Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Hobi


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu. Seperti biasa, Agung menyalurkan hobinya dengan memancing. Sebelum pergi, ia mengajak Wulan apakah mau ikut serta atau tidak. Ia lalu menelepon kekasihnya.


"Iya sayang" terdengar suara menyambut teleponnya


"Aku mau pergi mancing nih, mau ikut gak?"


"Gak ah, aku lagi males yang" ucapnya


"Males kenapa?" tanyanya penasaran


"Lagi datang bulan barusan" ucap Wulan


"Ohhh ya udah istirahat aja, ntar kalo sempat aku main ke rumah" ucap Agung


"Oke sayang" ucap Wulan


Telepon itu berakhir...


Sedikit banyak Agung mengerti betapa kekasihnya tersiksa bila sedang datang bulan, karena Wulan sering mengeluhkannya tiap kali datang bulan. Ia bahkan seringkali kena sasaran kemarahan kekasihnya bila sedang PMS. Namun ia tak marah, ia memakluminya.


Yang di butuhkan wanita di saat seperti ini ialah perhatian. Oleh sebab itu, jika ia ada waktu ia akan menemui kekasihnya.


Agung memang hobi banget memancing. Pernah suatu ketika Wulan menanyakan kenapa dia suka banget memancing.


"Kenapa suka memancing?"


"Aku tidak suka keramaian, memancing itu tenang, saat menunggu umpan kita di makan ikan, aku bisa puas memikirkan hal-hal yang terjadi di hidupku, entah masa lalu atau masa depanku"

__ADS_1


"Apa kau kelak akan melarang hobiku ini?" tanya Agung


"Aku tidak akan melarang selagi kau bisa atur waktumu" jawab Wulan


"Benarkah apa yang kau katakan itu? Jangan-jangan kau seperti kakak iparku yang selalu marah tiap kali kakakku pergi memancing" ucap Agung


"Apa kalian sekeluarga senang memancing?" tanya Wulan


"Iya" ucap Agung


"Aku gak mau kelak kamu seperti itu sayang" lanjutnya


"Baiklah, aku akan jadi istri yang baik untukmu" ucap Wulan


Di tempat Agung memancing...


"Iya mas, biasa lagi ada urusan" jawab Agung


Padahal selama ini, ia hanya sibuk berpacaran saja 😆


"Udah daritadi mas?" tanya nya


"Iya nih, belum ada yang nyantol" jawab lelaki itu


"Ohh, sabar mas, memancing itu juga butuh kesabaran yang banyak" ucap Agung


"Iya mas siap" ucap lelaki itu

__ADS_1


Tiba-tiba handphonenya berdering. Ada panggilan masuk dari kekasihnya.


"Hallo, iya sayang kenapa?"


"Katanya mau kesini, kok gak jadi?"


"Aku kan bilangnya ntar, gak sekarang"


"Kok gitu?"


"Sayang, ntar ya aku kan lagi mancing"


"Jadi lebih penting ikan daripada aku?"


"Katanya gak akan ngelarang-larang aku mancing?"


"Siapa yang ngelarang? Ahh udah ahh males"


Tuttt... telepon terputus


"Kenapa pacarnya mas?" tanya lelaki di sebelahnya


"Biasa mas, lagi ngambek" jawab Agung


"Samperin aja dulu mas, biar gak ngambek lagi" saran lelaki itu


"Ntar aja mas, nanggung" jawab Agung

__ADS_1


Mancing pun gak bisa konsen. Akhirnya Agung memutuskan untuk menyudahi acaranya. Sebenarnya ia masih ingin memancing, tetapi karena "tuan putri" sedang PMS, ia pun menuruti keinginannya. Setelah mandi, ia bergegas menuju rumah kekasihnya. Melihat kekasihnya mengunjunginya, Wulan senang. Nada kesal saat telepon tadi sudah tak ada. Dan ini yang membuat Agung heran. "Apa wanita selalu cepat berubah mood? Baru aja tadi dia marah-marah gak jelas, sekarang udah ceria aja. Dasar wanita kalau sedang PMS bikin susah aja" batinnya menggerutu. Udahlah, yang penting Wulan udah gak ngambek lagi. Gimana bisa ngambek, mood booster nya udah ada di sampingnya.


__ADS_2