Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Jaket Untukmu


__ADS_3

"Aku harus menemui kekasihnya Wulan" ucap Arifin pada teman-temannya. Ia pun menceritakan kronologi yang membuatnya naik darah. Teman-temannya pun sepakat jika akan ikut membantunya. Tapi masalahnya adalah, dia tak tahu dimana letak rumahnya, siapa namanya.


"Kenapa gak tanya aja sama Wulan langsung" saran temannya. Ia pun setuju. Ia segera menghubungi Wulan.


"Lan, kalau boleh tahu siapa nama kekasihmu dan dimana rumahnya?" tanya Arifin


"Emang kenapa ya mas?" tanya Wulan


"Gak papa, cuma pengen tahu aja" jawab Arifin


"Aku tahu, kau pasti akan menemui dan membuat pelajaran untuknya kan?" tanya Wulan


"Aku tak akan memberitahu mu, dan satu lagi, jika kau menemui nya, lebih baik kita tidak usah saling kenal lagi selamanya" ucap Wulan sambil mengakhiri teleponnya.


Wulan hanya tak ingin Arifin menemuinya, apalagi pernah ada salah paham antara di antara mereka. Wulan tak ingin membuat keributan, ia terpaksa mengancam Arifin. "Aku lebih memilih tidak menemuinya meski aku sangat ingin menghajarnya daripada aku tidak bisa dekat lagi dengan Wulan" batin Arifin


Keesokan harinya...


Pagi-pagi sekali Arifin sudah sampai di rumah Wulan, sedangkan yang akan di ajak belum siap sama sekali. Ia lupa jika hari ini ada janji untuk pergi ke wisata air terjun. Melihat yang mengajaknya sudah datang, ia pun segera mandi dan bersiap-siap.

__ADS_1


"Jaket untukmu, aku tahu kau suka sekali dengan klub sepak bola ini, aku sengaja membelinya untukmu" ucap Arifin kepada Wulan sambil menyerahkan sebuah jaket berwarna merah, yang mempunyai julukan "The Reds Devils"


"Ini kan sama dengan punyamu, bedanya punyamu berwarna putih sedangkan ini merah" ucap Wulan


"Kau ingat, saat aku memakai jaketku, kau pernah bertanya dimana aku membelinya. Ku pikir, kau berniat membelinya suatu hari nanti" ucap Arifin


"Tapi ini kan mahal" ucap Wulan


"Tak ada yang mahal untuk seseorang yang di kasihi" ucap Arifin


"Oke, makasih. Tapi punyamu jangan kau pakai dulu ya, aku gak enak sama yang lain, di kiranya kita couple'an lagi" ucap Wulan


Arifin tak tersinggung dengan ucapan Wulan, ia menganggapnya biasa saja, tak perlu di buat masalah yang serius.


Hanya ada 2 orang perempuan, termasuk Wulan, dan 6 orang laki-laki. Di perjalanan, keduanya tampak asyik mengobrol apapun. Melihat keduanya saling mengobrol itu terlihat sangat menyenangkan. Hingga tak terasa telah sampailah di wisata air terjun. Sebelum masuk, mereka semua membeli tiket terlebih dahulu.


Wulan berniat membeli tiket sendiri, namun Arifin mencegahnya.


"Biar aku saja yang bayar" ucap Arifin

__ADS_1


"Tapi mas...." ucap Wulan


"Kan aku yang mengajakmu, jadi aku yang bertanggung jawab tentang keperluanmu" ucap Arifin


" Oke, makasih" ucap Wulan


"Sama-sama" ucap Arifin


Setelah semua membeli tiket masuk dan kemudian masuk, mereka semua menyempatkan untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Lalu mereka melanjutkan perjalanan. Untuk sampai ke air terjun harus melalui medan yang cukup ekstrim. Melalui tanjakan yang tinggi, jalanan yang licin karena hujan, namun mereka semua menikmatinya. Jika merasa lelah mereka beristirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan.


"Nih minum untukmu, lelah ya?" tanya Arifin


"Iya, makasih" ucap Wulan


"Bentar lagi sampai kok" ucap Arifin


"Mau makan?" tanya Arifin


"Ah, enggak" ucap Wulan

__ADS_1


Setelah beristirahat beberapa menit, mereka semua lalu melanjutkan perjalanan.


__ADS_2