
"Benarkah begitu?" tanya Agung tak percaya
"Iya, kapan aku bohong?" jawab Wulan
"Beri aku ciuman" ucap Agung
"Lepaskan aku, cuci muka mu" ucap Wulan
"Iya baiklah" ucap Agung menurut
"Tapi habis ini berikan aku ciumanmu" lanjutnya
"Apalagi yang kau mau, katakan?" ucap Wulan
"Apa kau serius? Aku menciummu saja kau sudah takut" ucap Agung
"Hahaha, apa aku terlihat bercanda?" ucap Wulan
"Sini kalau memang kau serius" ucap Agung
"Baiklah, apa yang kau mau katakan saja" ucap Wulan
"Uh, kau sangat manis bila begitu" ucap Agung
"Sini, lebih dekat denganku" ucap Wulan
Tanpa pikir panjang, Agung langsung mendekati kekasihnya. Namun, melihat kekasihnya semakin mendekat, Wulan pun jadi takut.
__ADS_1
"Hentikan, aku berubah pikiran" ucap Wulan
"Apa maksudmu?" tanya Agung
"Aku hanya ingin berbuat usil padamu, aku tak salah kan?" ucap Wulan
"Oh hanya usil" ucap Agung sambil menggelitik perut kekasihnya. Wulan pun sampai tertawa terpingkal-pingkal karena ulahnya.
"Iya iya aku salah aku minta maaf, hentikan, geli tau" ucap Wulan
"Tiada ampun bagimu" ucap Agung yang masih saja terus menggelitik kaki dan perutnya
"Ampun aku minta ampun" ucap Wulan
Agung tak peduli, ia masih terus membuat kekasihnya tertawa karena geli. Hingga akhirnya mereka berdua saling berhenti bergerak saat kedua mata mereka saling menatap.
Ia mencumbu mesra bibir kekasihnya. Tangannya mulai nakal hingga hampir semua kancing baju yang di pakai kekasihnya terbuka satu per satu. Kini ia bisa melihat apa yang tersembunyi di balik baju kekasihnya. Ia sudah hilang kendali. Nafsunya telah sampai puncaknya, ia tak bisa menahannya lagi. Ia telah membuat Wulan "bersuara nakal" lagi.
Wulan tak bisa menolak karena ia juga menikmatinya. Mungkin benar bila orang-orang memberi sebutan "surga dunia". Ia benar-benar terlena oleh kenikmatan yang di berikan kekasihnya. Saat kekasihnya mengeluarkan "senjata" nya, ia sempat menolaknya. Namun ia terkalahkan oleh serangan yang di buat kekasihnya. Sedangkan Agung, ia telah berhasil membuat kekasihnya tanpa sehelai benang pun.
"Tenanglah sayang" ucap Agung
"Jangannnn, jangan lakukan ituuuu" ucap Wulan
Nafasnya terengah-engah, karena Agung terus menerus menyerangnya.
"Kau pasti menginginkannya juga kan, ayo sayangku, aku akan memberikan kepuasan untukmu" ucap Agung
__ADS_1
Hingga akhirnya, ia telah berhasil membuat Wulan tak berdaya, ia telah menggagahi kekasihnya.
"Bagaimana sayang, katakan apa kau menyukainya?"
Ia tak mendengar kalimat yang terucap dari bibir kekasihnya, yang ia dengar hanya suara kenikmatan dari Wulan.
Setelah sampai pada puncaknya, Agung barulah tersadar. Ia sadar setelah melihat kekasihnya mengambil selimut untuk menutupi badannya. Ia melihat Wulan menangis di ujung ranjang. Ia segera mengambil pakaian yang berserakan di lantai dan memberikannya pada Wulan.
"Maafkan aku" ucap Agung seraya memegang kaki kekasihnya
"Apa yang sudah kita lakukan? Kau telah merenggutnya" ucap Wulan sambil menangis
"Maafkan aku sayang" kini ia telah memeluk kekasihnya yang masih terbalut selimut
"Aku akan bertanggung jawab bila ada apa-apa denganmu" lanjutnya
Wulan telah kehabisan kata-kata, ia hanya bisa menangis
"Jangan menangis terus, berhentilah menangis, ku mohon" ucap Agung
"Sini ku bantu memakai pakaianmu" ucap Agung
"Bagaimana jika nanti aku hamil, kita belum menikah" tanya Wulan
"Beritahu aku jika kau terlambat datang bulan, aku akan bertanggung jawab" ucap Agung
..."Aduh bagaimana ini, apa yang terjadi selanjutnya?"...
__ADS_1