicara dengan Naya namun di abaikan oleh gadis itu. Mengusap pa-ha Naya dan sengaja meremasnya.
Naya yang mengunakan dress selutut itu, membuat tangan sang pria terus bergerak kedalam, ingin melecehkannya lebih jauh lagi tapi Naya menghempaskan tangannya dengan begitu kasar sebelum ia bisa menyentuh sesuatu yang berharga disana! Walaupun Naya sendiri sudah sangat mabuk, karena terus di berikan minuman tapi sebisa mungkin ia tetap mempertahankan kewarasannya.
Membuat sang pria marah dan segera berdiri dari tempat duduknya meninggalkan mereka, bahkan saat salah satu temannya bertanya dia hendak kemana, lelaki itu tidak menjawab dan beberapa saat kemudian ia kembali membawa segelas minuman yang telah ia campuran dengan sesuatu kemudian memaksa Naya untuk meminumnya.
Untuk melancarkan rencananya, pria itu sampai mencengkeram rahang Naya dan meninggalkan bekas tangannya di sana.
__ADS_1
Naya yang sudah tidak tahan berada di situ langsung berdiri dari duduknya, untuk meninggalkan tempat itu walaupun untuk berjalan rasanya sulit.
Sementara pria itu serta teman-teman Aleya lainnya membiarkan Naya pergi, saat langkah Naya telah menjauh pria itu pun berdiri dari duduknya untuk menyusul Naya, Namun lengannya di tahan oleh Aleya yang baru datang di ikuti Andika di belakangnya. " Mau kemana?" Tanya Aleya. " Kita duduk." belum sempat pria itu membuka mulutnya untuk menjawab, Aleya sudah lebih dulu menariknya untuk duduk kembali duduk, sehingga ia tidak dapat melihat keberadaan Naya dimana pun.
Berbeda dengan Andika, pria itu masih bisa menangkap sosok Naya! Walaupun pengunjung club' itu semakin ramai. " Leya, aku ke toilet dulu." Pamit Andika, Aleya pun mengangguk dan membiarkan Andika pergi.
Setelah Andika pergi Aleya asyik bersama teman-temannya hingga ia tidak menyadari sang adik sudah tidak berada di sana.
Disisi lain, Andika berhasil mengejar Naya dan menahan tubuhnya sebelum gadis itu terjatuh. Saat memeluk erat tubuh Naya, Andika beberapa kali harus menutup hidungnya karena bau alkohol yang begitu menyekat dari tubuh dan mulut Naya. Ia bahkan ingin memarahi gadis itu karena teledor sampai mabuk seperti ini. Tapi menyadari baju bagian da-da Naya yang basa serta rahangnya yang merah sedikit keunguan. Membuat rahang Andika mengeras sampai mengepalkan tangannya. Ia tahu wanita yang dia cintai itu, baru saja dipaksa.
" Maaf, Maafkan aku." Bisik Andika, pria itu merasa malu! Karena mengatakan mencintai gadis itu tetapi tidak dapat menjaganya saat gadis itu pergi bersama mereka. " Ayo aku antar pulang." Tanpa menghiraukan ocehan ngawur sang gadis. Andika langsung menggendongnya ala bridal style, kemudian melangkah meninggalkan club' itu tanpa mengabari Aleya.
__ADS_1