
Seusai makan, mereka pergi ke sebuah taman di pusat kota. Pada malam minggu seperti ini, taman sangat ramai pengunjung. Oleh sebab itu banyak pula di jumpai pedagang keliling yang menjajakan dagangannya. Entah itu makanan, minuman, balon udara, dan lain-lain. Banyak orang berkostum pula dengan sebuah kotak tempat uang di sampingnya berusaha menarik minat anak-anak untuk mau di ajak berfoto bersama. Agung memilih sebuah tempat duduk yang dekat dengan penjual es krim keliling yang sedang berhenti.
"Apa kamu mau es krim?" tanya Agung
"Mauuu" jawab Wulan sumringah karena ia sangat senang dengan es krim
"Mau yang mana?" tanya Agung lagi
"Yang cokelat" jawab Wulan
"Pak mau es krim cokelatnya 2 ya" ucapnya pada penjual es krim
Setelah es krim di berikan padanya dan membayarnya, ia langsung memberikan pada kekasihnya.
"Makasih sayang" ucap Wulan
"Sama-sama" jawab Agung
Mereka berdua lalu segera memakannya sebelum mencair. Wulan sangat menikmati es krim tersebut, apalagi cokelat adalah favoritnya. Demikian juga dengan kekasihnya. Ia sangat hati-hati makan es krim tersebut namun akhirnya mulutnya tetap saja belepotan. Untung saja Wulan selalu sedia tissue di dalam tasnya. Tanpa perlu di komando, Wulan langsung mengambil tissue dan menyeka mulut kekasihnya. Kedua mata pasangan itu saling bertemu untuk saling menatap. Andai tissue itu bisa berbicara, mungkin ia akan bilang "Sial, ngapain juga disini, deket dengan orang yang lagi kasmaran"
Agung baru menyadari betapa manisnya senyuman yang terukir di bibir kekasihnya. "Ia terlihat sangat manis" batinnya. Sementara Wulan, di dalam hatinya berbicara, "Aku menginginkan kamu menjadi milikku seutuhnya". Setelah sadar telah lama mereka beradu pandangan, mereka menjadi malu sendiri. Namun kemudian mereka saling tertawa.
"Gimana menurutmu, ibuku baik kan?" tanya Agung
"Ehm baik kok" jawab Wulan
"Ya harus donk, kan sama calon menantunya" jawab Agung
__ADS_1
"Hehehe, iyaaa" ucap Wulan
Sebenarnya dalam hatinya Wulan takut tidak bisa di terima di keluarganya. Ia banyak melihat contoh kasus di sekitarnya. Banyak yang awal perkenalan baik, namun kemudian menjadi tidak baik. Namun ia mencoba untuk berpikir positif. "Semoga saja ibunya tidak seperti cerita di sinetron-sinetron. Mudah-mudahan ini hanya perasaanku saja" batin Wulan.
"Oh ya, kamu belum pernah cerita tentang keluargamu padaku" ucap Wulan. Ia ingin tahu bagaimana silsilah keluarga kekasihnya.
"Emangnya apa yang ingin kamu tahu dariku?" jawab Agung
"Ya tentang saudaramu, bapakmu, ibumu" jawab Wulan
"Saudaraku semua laki-laki, aku anak nomor dua dan punya satu adik" jawab Agung
"Lalu apa kakakmu sudah menikah?" tanya Wulan
"Sudah" jawab Agung
"Oh ya? Tinggal dimana dia?" tanya Wulan
"Kok tadi gak kelihatan, kemana dia dan istrinya?" tanya Wulan
"Lagi keluar" jawab Agung
"Kalau adikmu, masih sekolah?" tanya Wulan
"Iya" jawab Agung
"Sama dong, adikku yang paling bungsu juga masih sekolah" ucap Wulan
__ADS_1
"Boleh pinjam KTP atau SIM mu?" lanjutnya
"Buat apa?" tanya Agung
"Udah, cepat bawa sini, aku mau lihat" ucap Wulan
Agung lalu membuka dompetnya dan mengambil sebuah kartu tanda pengenal. Lalu di berikannya pada kekasihnya yang hari ini bertingkah layaknya detektif.
"Agung Erwanto, 3 Maret 1988" ucap Wulan
"Wahhh, berarti kita selisih 4 tahun ya?" lanjutnya
"Kamu seperti detektif saja" ucap Agung heran
"Ya gak apa-apa supaya kita saling mengenal lebih dalam" jawab Wulan sambil cengingisan
"Emang kamu lahir tahun berapa?" tanya Agung balik
"Tahun 1992" jawab Wulan
"Tanggal?" tanya Agung
"27 Oktober" jawab Wulan lengkap
"Ingat ya, besok kalau aku ulang tahun aku minta hadiah darimu" pinta Wulan
"Siappp" jawab Agung
__ADS_1
***Udah 15 episode nih kak, aku tunggu dukungannya ya, dengan cara klik like atau kakak bisa tinggalkan komentar di tiap episodenya 🥰
Dukungan dari kakak adalah semangat untukku berkarya, so jangan lupa ya kak dukung karyaku ini, terimakasih 🙏***