Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Istri Kakakku


__ADS_3

"Kau selalu saja punya pikiran yang buruk tentangku" ucap Agung


"Memang begitu kenyataannya" ucap Wulan


"Aku tak menemuimu supaya aku tak membuat kesalahan lagi padamu, aku takut aku tak bisa menahan nafsuku, makanya aku jarang sekali menemuimu" ucap Agung


"Kau pandai sekali mencari alasan" ucap Wulan


"Terserah, kau mau percaya atau tidak, aku sudah mengatakan yang sebenarnya" ucap Agung


"Kau juga jarang menghubungiku, apa kau sudah punya cewek lain, hah katakan" tanya Wulan


"Kau ini kenapa, kau menuduhku tanpa bukti" ucap Agung


"Kau pasti sudah punya kekasih lain, dan kau akan meninggalkan aku" ucap Wulan


"Kau keterlaluan, mana mungkin aku mencari wanita lain jika dengan kamu aku sudah merasa cukup?" ucap Agung


"Kau bohong. Kau sudah tidak mencintaiku lagi. Kau ingin meninggalkan aku untuk wanita lain" ucap Wulan


"Cukup!! Semua yang kau katakan itu tidak benar" ucap Agung


"Kau kenapa jadi seperti ini? Semua yang kamu katakan itu tidak benar, percayalah. Hanya kamu kekasihku, tidak ada yang lain. Sudah aku katakan, aku tidak ingin menciptakan dosa lagi untukmu, yang kemarin itu aku khilaf. Makanya aku jarang menemuimu" ucap Agung

__ADS_1


"Kau menghindariku karena aku memintamu untuk menikahiku, iya kan?" tanya Wulan


"Aku belum siap sekarang" ucap Agung


"Katakan, apa yang harus aku lakukan agar kau percaya aku tak akan meninggalkanmu, aku tak akan berpaling darimu?" tanya Agung


"Berjanjilah kau setia padaku, berjanjilah kau akan menikahiku" ucap Wulan


"Ya, aku berjanji. Jangan seperti ini lagi" ucap Agung


"Aku takut kau akan meninggalkanku setelah kau mendapatkan semua dariku" ucap Wulan


"Tenanglah, aku tak akan meninggalkanmu" ucap Agung


"Iya, aku janji" ucap Agung


Lega rasanya meluapkan apa yang selama ini terpendam di dada saja. Meski keraguan itu masih tersisa, setidaknya bisa sedikit berkurang. Apa yang menjadi ketakutannya, telah ia utarakan pada kekasihnya. "Kau yang mengambil berarti kau yang harus membayarnya" batin Wulan.


"Kau makan dulu, kau mau makan apa?" tanya Agung


"Aku mau mie goreng" ucap Wulan


"Aku akan membuatkannya untukmu" ucap Agung

__ADS_1


"Rumah sepi, pada kemana?" tanya Wulan


"Ada tuh di atas" ucap Agung


"Biar ku bantu" ucap Wulan


"Kau duduk saja di tempatmu" ucap Agung


Beberapa menit kemudian mie goreng yang ia masak telah siap. Ia memberikannya pada kekasihnya.


"Kau hanya membuat satu?" tanya Wulan


"Iya, tadi aku sudah makan" ucap Agung


"Buka mulutmu, aku akan menyuapimu" ucap Agung


Wulan hanya tersenyum mendengar kalimat yang di ucapkan oleh kekasihnya. Ia pun makan dengan di suapi kekasihnya seperti anak kecil yang makan dengan di suapi ibunya.


Ketika sedang makan,ada seorang wanita masuk ke dalam rumah. Ia sama sekali tak menyapa "tamu" yang di bawa oleh kekasihnya. Ia cuek. Ia langsung menuju ke atas. "Melly, pasti itu Melly" batin Wulan. Ia pun ingin tahu siapa yang barusan lewat tadi.


"Siapa itu yang?" tanya Wulan


"Istri kakakku" jawab Agung

__ADS_1


"Oh, jadi ini yang namanya Melly, orang yang dulu di sukai oleh kekasihnya. Rambut di bawah bahu, berponi, postur tubuhnya hampir sama seperti dirinya. Tetap saja masih mendingan aku, lihat saja hidungnya terlihat sangat besar" batin Wulan. Maklum pikiran orang yang cemburu terkadang memang berlebihan.


__ADS_2