Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
SMS di Malam itu


__ADS_3

Di suatu malam, kala Wulan sedang bersiap-siap untuk tidur, hp nya berdering tanda ada sebuah pesan masuk. Dilihatnya, pesan dari nomor yang tidak di kenal. "Hai" begitulah isinya. Lalu dia membalas pesan tersebut dan bertanya, siapa kamu? Tak lama, pesan tersebut mendapat balasan. Memperkenalkan diri sebagai Agung. "Darimana kamu dapat nomor hp ku?" tanya Wulan menyelidik. Ya begitulah, duo jomblo tersebut akhirnya saling berkenalan setelah Agung menjelaskan dia mendapat nomor hp Wulan dari seorang teman.


2 hari berlalu...


"Malam minggu besok ada acara gak?" tanya Agung. Antara senang dan takut, Wulan masih bingung memberi jawaban pada Agung. Senang karena dia berfikir, "Ahh siapa tau bisa pacaran, lumayan gak jomblo lagi, hihi". Sekaligus takut, "Kita kan baru kenal, ntar aku di apa-apain lagi". Mulai deh negatif thinking nya 🤭


Tak mau dia menunggu lama, akhirnya di balaslah pesan tersebut. "Aku gak ada acara, emang kenapa?" balas Wulan. "Jalan yuk, mau gak?" Astagaaa, dia ngajak ketemuan, batin Wulan. Gak tau kenapa rasanya seneng banget, rasanya seperti orang sedang jatuh cinta. "Oke, ketemuan dimana?" balas Wulan. "Di apotek dekat rumahmu aja ya?", Agung meminta. "Oke, sampai ketemu besok", balas Wulan.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua berencana untuk saling mengenal lebih jauh. Ya. Mereka janjian di dekat apotek yang kebetulan dekat dengan rumah Wulan. Rumah mereka masih satu kompleks, beda RT dan RW saja. Jika Wulan tinggal di RW 3, Agung tinggal di RW 10. Masih tetangga juga ternyata. Hmm, rasa senang itu, memang rasa jatuh cinta sepertinya. Cinta yang belum terjadi. Cinta kilat. Mungkin perasaan itu terlalu berlebihan, karena mereka baru akan memulai kencan. Wulan yang belum punya kekasih dan Agung pun demikian.


"Rasa yang hadir tiba-tiba saat teringat perkenalan malam itu, saat dia mengutarakan maksudnya ingin bertemu, seperti saat aku merasakan jatuh cinta pada pacar pertamaku saat dulu baru lulus SMA. Apa mungkin aku sedang jatuh cinta. Tapi tidak, ini terlalu cepat. Terlalu cepat aku menyimpulkan rasa ini. Tidak boleh. Aku baru saja mengenalnya, kenapa sudah mempunyai fikiran kalo dia menyukaimu Wulan?" begitulah kata hatinya sedang berargumen.


Tak terpungkiri, perkenalan itu telah membuat harapan di hati Wulan. Harapan ingin bersama menjalin ikatan. Entahlah, kenapa dia teramat percaya diri. Yang dia tahu hanya rasa bahagia tumbuh bermekaran di hatinya saat ini. Dan rasanya ingin sekali Wulan mempercepat waktu agar malam minggu itu segera tiba. Begitulah. Dia penasaran seperti apa orang yang akan dia temui. Tampankah? Atau jelekkah? Ahh, rasanya sudah tidak sabar, batin Wulan.


Sesaat sebelum pertemuan itu di mulai...

__ADS_1


"Kita mau jalan kemana nih" tanya Wulan


"Belum tahu, ntar jalan dulu aja ya" pinta Agung


"Bawa helm gak?" Wulan


"Gak usah, kan kita naik sepeda" Agung

__ADS_1


Mak jlebbb, betapa malunya diriku, mana terlanjur aku bertanya bawa helm apa enggak. Astagaaa, hari gini ngajakin kencan naik sepeda?" batin Wulan. Di tempat Agung berada, dia sedang cekikikan setelah mengirim pesan bahwa mereka akan kencan dengan naik sepeda. Inilah keusilan yang di ciptakan Agung untuk Wulan. Padahal sebenarnya dia sudah siap dengan sepeda motornya. Dia telah berhasil mengerjai Wulan, "Pasti dia merasa malu, hihi" pikir Agung nakal.


__ADS_2