Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Kembalilah Padaku


__ADS_3

"Wajah itu, wajah yang aku rindukan, wajah ceria yang dulu ku lihat sekarang tak ku lihat lagi. Aku telah sangat bersalah padanya" batin Agung saat menatap wajah Wulan yang sedang memilih menu. 10 menit kemudian menu yang mereka pesan telah siap. Mereka menyantapnya sebelum memulai pembicaraan yang agak serius sepertinya.


"Ada apa kau mengajakku untuk bertemu?" tanya Wulan


"Aku mau pamit, aku akan keluar kota, aku dapat job disana" ucap Agung


"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Agung


"Apa itu?" ucap Wulan


"Apa kau mau kembali denganku? Aku tahu aku salah telah membuatmu sedih dengan hubungan kita yang berakhir tidak baik, tapi, jujur aku masih sangat menyayangimu" ucap Agung


"Semudah itu kau pergi dan semudah itu kau datang kembali" ucap Wulan


"Kau tidak tahu sulitnya mengobati luka di hatiku" lanjutnya


"Aku tahu, aku minta maaf, aku tak berniat begitu percayalah. Saat itu aku merasa buruk untukmu" ucap Agung


"Kau tak mau memperjuangkanku. Kau sudah meninggalkanku dengan tega" ucap Wulan


"Aku masih menyayangimu hingga detik ini, aku juga sedih sama sepertimu" ucap Agung


"Katakanlah, apa kau mau kembali denganku?" lanjutnya


"Aku tidak tahu, aku tak bisa menjawabnya" ucap Wulan


"Apa kau sudah punya kekasih baru?" ucap Agung

__ADS_1


"Belum" ucap Wulan


"Lalu, kenapa kau tidak mau kembali denganku? Apa kau sudah tidak menyayangiku lagi?" tanya Agung


"Setelah kepergianmu, aku berusaha menghapus rasaku padamu" ucap Wulan


"Aku masih mencintaimu, ku mohon kembalilah padaku" ucap Agung


"Aku tak tahu, aku belum bisa" ucap Wulan


"Aku takut memulainya kembali" lanjutnya


"Lalu apa yang harus lakukan agar kau percaya padaku?" tanya Agung


"Aku butuh waktu" ucap Wulan


"Besok aku akan pergi ke luar kota. Apa kau mau menemaniku malam ini?" ucap Agung


"Iya, aku mau" ucap Wulan


Mereka pergi meninggalkan cafe tersebut. Agung hanya berniat mengajaknya jalan-jalan menyusuri malam dengan motornya. Wulan yang saat ini bukan siapa-siapa nya merasa aneh ketika membonceng lagi mantan kekasihnya.


"Apa kau merindukanku?" tanya Agung di perjalanan


"Ehm, tidak" ucap Wulan


"Kenapa kau membohongi hatimu sendiri" ucap Agung

__ADS_1


Tanpa kata, ia memeluk mantan kekasihnya dari belakang. Ia sangat sangat merindukannya. Agung pun bisa mengerti apa arti dari pelukan wanitanya itu. Agung sengaja menghentikan motornya, ia kini telah sampai di sebuah tempat dimana bisa melihat pemandangan malam dengan bebas.


"Kenapa kau pergi? Apa kau ingin menghindariku?" tanya Wulan sambil terisak


Kali ini gantian Agung yang memeluknya.


"Peluklah hingga kau puas" ucap Agung


"Aku harus pergi karena itu semua demi masa depanku" lanjutnya


"Berapa lama?" tanya Wulan


"Aku belum tahu" ucap Agung


"Apa kau mau menungguku kembali?" tanya Agung


"Aku tak mau terluka lagi" ucap Wulan


"Aku masih menyayangimu" ucap Agung


Mereka masih saja berpelukan saat berbicara. Mereka saling melepas rindu yang selama ini menyiksa keduanya.


"Aku...."


Belum sempat Wulan melanjutkan kalimatnya, Agung memberikan kecupan di bibirnya. Keduanya tenggelam dalam gelora asmara yang tak tertahankan. Kedua insan yang saling merindukan itu saling berbalas ciuman.


"Aku merindukanmu sayang" ucap Agung mengakhiri ciumannya dan kembali memeluk Wulan

__ADS_1


Wulan hanya diam tak bersuara. Entah kenapa dia tak kuasa menolak "ciuman" itu.


"Hayoo siapa yang baper? Wulan mau gak ya di ajak balikan? Selamat membaca kisah selanjutnya ☺️"


__ADS_2