
"Mau jalan?" tanya Agung pada kekasihnya
"Mau, tapi gak tau mesti kemana, ada ide?" ucap Wulan
"Mau ke rumahku?" Agung menawarkan
"Ehmm, enggak mau, aku maunya muter-muter naik motor" ucap Wulan
"Kenapa, apa kau trauma main ke rumahku?" tanya Agung
"Bukan begitu, lagi gak mau aja" jawab Wulan
"Ohh, kirain kapok main ke rumahku karena insiden kemarin" ucap Agung
"Sayang, aku merindukanmu" bisik Agung di telinga Wulan
"Ihhh kamu ya nakal" ucap Wulan
"Iya deh kamu menang, aku maklumi karena lagi PMS, tapi lain kali jangan harap bisa lepas dariku" ucap Agung
"Apa kau mengancamku?" tanya Wulan
"Tidak, aku hanya ingin "menerkammu" saja" jawab Agung
"Lalu, kapan kau mengajakku jalan?" tanya Wulan
"Iya iya dasar cerewet" ucap Agung
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi entah kemana tujuannya, yang jelas Agung hanya ingin menuruti permintaan kekasihnya yang sedang sensitif sekali.
Di perjalanan...
"Senja akan tiba, bagaimana kalau kita melihat sunset di pantai?" ucap Agung
"Oke sayang, kau memang pintar" ucap Wulan menyetujui
Beberapa menit kemudian, mereka telah tiba di sebuah pantai. Cukup ramai pengunjung, karena hari ini adalah hari libur. Setelah memarkirkan sepeda motornya, mereka mencari tempat untuk duduk. Namun karena kondisinya cukup ramai, mereka tak kebagian bangku. Akhirnya mereka memilih duduk di tepi pantai.
Deburan ombak saling beradu. Senja sebentar lagi akan tiba. Dua insan itu saling berpegangan tangan. Sambil meminum minuman dingin yang tadi di beli, mereka tampak asyik menatap pemandangan di depannya. Terlihat dari kejauhan perahu yang akan segera bersandar untuk menurunkan pengunjung karena hari sudah mulai petang. Suasana yang sangat syahdu. Agung merangkul kekasihnya. Wulan tak protes, sebab ini adalah tempat keramaian, jadi ia berpikir Agung tidak akan macam-macam.
"Sayang, apa kau bahagia?" tanya Agung
"Mengapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Wulan balik
"Jika kau punya niat yang baik, hati yang tulus, pasti ada jalan" ucap Wulan
"Soal kemarin, apa kau marah terhadapku?" tanya Agung
"Tadinya aku marah, sangat marah, tapi aku juga tak kuasa menolak rasa ingin itu" ucap Wulan
"Apa kau tahu, itu ciuman pertamaku" lanjutnya
"Aku tahu itu, apa kau menikmatinya?" tanya Agung
"Setiap orang punya nafsu, tinggal bagaimana kita menghalau rasa itu" jawab Wulan
__ADS_1
"Maafkan aku. tak seharusnya aku seperti itu" ucap Agung
"Apa yang kau rasakan saat itu?" tanya Wulan
"Rasa itu tiba-tiba hadir begitu saja, setelah melihatmu yang terlihat sangat manis malam itu" ucap Agung
"Malam itu, kau terlihat sangat menggoda" lanjutnya pelan
"Lalu?" tanya Wulan
"Aku tak bisa menguasai diriku hingga terjadilah insiden itu" ucap Agung
"Aku suka tiap kali mendengar desahan nafasmu yang terengah-engah tiap kali aku "menghajarmu", tak memberimu kesempatan untuk bicara" ucap Agung
"Kau sangat nakal" ucap Wulan
"Apa kau tahu, kau cukup pandai dalam membalas seranganku" bisiknya di telinga Wulan
"Kauu..." ucap Wulan
"Aku serius. Kau hebat sayang. Kau membuatku ketagihan" ucap Agung nakal
"Sudahlah, ganti topik saja, aku tak mau nafsu nakalku kembali hadir" ucap Agung mengalihkan pembicaraan
"Duduklah di situ, aku akan mengambil gambarmu" ucap Agung
"Oke" jawab Wulan
__ADS_1
Sunset indah itu menjadi saksi bisu tatkala dua insan saling berpose di depan kamera. Berharap kebahagiaan selalu hadir menemani hidupnya, indah seperti senja yang mereka saksikan.