Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Kencan Pertama


__ADS_3

Karena belum mempunyai tujuan hendak pergi kemana, Agung berinisiatif untuk mengajak Wulan makan. "Pasti Wulan belum makan, aku juga udah laper habis pulang kerja langsung mandi trus ke rumah Wulan, aku ajak makan dulu deh" dalam hati Agung berbicara.


"Makan dulu mau gak, kamu pasti belum makan kan?" tanya Agung pada Wulan


"Belum sih, emang mau makan apa mas?" jawab Wulan


"Bakso langgananku aja gimana, mau gak?"


"Ya udah gpp terserah yang ngajak, hehe"


Akhirnya mereka berdua menuju ke warung bakso langganan Agung. Kurang lebih 10 menit perjalanan mereka telah sampai ke lokasi. Dan benar saja, namanya juga langganan, pasti yang jual juga udah paham sama pembelinya. Hal ini terlihat ketika penjual bilang "Wah, bawa gandengan ya sekarang (sambil ketawa)". Agung pun hanya tersipu malu menanggapinya. Begitu juga dengan Wulan.


Setelah memesan menu dan menghabiskannya, mereka ngobrol sejenak.


"Mau nambah lagi gak?" ucap Agung


"Gak mas, udah kenyang kok" jawab Wulan


"Gpp gak usah malu-malu, biar gendut makan yang banyak" sahut Agung


"Emang aku keliatan kurus banget ya?" ucap Wulan dengan sedikit cemberut

__ADS_1


"Gak juga sih, cuman kalo keliatan berisi itu lebih enak" jawab Agung dengan tertawa


Andai saja wanita tahu, bahwa laki-laki lebih suka dengan wanita yang berisi ketimbang yang kerempeng 😂


"Ini udah cukup, berhentilah makan sebelum kenyang" ucap Wulan


Setelah selesai makan, Agung segera beranjak menuju penjual bakso dan membayar. Mereka segera berlalu meninggalkan warung bakso itu. Di perjalanan...


"Kamu pengen kemana malam ini?" tanya Agung pada Wulan


"Aku pengen ngomong serius sama kamu" lanjutnya


"Pasti. Aku akan membawamu pulang dengan selamat" ucap Agung


Akhirnya, Agung memberhentikan sepeda motornya di pinggir jembatan layang arteri. Keadaan lalu lintas pada malam itu lumayan sepi. Lebih sering truk tronton atau truk trailer yang lewat. Lampu warna warni yang terdapat di bagian kabin truk yang lewat menambah syahdu suasana malam itu menemani dua sejoli saling berbagi isi hati.


"Kemarin aku nembak kamu lewat sms, sekarang aku ingin bilang secara langsung kalau aku menyukaimu" ucap Agung mengawali obrolan


"Apa kamu yakin dengan perasaanmu terhadapku mas? Kita ini baru mengenal lho. Apa gak terlalu cepat untuk kita?" jawab Wulan


"Entahlah, yang ku tahu, hari-hariku terasa lebih berwarna semenjak aku mengenalmu. Hatiku merasa senang bila ada di dekatmu" ucap Agung menjelaskan isi hatinya

__ADS_1


"Sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan mas" balas Wulan


"Lalu? Apa itu artinya kamu mau menerimaku sebagai kekasihmu?" balas Agung


Diam. Tanpa mampu berkata. Hingga di kumpulkan semua keberanian untuk mengungkapkan kata yang sudah ingin di dengar lelaki di depannya.


"Aku menerimamu menjadi kekasihku, mas" ucap Wulan sembari menoleh dan menatap wajah orang yang sedari tadi menunggu jawaban darinya


"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Mulai malam ini kita resmi jadian (sambil tersenyum bahagia)" ucap Agung sumringah


"Iyaaa, hehehe" ucap Wulan dengan senyum manis menghiasi wajahnya


"Muter-muter yuk biar gak bosan" ajak Agung


"Oke" jawab Wulan


Lega rasanya. Mereka sudah saling mengutarakan isi hati masing-masing. Berharap cinta mereka akan bersemi hingga waktunya tiba. Meskipun Agung menyatakan cintanya di tempat yang jauh dari kata romantis namun tidak menjadi masalah buat Wulan.


Hai kak, gimana nih pendapat kakak semua, mohon beri dukungan untuk karya pertamaku ini ya kak, dengan cara klik suka, atau kakak bisa comment tentang karyaku ini, kalo perlu vote ya kak 🤗😇😘


Terimakasih kakak semua, semoga selalu dalam lindungan yang maha kuasa, aamiin 🙏

__ADS_1


__ADS_2