Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Es Jeruk


__ADS_3

"Perlombaan" itu pun akhirnya di menangkan oleh Wulan meski di bantu oleh temannya, mas Danang.


"Aku yang menang, jadi mana es jeruk untuk aku?" sorak Wulan sambil tertawa


Teman-temananya juga ikut tertawa di buatnya. Mereka pun menjadi "kompor" agar Edo mau menepati janjinya.


"Mana nih es jeruknya, udah pada haus tau" ucap teman-temannya menyindir Edo


"Iya iya cerewet banget sih" ucap Edo


"Nih lan, beli es jeruk di kantin" ucap Edo pada Wulan sambil memberi selembar uang warna merah


"Wihhh langsung cair dari koh Edo" ucap Abed


Abed adalah keturunan chinese, sama seperti Edo, itulah sebabnya dia memanggil Edo dengan sebutan koh.


"Asyikkk, beli berapa nih?" tanya Wulan


"Terserah" ucap Edo ketus


"Oke, aku bakal beliin semua yang disini" ucap Wulan


"Iya, sana buruan, aku 2 ya" ucap Edo


"Siap bos" ucap Wulan sambil hormat

__ADS_1


"Ayo rul ikut aku" ucap Wulan mengajak Nurul temannya, karena ia tak mungkin bisa membawa beberapa bungkus es jeruk


Saat berada di kantin...


"Banyak amat pesanan es jerukmu?" ucap ibu penjual di kantin, yang biasanya di panggil "mak" yang dalam bahasa Indonesia artinya ibu. Biasanya orang-orng memanggilnya mak ndut, karena badannya yang gemuk.


"Iya mak, Edo ulang tahun kali, makanya nraktir es jeruk, hihihi" ucap Wulan sambil cekikikan


"Gak deh mak, Edo kalah taruhan" ucap Nurul


"Ealahhhh, ya udah alhamdulillah mak jadi kelarisan ceritanya, sama gorengan sekalian gak, mumpung ada yang beliin" ucap mak ndut


"Ya udah gorengannya juga gak papa mak, tapi biar aku yang bayar" ucap Wulan


"Gak papa mak, biar aku aja yang bayar gorengannya" ucap Wulan


Saat perjalanan menuju lokasi kerjanya...


"Kenapa gak sekalian aja bayarnya, mumpung Edo baik hati loh, jarang dia begitu" ucap Nurul


"Masa' sih?" tanya Wulan heran


"Heem, gak biasanya dia royal begitu" ucap Nurul


"Gak papa, dia es jeruknya, aku gorengannya" ucap Wulan

__ADS_1


Setelah sampai, Wulan langsung memberikan apa yang di pesan Edo serta memberikan uang kembaliannya. Teman-temannya pun mengambil "jatahnya" setelah di persilahkan oleh Edo untuk mengambilnya. Mereka semua bilang, "Sering-sering ya do bagi-bagi begini, makasih"


"Loh kok sisa banyak uangnya, kan beli gorengan juga" tanya Edo pada Wulan


"Aku yang beli gorengannya" ucap Wulan


"Kenapa gak sekalian, ini kan juga masih sisa" ucap Edo


"Udah gak papa, aku juga gak keberatan kok" ucap Wulan


Ternyata es jeruk yang mereka beli masih sisa, entah siapa yang belum mengambil jatahnya. Tapi sepertinya sudah dapat semua, mungkin kelebihan dalam memesan. Kebetulan, ada mas Ari lewat di depan Wulan dan teman-temannya tengah duduk. Mas Ari adalah OB di tempat itu.


"Es nya yang sisa kasih ke mas Ari aja" ucap Nurul


"Heem daripada mubadzir" ucap Wulan


Seketika Wulan langsung memberikan es itu pada mas Ari. Sebelumnya, mereka berdua belum pernah saling bertegur sapa. Namun teryata mas Ari sering memperhatikan gerak gerik Wulan saat tengah bekerja.


"Nih mas, buat kamu" ucap Wulan


"Apa ini, oh makasih ya" ucap mas Ari setelah tahu itu adalah es jeruk dan beberapa gorengan


"Iya sama-sama, tapi berterima kasihlah pada Edo karena ia yang mentraktir kita semua, hahaha" ucap Wulan sambil melihat ke arah Edo


"Apaan sih" ucap Edo

__ADS_1


__ADS_2