Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Nikahi Aku


__ADS_3

Mereka pergi menuju taman kota. Disana, Agung dapat melihat bahwa kekasihnya melewati hari dengan buruk. Itu terlihat dari wajahnya yang murung.


"Kau kenapa?" tanya Agung sambil memegang tangan kekasihnya


"Lepaskan tanganmu, jangan sentuh aku" ucap Wulan namun dengan nada rendah


"Kenapa?" tanya Agung


"Aku merasa aku sudah tidak punya harga diri lagi, aku malu dengan diriku sendiri, aku..." tiba-tiba Wulan menangis


Refleks, Agung pun memeluknya.


"Jangan menangis, aku yang salah, aku minta maaf" ucap Agung namun Wulan masih terus menangis


"Apa yang harus aku lakukan supaya kau mau memaafkanku, apa aku harus bersujud di kakimu?" tanya Agung


Agung pun memohon pada kekasihnya sambil bersujud agar ia mau memaafkan kekasihnya tetapi Wulan merasa tidak enak hati dan memintanya berdiri.


"Jangan begitu, berdirilah, aku bukan ibumu, jadi tak pantas kau bersujud padaku" ucap Wulan


"Kau jangan seperti ini, ku mohon, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri" ucap Agung


"Aku harus bagaimana, katakanlah" lanjutnya


"Aku ingin kau menikahiku" ucap Wulan


"Tapi tidak bisa sekarang" ucap Agung


"Tapi kapan?" tanya Wulan


"Aku belum tahu, tidak sekarang" ucap Agung


"Aku takut kau meninggalkanku" ucap Wulan


"Jangan punya pikiran seperti itu. Lihatlah banyak contoh yang sudah menikah saja bisa berpisah" ucap Agung


"Tenanglah, percayalah padaku" lanjutnya

__ADS_1


Lagi-lagi ia mampu menenangkan hatinya yang sedang gusar.Entah Wulan yang bodoh atau bagaimana. Agung selalu bisa membuatnya tenang.


"Kamu udah makan?" tanya Agung


"Belum" jawab Wulan


"Cari makan yuk, mau makan apa?" tanya Agung


"Gak mau, aku males makan" ucap Wulan


"Jangan begitu, kamu tetap harus makan" ucap Agung


"Mau sate kambing?" tanya Agung


"Iya mau" ucap Wulan


Pergilah mereka ke sebuah kedai makanan yang cukup terkenal dan ramai. Kedai itu menyediakan menu sate kambing, gule, dan tongseng.


"Mau di bungkusin gak buat ibu?" tanya Agung


"Ya gak apa buat lainnya" ucap Agung


"Gak pada suka sate kambing" ucap Wulan


"Oh ya, kok kamu suka?" tanya Agung


"Suka lah, enak kok" ucap Wulan


"Makan yang banyak ya" ucap Agung


"Siap" ucap Wulan


Mereka memutuskan untuk pulang setelah makan bersama.


"Jangan sedih lagi ya" ucap Agung


"Iyaaa" ucap Wulan

__ADS_1


"Aku pulang dulu" ucap Agung berpamitan


"Hati-hati" ucap Wulan


"Iya, bye" ucap Agung


"Bye" ucap Wulan


Di suatu siang di hari Minggu...


Arifin bisa merasakan bila Wulan sedang tidak baik-baik saja. Ia pun lalu menghubunginya.


"Sedang apa?" tanya Arifin


"Nonton tv" jawab Wulan


"Jalan yuk" ucap Arifin


"Kemana" tanya Wulan


"Karaoke mau?" tanya Arifin


"Cuman kita berdua aja? Gak ada yang lain?" tanya Wulan


"Iya, kenapa? Kamu gak mau?" tanya Arifin


"Aku takut bila hanya berdua saja. Aku malu" ucap Wulan


"Apa menurutmu aku ini orang jahat? Berapa kali kita jalan berdua?" tanya Arifin


"Astaga, yang namanya kencan ya cuman berdua lah, masa' iya ajak orang-orang, ini anak terkadang stupid nya kebangetan" batin Arifin dalam hatinya.


"Iya udah aku ganti baju dulu" ucap Wulan


"Oke. aku tunggu" ucap Arifin


Wulan setuju mau ikut dengannya. Ia butuh hiburan dan kebetulan ada yang mengajaknya. "Andai saja kita punya hobi yang sama, aku juga gak akan pergi dengan orang lain, kau dan aku tak punya hobi yang sama, kau tak pernah tahu apa hobiku. Kau tak pernah mengajakku untuk menikmati hobiku. Malah orang lain yang mengerti apa mauku, bukan kamu" batin Wulan

__ADS_1


__ADS_2