Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Foto Profil


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


Arifin memberitahunya jika ia telah jadian dengan gadis yang ia ceritakan beberapa waktu lalu. Namanya Intan. Wulan senang mendengarnya, karena dengan begitu, Arifin bisa melupakan dirinya. Ia sama sekali tak cemburu, ia malah senang. Wulan pun mengucapkan selamat padanya.


"Selamat ya mas, kapan-kapan boleh dong di kenalin ke aku" ucap Wulan


"Iya lain kali, kalau waktunya tiba, aku tentu mengenalkannya padamu" ucap Arifin


"Oke, aku tunggu" ucap Wulan


Seterusnya Wulan menjalani harinya dengan Agung, sedangkan Arifin menjalani harinya dengan Intan. Di suatu malam, saat ia sedang bersantai menonton tv, Wulan mendapat pesan dari Arifin. Ia pun membacanya.


"Aku sudah berusaha melupakanmu dengan membuka hati untuk orang lain, tapi tetap saja gak bisa. Lihatlah, di akun facebook ku, akan selamanya ku pasang fotomu sebagai foto profilku" tulis Arifin


Wulan tak membalasnya, ia shock. Selama ini ia mengira Arifin sudah bisa melepaskan dirinya, apalagi kini Arifin telah memiliki kekasih. Ia tak tahu mesti berkata apa. Ia tak ingin membalas pesan tersebut, namun ia segera membuka aplikasi facebook. Ia bisa melihat dengan jelas di akun facebook milik Arifin, beberapa menit yang lalu telah mengganti foto profil. Dan itu adalah foto dirinya.


Banyak temannya yang memberi komentar pada unggahannya. Tidak terkecuali ketua karang taruna mereka, Yusuf. Ia membacanya satu per satu.

__ADS_1


"Loh mas? Anak ini?" tulis Yusuf heran. Maksudnya adalah "Anak ini orang yang kamu sukai?".


Arifin membalasnya seolah mengiyakan apa yang Yusuf tanyakan.


Di sisi lain Wulan merasa sedih karena bagaimanapun juga ia tak mungkin dengan Arifin. Sedangkan di sisi lain, ia senang, Arifin masih setia dengan perasaannya untukku. Ia tersenyum simpul. Ia tak menyangka Arifin sampai melakukan hal tersebut. Padahal ia sudah memiliki kekasih. Bagaimana jika kekasihnya tahu.


Dan benar saja, ketika ada kesempatan bertemu dengan Arifin, ia menanyakan hal tersebut.


"Ku mohon, hapus fotoku dari akun mu. Kau sudah memiliki kekasih, aku tak ingin ada salah paham. Aku gak mau di anggap merusak hubunganmu dengan kekasihmu" ucap Wulan


"Aku sudah bilang padanya saat dia bertanya siapa dirimu" jawab Arifin


"Aku bilang padanya, aku lebih dulu mencintainya sebelum aku mengenalmu, aku bisa denganmu itu karena permintaannya, jadi jangan membencinya, itu sama saja kau membenciku. Selamanya aku akan mencintainya meskipun aku sudah denganmu" ucap Arifin


"Kau keterlaluan, bagaimana bisa aku menjadi penyebab kesakitan untuk wanita lain, coba kamu pikir, jika aku yang berada di posisinya, apa kau tega?" tanya Wulan


"Jangan memaksaku untuk melupakanmu, aku hanya menuruti apa keinginanmu, kau ingin aku punya kekasih agar aku bisa mudah melupakanmu, kau tahu, aku tak bisa meskipun aku sudah mencobanya" ucap Arifin

__ADS_1


"Maafkan aku, maafkan aku" ucap Wulan sambil menangis


"Kau tak perlu meminta maaf karena kau tak salah, kau hanya mencoba setia dengan pasanganmu saja" ucap Arifin


Wulan yang sedang kalut memilih meninggalkan Arifin, ia ingin menenangkan diri.


Andi, adik Arifin menyaksikan sendiri apa yang Wulan dan Arifin bicarakan.


"Kau menyukainya? tanya Andi


Arifin hanya diam tak bersuara.


"Aku bisa membantumu mendapatkannya" ucap Andi


"Tak perlu, aku bisa mendapatkannya dengan caraku sendiri" ucap Arifin


"Kenapa kau tak pernah bilang padaku soal ini?" tanya Andi

__ADS_1


"Aku hanya ingin dia tahu perasaanku saja, aku tak berniat merebutnya dari kekasihnya. Meskipun aku terasa munafik tak ingin memilikinya" ucap Arifin


__ADS_2