Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Maaf, Aku Memaksamu Lagi


__ADS_3

"Minumlah, kau terlihat lelah" ucap Agung sambil menyisir rambut panjang kekasihnya


"Kau yang membuatku lelah" ucap Wulan


Kali ini Agung duduk bersimpuh di bawah kekasihnya yang tengah duduk di sofa. Ia tahu kekasihnya agak sedikit marah


"Maafkan aku untuk kesekian kalinya"


"Kenapa kau tak bisa menahan dirimu sendiri?"


"Aku khilaf sayang. Sayang, hei dengarkan aku..."


Agung mencoba menyentuh pipi kekasihnya namun sia-sia karena Wulan menepisnya.


"Aku tak mau kita berpacaran dengan kotor"


"Iya sayang, aku minta maaf karena telah memaksamu untuk ini"


Wulan hanya diam saja, sementara Agung sibuk mengucap kata maaf entah sudah berapa kali.


"Sayang, ku mohon bicaralah"


Melihat kekasihnya hanya diam tak bersuara, ia pun memeluknya. Ia tahu, kekasihnya sedikit ketakutan, itu terlihat jelas dari wajahnya. Berada di pelukan kekasihnya, Wulan sudah agak sedikit tenang.


"Tolong jangan begini, bicaralah agar kau puas"


"Kau boleh memukulku bahkan membenciku bila itu membuatmu bisa memaafkanku"


"Bicaralah sayang"


"Apa yang ingin kau katakan, katakan saja"

__ADS_1


Tak tega melihat kekasihnya yang terus meminta maaf, ia pun membuka suara.


"Sudahlah, bagaimanapun ini sudah terjadi"


Agung memeluknya erat. Sangat erat. Wulan pun sudah merasa lebih tenang dari sebelumnya, karena marah pun tak menyelesaikan masalah. Ia mencoba untuk "baik-baik saja" meski dirinya shock. Ia tak menyangka kekasihnya begitu "nakal". Namun tak munafik, sebagai wanita normal, ia juga punya gairah.


Setelah dirinya kembali rapi, Agung segera memakai kemejanya. Ia bertanya pada kekasihnya, apa masih mau ia ajak bertemu teman-temannya.


"Apa kau sudah merasa lebih baik?"


"Iyaa"


"Mau aku ajak kan?"


"Heem"


"Tersenyumlah, wajahmu masih terlihat tegang"


Sambil mencium kening kekasihnya, Agung berkata, "Maafkan aku karena telah memaksamu, tersenyumlah, aku tak akan memaafkan diriku bila aku masih melihat kesedihan di wajah manismu". Wulan pun tersenyum, ia sudah melupakan kejadian tadi. Meskipun suatu saat bayangan dirinya sedang di cumbu kekasihnya akan kembali muncul.


"Iyaa, ayo pergi sekarang" ucap Wulan


Setelah mengunci pintu rumah, mereka berjalan menuju tempat di adakannya kumpulan remaja. Sesampainya disana, tuan rumah segera menyambutnya.


"Masuk mas" ucap seorang gadis


"Kenalin, ini pacarku" ucap Agung


"Ohh ini pacarmu mas, cantik juga" ucap gadis itu


"Jelaslah, pacar siapa dulu" ucap Agung

__ADS_1


Wulan pun menyalami gadis tersebut, sambil memperkenalkan diri.


"Ayo sayang, kita masuk"


Melihat tuan rumah yang sedang kerepotan menyiapkan sajian pada para tamu, Agung mengajak Wulan untuk ke dapur. Ia akan membantu tuan rumah karena ia terlihat kerepotan mondar-mandir menyiapkan semua sendiri.


"Kamu ke depan aja menyambut tamu, biar aku dan Wulan yang disini" ucap Agung


"Makasih mbak" ucap gadis itu


"Kok cuma mbak? tanya Agung


"Gak mungkin kamu mau bantu kalau bukan karena pacarmu" ucap gadis itu


"Hehehe, iya mbak sama-sama" ucap Wulan


"Aku ke depan dulu ya mbak" ucap gadis itu


"Silahkan" ucap Wulan


Kali ini dua insan yang sedang di mabuk asmara itu berkolaborasi di dapur. Mereka menyiapkan makanan dan minuman.


"Emang mau bahas apa sayang malam ini?" tanya Wulan


"Mau bahas piknik ke Bandung. Ntar kamu ikut ya" ajak Agung


"Ahh, enggak ahh aku malu" ucap Wulan


"Kenapa malu, siapa yang berani mengganggumu kalau ada aku" ucap Agung


"Kira-kira Wulan mau gak ya di ajak? Penasaran lanjutan ceritanya? Simak terus ya kak, jangan lupa di like 😊"

__ADS_1


__ADS_2