Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Emang Enak di Kerjain


__ADS_3

Wulan masuk kamar kembali setelah ia membereskan piring makan. Melihat kekasihnya sudah melepaskan kemejanya, ia pun terkejut.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Wulan


"Gerah, biarlah" ucap Agung


"Aku mau di luar saja" ucap Wulan


Saat hendak membalikkan badannya dan berjalan menuju pintu kamar, Agung menarik tangannya.


"Tetaplah disini" ucap Agung


"Tidak, kau pasti sudah berpikir yang tidak-tidak" ucap Wulan


"Berpikir apa?" tanya Agung


"Kau pasti hendak menciumku seperti kemarin-kemarin" ucap Wulan


"Hahaha, kenapa kau bisa menebak dengan benar?" tanya Agung


"Jangan macam-macam, ku mohon" ucap Wulan


Kali ini Agung telah membawanya duduk di sebelahnya.


"Kenapa kau takut saat aku akan mendekatimu" tanya Agung


"Aku tak ingin kau melewati batas" jawab Wulan


"Melewati batas yang mana yang kau maksud?" ucap Agung sambil mengunci pintu kamar

__ADS_1


"Kenapa kau mengunci pintunya?" tanya Wulan


Agung berjalan mendekatinya. Wulan jadi semakin takut. Ia menghindari kekasihnya yang semakin mendekatinya.


"Kaaauu mau apaaa?" tanya Wulan gugup


"Diamlah, aku hanya ingin lebih dekat denganmu" ucap Agung


"Jangannn, tetap di tempatmu!!" ucap Wulan


"Kenapa aku tak boleh berada di ranjangku sendiri?" tanya Agung


"Disitu saja!!" tegas Wulan


Melihat Agung yang sudah berada di dekatnya, ia memukuli kekasihnya dengan guling.


"Hentikan sayang, itu menyakitkan" ucap Agung


"Kau sudah tidak punya senjata untuk memukulku" ucap Agung. Kali ini ia memegang tangan kekasihnya.


"Aapaa yang mau kau lakukan padaku?" ucap Wulan terbata-bata


"Diamlah, bukankah aku menyuruhmu agar diam saja?" ucap Agung


"Aku gak mungkin melakukan itu padamu disini" ucap Agung sambil menenangkan kekasihnya yang takut karena ulahnya.


"Duduk dan minumlah, kau terlihat sangat takut" ucap Agung


"Aku hanya ingin berbaring sebentar di sisimu" ucap Agung

__ADS_1


"Benarkah apa yang kau katakan itu?" tanya Wulan


"Apa kau ingin aku melakukannya?" tanya Agung


"Ah, tidak-tidak" ucap Wulan


"Sungguh? Kau tak ingin melakukannya denganku?" tanya Agung


"Aku..."


"Istirahatlah, nanti sore kita akan pulang" ucap Agung


"Pasti dia mikir yang enggak-enggak, emang enak di kerjain, hehehe" batin Agung


"Astaga, rasanya jantungku mau copot, berani-beraninya dia ngerjain aku seperti ini" batin Wulan


"Sudah tidur, gak usah kebanyakan mikir" ucap Agung


"Mana mungkin aku bisa tidur" batin Wulan


Nyatanya Agung sudah terlelap dalam mimpinya. Sedangkan Wulan, ia hanya duduk bersandarkan sandaran ranjangnya. Agung tidur dengan tangan yang memeluk pinggang kekasihnya yang sedang duduk dengan meluruskan kakinya.


Wulan hanya memainkan ponselnya. Ia tidak tidur. Kekasihnya sangat erat memeluknya. Jika ia bergerak, mungkin kekasihnya akan bangun. Jadi ia hanya diam di tempat. Seperti biasa, Wulan membuka nomor yang di blokirnya. Namun ternyata tidak ada sms yang masuk. "Selamat bersenang-senang di sana" harapannya untuk Arifin.


Ia pun kembali memblokir nomor ponsel Arifin. "Maaf, telah melakukan hal ini padamu" batinnya. Hampir 1,5 jam kekasihnya tidur. Ia memandangi wajah kekasihnya yang sedang tertidur pulas. "Dasar usil, hampir saja kau membuat jantungku mau copot" batinnya.


Sadar di bicarakan dalam hati oleh kekasihnya, ia pun bangun dari tidurnya.


"Kau tidak tidur?" tanya Agung

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa tidur jika kau memelukku seperti ini terus?" ucap Wulan sambil mempraktekkan apa yang kekasihnya lakukan padanya.


__ADS_2