Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia

Maaf, Aku Berhak Untuk Bahagia
Apa Yang Terjadi


__ADS_3

Setelah ia selesai, ia segera keluar dari toilet. Dan ia segera menuju mushola yang telah di sediakan. Selepas sholat, ia segera keluar. Namun ia terkejut karena ada Arifin yang berdiri menunggunya.


"Sedang apa disini?" tanya Wulan


"Menunggumu" ucap Arifin


"Kenapa menungguku?" tanya Wulan


"Kalau aku tak menunggumu, kau mau pulang dengan siapa lagi?" ucap Arifin


"Apa semua sudah pulang?" tanya Wulan


Arifin mengangguk.


"Kenapa mereka tidak menungguku?" ucap Wulan


"Sudahlah, ayo kita pulang" ajak Arifin


"Tapi tasku masih disana, aku akan mengambilnya dulu" ucap Wulan


Saat Wulan akan berjalan melewatinya untuk mengambil tas yang masih tertinggal di sana, ia meraih tangan Wulan hingga Wulan berhenti dan menatapnya.


"Tasmu ada bersamaku" ucap Arifin


"Benarkah?" tanya Wulan


Wulan segera melepaskan tangannya dari tangan Arifin dan segera meminta tas nya.


"Makasih" ucap Wulan

__ADS_1


Arifin masih saja menatapnya, sehingga membuatnya salah tingkah. Wulan terlihat beda dari biasanya. Ia mengenakan kemeja kotak warna merah dan biru di padu dengan celana jeans. Ia memakai satu jepit rambut di sebelah kiri, jepit rambut yang di belikan oleh kekasihnya.


Arifin jarang melihatnya mengenakan kemeja, sehingga ia pun merasa "takjub" dengan penampilan Wulan hari ini.


"Penampilanmu sangat sederhana namun kau terlihat sangat menawan" batin Arifin


"Kapan kita akan pulang?" tanya Wulan


Suara Wulan membuat Arifin tersadar dari lamunan sesaatnya.


"Oh iya, ayo kita pulang sekarang" ucap Arifin


"Kau mau langsung pulang atau jalan lagi?" tanya Arifin


"Ehm, terserah padamu saja, kau kan sopirnya" ucap Wulan


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengajakmu ke suatu tempat" ucap Arifin


"Ikut saja, bukankah aku sopirnya?" ucap Arifin


"Ah iya baiklah" ucap Wulan


Ternyata Arifin mengajaknya di sebuah tempat wisata malam hari, yaitu bukit yang saat ini menjadi kunjungan yang sedang tren untuk kalangan anak muda. Sebenarnya bukan hanya untuk anak muda saja, banyak anak-anak dan orang tua yang datang ke tempat ini.


"Duduklah disana, kau bisa memandang langit yang indah malam ini" ucap Arifin


"Bagaimana, apa kau suka?" tanya Arifin


"Suka" jawab Wulan

__ADS_1


"Katakan, bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu?" tanya Arifin


"Aku dan dia sekarang jarang komunikasi, jarang pula bertemu" ucap Wulan


"Kenapa? Apa kalian sedang ada masalah?" tanya Arifin


Wulan ingin sekali bercerita tetapi ia tidak punya cukup keberanian untuk berbicara apa yang akhir-akhir ini menjadi masalah.


"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Wulan


"Tanya apa?" jawab Arifin


"Apakah kau pernah melakukan hubungan terlarang dengan kekasihmu dulu?" tanya Wulan


"Kenapa kau bertanya demikian?" tanya Arifin


"Jawab saja" ucap Wulan


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Arifin


"A..kuu..." Wulan tak kuasa melanjutkan kalimatnya, ia menangis. Arifin memeluknya. Ia tak peduli bila banyak orang-orang yang melihatnya.


Sadar bila Arifin memeluknya, ia melepaskan dirinya.


"Lepaskan, aku jijik dengan diriku sendiri. Jangan menyentuhku!!" ia masih saja menangis dan meminta Arifin untuk melepaskan pelukannya namun Arifin tak mau melepaskannya begitu saja.


"Katakan, apa yang terjadi padamu?" tanya Arifin


"Apa yang dia lakukan padamu?" lanjutnya

__ADS_1


Wulan sama sekali tak menjawab pertanyaannya. Ia masih terus menangis. Arifin membiarkannya menangis supaya ia bisa merasa lebih lega. Ia menangis cukup lama, ia banyak meneteskan air mata hingga baju yang Arifin pakai basah karena air matanya.


__ADS_2